TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bapak Pendidikan Nasional, Ini Profil Ki Hajar Dewantara dan Jasanya Bagi Indonesia

Bacaan 4 menit
Bapak Pendidikan Nasional, Ini Profil Ki Hajar Dewantara dan Jasanya Bagi Indonesia

Kiprah Ki Hajar Dewantara di dunia pendidikan menjadi alat perjuangan meraih kemerdekaan. Yuk, simak profil lengkapnya di sini!

Sebagai warga negara Indonesia, Ki Hajar Dewantara tentunya menjadi sosok yang begitu penting untuk dikenang. Beliau memiliki nama lahir Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Lahir pada 2 Mei 1889 dan wafat pada 26 April 1959, kiprahnya dalam pergerakan kemerdekaan memang tidak perlu diragukan lagi.

Ia merupakan seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi masyarakat pribumi pada zaman kolonial Belanda.

Ki Hajar Dewantara merupakan seorang penggagas berdirinya lembaga pendidikan yang bernama Perguruan Taman Siswa.

Perguruan ini memberikan kesempatan kepada para pribumi untuk mendapatkan hak berupa pendidikan seperti yang didapatkan oleh para priyayi dan orang-orang Belanda.

Lalu, seperti apa sepak terjang Menteri Pengajaran Indonesia yang pertama tersebut? Melansir berbagai sumber, yuk, kita simak bersama!

Artikel terkait: 12 Sosok Pahlawan Wanita dan Kisah Perjuangannya untuk Diajarkan kepada Anak

Profil Ki Hajar Dewantara dan Jasanya untuk Indonesia

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara dibesarkan dalam lingkungan priyayi. Ia adalah anak dari GPH Soerjaningrat dan cucu dari Pakualam III.

Ia besar dan tumbuh di lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman. Untuk pendidikan, ia sempat mengenyam pendidikan dasar di ELS, sebuah sekolah dasar yang didirikan oleh Belanda.

Setelah itu, ia lanjut mengambil studi di sekolah dokter STOVIA. Sayangnya, pendidikannya di STOVIA tidak ditamatkan karena ia mengalami sakit.

Artikel terkait: 7 Tokoh Pahlawan Revolusi Korban G30S Beserta Kisah Perjuangannya

Profesi yang Dipilih

Bapak Pendidikan Nasional, Ini Profil Ki Hajar Dewantara dan Jasanya Bagi Indonesia

Lantas, Ki Hajar Dewantara pun akhirnya memilih untuk bekerja di bidang surat kabar. Ia aktif menulis di beberapa surat kabar seperti Seditomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. 

Ia tergolong sebagai wartawa yang cukup andal. Tulisannya sangat tajam dan tak segan menyuarakan kritik terhadap kolonial Belanda.

Selain menjadi wartawan, Ki Hajar Dewantara juga turut aktif dalam organisasi sosial dan politik. Ia bergabung dalam seksi propaganda Boedi Oetomo dan giat menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Selain di Boedi Oetomo, ia juga bergabung dalam organisasi Insulinde, yakni sebuah organisasi multi etnik yang didominasi oleh kelompok Indo dan berusaha memperjuangkan pemerintahan sendiri.

Bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo, ia pun mendirikan tiga serangkai.

Artikel yang Ditulis Ki Hajar Dewantara

Pada 13 Juli 1913, Ki Hajar Dewantara menulis artikel yang membuat pemerintah Hindia Belanda Meradang.

Melalui surat kabar De Expres, ia menulis artikel berjudul “Als ik een Nederlander was” atau “Seandainya Aku Seorang Belanda”.

Tulisan ini diterbitkan untuk mengkritik pemerintah kolonial Belanda yang hendak mengumpulkan dari sumbangan warga untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Prancis.

Akibatnya, ia pun ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo pun protes. Akhirnya, ketiga serangkai itu pun diasingkan ke Belanda.

Dalam pengasingan tersebut,Ki Hajar Dewantara aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). 

Artikel terkait: 17 Nama Pahlawan Nasional dan Perjuangannya yang Perlu Dikenalkan kepada Anak

Ki Hajar Dewantara Mendirikan Taman Siswa

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar kembali ke Indonesia pada September 1919. Sepulang dari pengasingan, ia pun bergabung dengan sekolah yang dibina oleh saudaranya.

Di sekolah tersebut, ia mengembangkan konsep mengajar untuk sekolah yang mulai ia dirikan pada 3 Juli 1922. Sekolah tersebut bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Ia menggagas tiga semobyan dalam sistem pendidikan yang digunakan hingga kini, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. 

Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”. Dalam membangun Taman Siswa, banyak rintangan yang harus dihadapi olehnya.

Pemerintah kolonial Belanda sempat membatasi aktivitas Taman Siswa dengan mengeluarkan ordonansi sekolah liar pada 1 Oktober 1932.

Kiprahnya di dunia pendidikan memang menjadi alat perjuangan meraih kemerdekaan. Beliau wafat pada 26 April 1959 dan dimakamkan di pemakaman keluarga Taman Siswa Wijaya Brata, Yogyakarta.

Demikianlah ulasan seputar profil dan jasa Ki Hajar Dewantara yang selama ini dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

11 Pahlawan Nasional yang Diabadikan di Mata Uang Rupiah, Siapa Saja Mereka?

id.theasianparent.com/tan-malaka

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • Edukasi Sekolah Dasar
  • /
  • Bapak Pendidikan Nasional, Ini Profil Ki Hajar Dewantara dan Jasanya Bagi Indonesia
Bagikan:
  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

  • Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

    Tabel Perkalian 1 Sampai 10 agar Anak Pintar Belajar Matematika

  • 17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

    17 Hewan Huruf F dalam Bahasa Indonesia dan Fakta Menariknya, Cek!

  • Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

    Daftar Angka Romawi 1-2000 Beserta Cara Menulis dan Tabelnya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti