Jangan biarkan anak balita ketagihan mi instan, peringatan untuk Parents

Jangan biarkan anak balita ketagihan mi instan, peringatan untuk Parents

Seorang anak balita setiap pagi selalu merengek minta dibuatkan mi instant. Kalau tidak dibuatkan maka ia akan mengamuk. Hal ini terjadi setiap hari dan tidak mau makan selain mi instan ?

Balita yang ketagihan mi instan tentu saja berbahaya bagi kesehatannya. Kenapa balita suka makan mi instan? mungkin bisa saja karena rasa yang khas dan cara memasak yang praktis jadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta mie instan.

Nah, makanya bunda berhati-hatilah sebaiknya jangan memberi mi instan sebelum anak berusia 5 tahun. Sebab jika anak sudah ketagihan mi instan akan sulit untuk melepaskannya.

Mi instan selain mudah didapat, mudah disajikan, dan rasanya enak, mi instan menjadi salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Mi instan makanan tidak sehat 

Sayangnya, mi instan dikategorikan sebagai makanan tidak sehat karena banyak mengandung garam, pengawet, hingga pewarna. Bahan-bahan ini disebut-sebut dapat memberi efek buruk pada kesehatan, tetapi apakah efek yang sama juga dapat terjadi pada anak-anak?

bahaya mie instan

Zat aditif dapat membuat anak lebih hiperaktif

Makanan instan merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung berbagai macam zat aditif mulai dari pengawet hingga pewarna.

Suatu penelitian di Inggris menemukan bahwa menghilangkan zat aditif (pengawet dan pewarna) dari makanan sekelompok anak usia 3 tahun dapat mengurangi tingkat hiperaktivitas anak.

Orangtua melaporkan anaknya menjadi tidak terlalu hiperaktif, berbeda ketika makanan berpengawet disertakan kembali dalam makanan anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa jika tadinya terdapat 15% anak yang memiliki masalah terkait tingkah laku hiperaktif, menghilangkan zat aditif pada makanan akan mengurangi prevalensinya hingga sebesar 6%.

Konsep pola makan untuk mengurangi masalah perilaku pada anak mulai terkenal setelah pada tahun 1970, seorang ahli alergi Benjamin Feingold, MD, memperkenalkan diet yang membatasi lebih dari 300 jenis zat aditif untuk mengobati hiperaktivitas. Sejak itu penelitian terkait efek zat aditif dan perilaku terus dikembangkan.

Mi instan biasanya tinggi lemak lemak

Mi instan dan makanan instan lainnya biasanya tinggi akan lemak, terutama lemak jenuh. Anak sebenarnya membutuhkan lemak. Lemak berfungsi untuk membentuk jaringan saraf serta hormon. Tubuh juga membutuhkan lemak sebagai cadangan energi. Lemak pada makanan berfungsi untuk memberi rasa dan tekstur, tetapi lemak juga tinggi akan kalori.

Jumlah lemak yang berlebih akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan peningkatan kadar lemak jahat dalam darah.

Terkadang anak merengek ingin makan mie instan

Terkadang anak merengek ingin makan mi instan

Anak-anak bukannya tidak mungkin memiliki kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi pada anak terutama dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung di kemudian hari. Terlalu banyak kolesterol dapat menghambat aliran darah yang menuju ke jantung, sehingga kemudian menyebabkan jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya akan oksigen.

Penumpukan kolesterol ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Sehingga jika sejak kecil anak sudah memiliki kadar kolesterol yang tinggi, bukan tidak mungkin serangan jantung dan stroke dapat terjadi pada usia relatif muda nantinya.

Anak-anak juga dapat mengalami hipertensi

Salah satu bahaya mie instan yaitu memiliki kadar garam yang relatif tinggi. Cobalah Anda periksa berapa persen kadar natrium atau sodium yang terdapat pada satu bungkus mie instan. Jika jumlah tersebut sudah cukup besar untuk orang dewasa, maka bagi anak jumlah tersebut bisa jadi melebihi kebutuhan natrium dan sodium dalam sehari.

Menurut Center for Disease Control and Prevention, 1 dari 6 anak yang berusia 8 hingga 17 tahun memiliki tekanan darah yang tinggi. Meskipun efeknya tidak segera terlihat, tetapi tekanan darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Garam bekerja dengan cara membuat tubuh menahan air keluar dari tubuh. Kelebihan air ini kemudian mengakibatkan tekanan darah tinggi dan menimbulkan stres pada ginjal, pembuluh arteri, jantung, hingga otak.

Terlalu banyak konsumsi garam dapat menyebabkan tegangan pada pembuluh arteri. Untuk mengatasi tegangan ini, otot-otot dalam pembuluh arteri kemudian akan menjadi lebih kuat dan lebih tebal. Hal tersebut menyebabkan ruang di dalam arteri semakin sempit dan berefek pada semakin meningkatnya tekanan darah.

Proses ini dapat terjadi selama bertahun-tahun hingga kemudian pembuluh arteri tidak sanggup mengatasi situasi tersebut, dan berujung pada pecahnya pembuluh darah atau terhambatnya aliran darah karena semakin sempitnya ukuran arteri. Jika hal ini terjadi, organ yang menerima darah dari pembuluh yang bermasalah tersebut akan kekurangan oksigen dan zat gizi yang diperlukan sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau kegagalan kerja organ.

Bagaimana jika anak terpaksa menyantap mi instan?

Jika anak tidak memiliki pilihan makanan lain selain mi instan, siasati bahaya mie instan dengan menyertakan sayur-sayuran dan lauk lain dalam porsi makannya. Kurangi porsi mi instan yang disajikan, misalnya hanya setengah bungkus saja dan kombinasikan dengan sayuran yang direbus. Jangan terlalu sering memberi anak makan mie instan maupun makanan instan lainnya.

Ciri-ciri balita yang sudah ketagihan mi instan

Sebelum mengatasi akar masalahnya, coba cek tanda-tanda di bawah ini. Jika kondisi-kondisi berikut sesuai dengan keadaan, itu berarti sudah ketagihan mi instan.

  • Sering muncul keinginan makan mi instan 
  • Ketika akhirnya makan mi instan, bisa makan berlebihan. Misalnya sampai dua porsi atau lebih.
  • Mencari-cari alasan untuk bisa menyantap mi instan.
  • Merengek-rengek minta mi instan walaupun tidak dibuatkan.
  • Tak mampu mengendalikan diri 
  • Tak mau makan makanan lain selain mi instan

Cara berhenti atau mengurangi makan mie instan

Bila balita mengalami paling tidak tiga atau empat tanda ketagihan di atas, berarti bunda harus mulai mengambil langkah mengurangi ketagihan mi instan. Supaya tidak bingung mulai dari mana, perhatikan panduan berikut.

1. Jangan langsung berhenti

Mulailah dari mengurangi porsi makan mi instan. Mulai dari dua hari seli, seminggu sekali, sebulan sekali hingga sama sekali tidak makan mi instan.

2. Ganti bumbu mi dengan rempah alami

Yang membuat mi instan begitu nagih adalah rasa gurihnya. Lidah manusia modern memang sudah berevolusi jadi mudah ketagihan rasa makanan yang kuat, misalnya asin, manis, dan pedas. Maka salah satu cara untuk menghentikan ketagihan mi instan adalah dengan mengubah cita rasanya.

Saat makan mi, buang bumbu instan dan ganti dengan rempah alami. Bawang putih, lada, daun bawang, garam, cabai, dan ketumbar bisa jadi pilihan Anda. Semakin lama, lidah akan semakin terbiasa dengan rasa-rasa alami ini.

3. Tambahkan makanan sehat seperti sayur atau daging ayam asli

Supaya peralihan dari mi instan ke makanan sehat lainnya lebih mudah, campurkan mi instan dengan makanan sehat. Tambahkan sayur sawi, wortel, bok choy, kangkung, atau brokoli. Daripada makan mi instan dengan bakso olahan pabrik, sebaiknya tambahkan daging ayam atau sapi asli. Anda pun akan semakin terbiasa makan makanan sehat dan mulai meninggalkan mi instan yang gizinya sangat minim.

4. Jangan menyimpan mi instan di rumah

Tentu saja balita akan semakin mudah tergoda makan mi kalau ada persediaannya di rumah. Maka, jangan beli lebih dari satu bungkus mi instan. Rasa ngidam biasanya akan hilang sendiri setelah beberapa saat atau kalau sudah makan makanan yang lain.

Sumber : Hello Sehat, Tribunnews

Baca juga : 

5 Cara Membuat Mie Instan Jadi Lebih Bergizi

Gara-gara makan mie instan tiap hari, remaja ini meninggal kena kanker perut

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner