TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Bacaan 5 menit
8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Kapitan Pattimura dikenal pemberani dan teguh dalam perlawanannya terhadap Kolonial Belanda. Yuk, simak fakta-fakta tentang sang Kapitan!

Kapitan Pattimura, atau Pattimura adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Maluku dan cukup dikenal di kalangan masyarakat. Pattimura terkenal terutama karena perjuangannya melawan penjajah Belanda pada masa kolonial. Karena perjuangan dan jasa-jasanya, Pattimura menjadi simbol rakyat Maluku dalam hal kepahlawanan dan kemerdekaan Indonesia.

8 Fakta Kapitan Pattimura

Berikut beberapa fakta menarik tentang Pattimura, sang Kapitan dari Maluku.

1. Memiliki Darah Bangsawan

kapitan pattimura

Kapitan Pattimura, Gambar: Wawasansejarah.com

Lahir dengan nama Thomas Matulessy dari ayah bernama Antoni Matulessy, anak dari Kasimiliali Pattimura Matulessy. Dari beberapa catatan sejarah, seperti yang dikemukakan oleh M. Sapija dalam bukunya,  Sedjarah Perdjuangan Pattimura: Pahlawan Indonesia karya M. Sapija (1960), bahwa kakek dari Kapitan Pattimura masih memiliki darah kerajaan dari Raja Sahulau yang terletak di Teluk Seram bagian selatan.

2. Versi Sejarah yang Berbeda tentang Kapitan Pattimura

Dalam bukunya, Api Sejarah jilid 1 (2009), Ahmad Mansur Suryanegara menegaskan pemaparan berbeda mengenai Pattimura. Disebutkan, nama asli Pattimura adalah Ahmad Lussy atau Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan. 

Suryanegara menyebut Pattimura merupakan bangsawan dari Kerajaan Sahulau yang diyakininya telah menganut ajaran Islam di bawah pemerintahan Sultan Kasimillah atau yang dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

kapitan pattimura

Lukisan Kapitan Pattimura, Sumber: Pusakadunia.com

Suryanegara menulis, penyandang nama Pattimura di Ambon adalah muslim. Oleh karena itu, ia menilai salah jika dalam penulisan sejarah Pattimura disebut seorang penganut Kristen.

Kendati demikian, perbedaan versi sejarah Pattimura hanya pada asal-usul dan agama yang dianutnya, bukan pada jejak sejarah perjuangannya.

Artikel terkait: 17 Nama Pahlawan Nasional dan Perjuangannya yang Perlu Dikenalkan kepada Anak

3. Perjuangan Kapitan Pattimura Berhasil Merebut Benteng Duurstede

kapitan pattimura

Potret Benteng Duurstede, Sumber: Wikipedia

Tepatnya pada tanggal 16 Mei 1817, Pattimura bersama pasukannya berhasil merebut Benteng Duurstede yang merupakan pusat pertahanan dan pemerintahan VOC selama menguasai wilayah Saparua.

Penyerangan dimulai sehari sebelumnya. Yaitu pada tanggal 15 Mei 1817, dengan Pattimura dan letnannya Said Parintah, Anthony Reebhok, Paulus Tiahahu dan putri Tiahahu, Martha Christina Tiahahu yang memimpin jalan.

4. Mendapatkan Gelar Kapitan dari Rakyat Maluku

kapitan pattimura

Gambar: Historia

Kapitan adalah adalah gelar kepangkatan yang digunakan oleh Belanda untuk menyebut pemimpin dalam satuan militer di tingkatan perwira. Sistem seperti ini juga dipakai oleh Portugis ketika menaklukkan Melaka pada abad ke-16.

Uniknya, alih-alih diberikan oleh Belanda, gelar Kapitan milik Pattimura diberikan oleh rakyat Maluku sendiri, yaitu oleh orang-orang Saparua untuk memimpin pemberontakan melawan kolonial Belanda. Momen tersebut terjadi dua hari sebelum penyerangan ke benteng Duurstede, tepatnya pada tanggal 14 Mei 1817. Hal ini dikemukakan dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia (Arya Ajisaka & Damayanti, 2010).

5. Kapitan Pattimura Diangkat sebagai Pemimpin Rakyat Maluku

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Gambar: Tirto

Setelah penaklukan benteng Duurstede, pada tanggal 29 Mei 1817, Pattimura beserta pemimpin-pemimpin dari daerah-daerah di Maluku membuat sebuah proklamasi yang disebut Proklamasi Haria. Isi proklamasi tersebut adalah keluhan-keluhan mereka terhadap pemerintahan Belanda serta mendeklarasikan Kapitan Pattimura sebagai pemimpin Rakyat Maluku.

6. Kemenangan Kapitan Pattimura yang Hanya Seumur Jagung

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Kolonial Belanda, Gambar: Canva

Setelah kesuksesan penyerbuan Benteng Duurstede, Pada tanggal 1 Juni 1817, Pattimura bersama pasukannya menyerbu benteng Zeelandia yang merupakan basis pertahanan VOC di pulau Haruku (sekarang merupakan wilayah Maluku Tengah). Akan tetapi, upaya tersebut berakhir dengan kegagalan.

Dua bulan setelahnya, pada tanggal 3 Agustus, pasukan VOC Belanda berhasil merebut kembali benteng Duurstede dari tangan Pattimura dan pejuang Maluku. Namun, pemberontakan yang dimulai oleh Pattimura telah menyebar ke berbagai wilayah di Maluku.

Artikel terkait: Makna dan Sejarah Hari Pahlawan 2020, Perjuangan Masih Terus Berlanjut

7. Menginisiasi Wilayah Lain untuk Melakukan Perlawanan

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000
Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Ilustrasi, Gambar: Canva

Penyerbuan dan penaklukan benteng Duurstede oleh Kapitan Pattimura menjadi pemicu bangkitnya semangat rakyat Maluku di wilayah lain untuk melawan kolonialisme. Hal ini ditandai dengan terjadinya penyerbuan-penyerbuan di daerah-daerah lain sekitar Maluku.

Di pulau Ambon, perlawanan dipimpin oleh Kapitan Ulupaha. Kapitan Ulupaha memimpin perlawanan kepada kolonialisme Belanda di usianya yang sudah sangat tua yaitu 80 tahun.

Sementara Di pulau Nusalaut, perlawanan dipimpin oleh Kapitan Paulus Tiahahu yang selalu setia didampingi oleh putrinya, Martha Christina, yang masih berusia remaja. Di pulau Haruku, perlawanan dipimpin oleh Kapitan Lukas Selanno yang dibantu oleh Kapitan Lukas Lisapaly.

8. Kapitan Pattimura Dikhianati dan Dihukum Mati

8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000

Potret Kota Ambon masa kini, Gambar: Canva

Strategi devide et impera alias politik pecah-belah ala kolonial Belanda pada akhirnya berhasil menumbangkan Sang Kapitan beserta pengikut dan pasukannya. Belanda berhasil memengaruhi beberapa tokoh-tokoh rakyat yang dirasa tidak menyukai Pattimura, diantaranya adalah Pati Akoon, dan Dominggus Thomas Tuwanakotta.

Akibat pengkhianatan dan informasi dari mereka, strategi Pattimura diketahui oleh Belanda dan dapat dipatahkan. Pattimura ditangkap pada 11 November 1817 saat dia berada di Siri Sori.

Belanda menawarkan kerjasama kepada Pattimura, namun selalu ditolak mentah-mentah. Akhirnya, pada 16 Desember 1817, Pattimura bersama Anthony Reebook, Philip Latumahina, dan Said Parintah dihukum gantung di depan Benteng Nieuw Victoria, Kota Ambon. Kapitan Pattimura gugur di tiang gantungan pada usia yang masih muda, 34 tahun.

****

Parents, itulah tadi sejumlah fakta menarik tentang Kapitan Pattimura. Semoga kisah perjuangannya bisa menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak kita untuk selalu semangat dalam mengejar apa yang diinginkan. 

Baca juga:

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • 8 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku yang Muncul di Uang 1000
Bagikan:
  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti