TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kisah Korban Selamat KM Ladang Pertiwi, Mengapung 16 Jam di Lautan

Bacaan 3 menit
Kisah Korban Selamat KM Ladang Pertiwi, Mengapung 16 Jam di Lautan

Penumpang selamat bertahan dengan berbagai cara sambil menunggu bantuan datang.

Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi di Selat Makassar telah menyita perhatian publik. Pada 31 Mei. sebanyak 31 korban KM Ladang Pertiwi telah ditemukan dari manifes 42 orang. Kini, tersisa 11 penumpang yang masih dinyatakan hilang. Peristiwa ini menyisakan cerita dari korban selamat KM Ladang Pertiwi. 

“Iya 31 itu data terakhir korban selamat yang ditemukan. Tiga orang dewasa terluka. Ada juga satu bayi usia lima tahun jadi korban,” kata Komandan Tim Basarnas Makassar Aswandi mengutip laman Detik Sulawesi Selatan.

Diketahui kecelakaan tersebut terjadi akibat habisnya bahan bakar dan cuaca buruk di sekitar wilayah Sulawesi Selatan. Salah satu korban selamat menceritakan pengalamannya bertahan hidup di lautan lepas sebelum dapat pertolongan.

Artikel terkait: Sedih, Bayi Korban Kecelakaan Kapal Meninggal Dunia Setelah Diselamatkan Ibu

Kisah Korban Selamat KM Ladang Pertiwi, Mengapung Selama 16 Jam

Terombang Ambing di Laut Lepas

korban selamat KM Ladang Pertiwi

Basarnas Sulsel via ANTARA

Menguutip dari Kompas.com (30/05/2022), salah satu penumpang yang selamat, Hidayatullah, menceritakan kisahnya saat terombang-ambing di Selat Makassar selama 16 jam lamanya bersama enam penumpang lainnya.

Saat kejadian, kapal yang ditumpanginya tiba-tiba mati mesin. Kemudian karena tak melaju, kapal pun oleng. Tak lama kemudian, kapal pun miring karena dihantam gelombang sampai akhirnya tenggelam.

“Mesinnya mati karena kehabisan solar. Setelah itu dua ombak menghantam kapal. Ombak kedua yang membuat kapal tenggelam,” ujar Hidayatullah.

Artikel terkait: Merinding! Video ini perlihatkan ibu hamil berbagi pelampung dengan anaknya yang jadi korban kapal tenggelam

Gunakan Tripleks untuk Mengapung

korban selamat KM Ladang Pertiwi

Kompas.com

Saat kapal mulai tenggelam, semua penumpang spontan berusaha menyelamatkan diri dengan mencari barang yang bisa mengapung untuk dijadikan tumpuan. Hidayatullah ingat saat itu bersama salah seorang penumpang menemukan lima lembar tripleks yang saling tersusun.

“Saya naik ke situ sama ada satu orang penumpang lain. Di situ kami bertahan dan alhamdulillah bisa mengapung,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, dia mengatakan bertemu lima penumpang lainnya lalu membentuk kelompok kecil. Kelompok itulah yang kemudian berhasil diselamatkan oleh tugboat TB Sabang 25.

“Penumpang yang lain tidak tahu nasibnya. Tapi waktu kapal mulai tenggelam, masih banyak penumpang yang belum sempat keluar kapal. Terutama lansia,” tuturnya.

Artikel terkait: 3 Kisah pilu di antara ratusan korban peristiwa tenggalamnya kapal di Danau Toba

Tak Memiliki Makanan

korban selamat KM Ladang Pertiwi

Kompas.com

Selama terombang-ambing di lautan, Hidayatullah dan enam penumpang tersebut sama sekali tak memiliki makanan.

“Kita cuma punya satu botol air minum kecil. Itu yang kita minum silih berganti untuk bertahan sebelum bantuan datang,” tambahnya. Hidayatullah melanjutkan, dirinya bersama enam penumpang diselamatkan pada Jumat (26/5/2022) subuh. Sementara penumpang lainnya saat matahari mulai terbit.

“Saat malam semuanya terpisah. Tak bisa lagi lihat apa-apa ditambah lagi gelombang besar. Alhamdulillah kami segera ditemukan,” tutupnya.

Sebelumnya, KM Ladang Pertiwi yang berangkat dari Pelabuhan Paotere, Makassar, tenggelam di Selat Makassar pada Kamis (25/5/2022). KM Ladang Pertiwi diketahui membawa 42 penumpang dengan tujuan, Pulau Pamantauang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Sebagian penumpang dinyatakan hilang dan saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan. KM Ladang Pertiwi 02 mengalami kecelakaan akibat kehabisan bahan bakar dan cuaca buruk di sekitar wilayah Sulawesi Selatan.

Itulah pengalaman korban selamat KM Ladang Pertiwi saat bertahan hidup. Menegangkan banget ya Parents. Semoga semua korban KM Ladang Pertiwi dapat segera ditemukan. Juga, semoga mereka bisa pulih dari trauma akibat kecelakaan ini.

Baca juga:

Kronologi Kapal KM Ladang Pertiwi Tenggelam, 31 Penumpang Selamat

10 Kapal Pesiar Terbesar di Dunia, Punya Fasilitas Lebih Mewah dari Hotel Bintang Lima!

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Azahra Syifa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kisah Korban Selamat KM Ladang Pertiwi, Mengapung 16 Jam di Lautan
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti