TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Bacaan 4 menit
Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris sering terjadi pada anak. Apa saja penyebab, gejala, dan cara mencegahnya yang perlu Parents perhatikan?

Kulit anak-anak cenderung lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa sehingga anak rentan mengalami berbagai masalah kulit. Salah satu penyakit kulit yang kerap terjadi kepada anak adalah keratosis pilaris atau lebih dikenal dengan istilah penyakit kulit ayam.

Keratosis pilaris adalah kondisi di mana timbul bercak atau ruam berupa benjolan di kulit yang terasa kasar jika diraba. Benjolan-benjolan ini umumnya berwarna putih, merah, atau coklat.

Artikel Terkait: 12 Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak-Anak

Sering Dialami Anak, Kenali Penyebab dan Gejala Keratosis Pilaris

keratosis pilaris

Sumber: Halodoc

Keratosis pilaris biasanya terdapat di lengan bagian atas, paha, pipi, atau bokong. Penyakit ini sebenarnya tidak menular karena benjolan-benjolan yang muncul pada ruam tersebut adalah sumbatan pada folikel rambut.

Keratosis pilaris terjadi karena penumpukan keratin atau protein padat yang fungsinya melindungi kulit. Keratosis adalah istilah untuk lapisan keratin yang menebal di permukaan kulit. Keratin yang menumpuk akan menyumbat pori-pori kulit sehingga pori-pori terlihat menjadi melebar. Akhirnya permukaan kulit menjadi kasar dan tampak seperti bersisik.

Penyebab penumpukan keratin ini masih belum diketahui secara pasti, tetapi diduga ada hubungannya dengan faktor genetik dan penyakit kulit yang sudah diidap sebelumnya seperti eksim, dermatitis atopik, atau iktiosis. Anak-anak, remaja, dan perempuan adalah kelompok yang lebih rentan mengidap keratosis pilaris.

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Sumber: The Health Site

Perubahan hormonal juga kerap memicu terjadinya keratosis pilaris, oleh karena itu perempuan yang mengalami masa pubertas atau ibu hamil berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Keratosis pilaris pun kerap terjadi pada saat udara dingin atau kering.

Gejala umum dari keratosis pilaris adalah sebagai berikut:

  • Muncul ruam kemerahan yang disertai benjolan-benjolan kecil warna putih, merah, coklat, atau hitam
  • Rasa gatal di kulit
  • Kulit kering

Meski tidak berbahaya untuk kesehatan secara keseluruhan, jika bagian kulit yang terkena keratosis pilaris sering digaruk-garuk bisa saja timbul rasa tidak nyaman seperti kering, gatal, hingga iritasi dan peradangan.

Artikel Terkait: 3 Cara Merawat Kulit Bayi yang Tepat, Ini Saran Dokter Kulit

Cara Mencegah dan Mengobati Keratosis Pilaris pada Anak dan Orang Dewasa

keratosis pilaris

Pada anak, kondisi ini umumnya terjadi pada akhir masa bayi atau selama masa remaja. Kondisi tersebut biasanya akan hilang pada usia pertengahan 20-an hingga 30-an dengan sendirinya. Namun jika dirasa sudah mengganggu penampilan atau menyebabkan rasa tidak nyaman, sebaiknya Parents segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit.

Dokter mungkin saja akan meresepkan pelembap untuk meredakan gatal dan kering pada kulit yang mengalami ruam keratosis. Pelembap yang tepat untuk keratosis pilaris adalah campuran dari urea dan asam laktat. Kedua bahan ini membantu melonggarkan dan mengangkat sel kulit mati selagi melembapkannya.

Untuk orang dewasa, perawatan seperti terapi sinar laser juga bisa membantu mengobati keratosis pilaris dengan melunakkan tumpukan keratin pada kulit. Selain itu, Parents juga bisa menggunakan krim topical yang dijual bebas dari retinoid (turunan vitamin A) untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah sumbatan pada folikel rambut.

Artikel Terkait: Ketahui 3 Jenis Alergi Kulit pada Anak, Apa Faktor Pemicu dan Gejalanya?

Untuk mencegah timbulnya keratosis pilaris, ada beberapa hal yang bisa dicoba oleh Parents di rumah, di antaranya adalah:

1. Mandi Menggunakan Air Hangat

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Mandi menggunakan air hangat dapat membantu melonggarkan penyumbatan pada pori-pori. Gosok kulit menggunakan sikat yang lembut agar lebih efektif.

Tak lupa perhatikan waktu mandi air hangat, karena terlalu lama mandi bisa menghilangkan minyak alami pada permukaan kulit. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan timbul iritasi.

2. Rutin Mengangkat Sel Kulit Mati untuk Cegah Keratosis Pilaris

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Eksfoliasi menggunakan chemical exfoliator untuk orang dewasa atau peralatan seperti batu apung dapat digunakan untuk mengangkat sel kulit mati. Lakukan sekitar 2 hingga 3 kali seminggu agar kotoran dan sel kulit mati tidak menumpuk pada pori-pori.

3. Menggunakan Losion Pelembap

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Jangan lupa untuk menggunakan pelembap kulit setiap hari, baik yang jenisnya losion, gel, maupun krim. Untuk orang dewasa, pelembap dengan kandungan asam alfa hidroksi (AHA) seperti asam laktat dapat membantu melembapkan kulit dan mendorong pergantian sel kulit. Namun penggunaannya untuk anak sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

4. Hindari Menggunakan Pakaian yang Terlalu Ketat

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Pakaian yang terlalu ketat menempel di kulit bisa menimbulkan gesekan yang mengiritasi kulit. Gunakan pakaian dengan bahan lembut dan longgar.

5. Menggunakan Pelembap Udara

Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Alat seperti humidifier dapat menambahkan kelembapan pada udara di dalam ruangan. Udara yang kering dapat menyebabkan gatal-gatal dan iritasi pada kulit.

Nah, itulah hal yang perlu Parents ketahui mengenai keratosis pilaris. Pastikan kulit anak tetap lembap dan bersih untuk melindunginya dari berbagai macam masalah kulit. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca Juga:

Ini Pentingnya Menggunakan Produk Dermatologist untuk Kulit Bayi

Ciri Kulit Bayi Sensitif, Penyebab, dan Tips Merawatnya

5 Cara Simpel Mengatasi Alergi pada Kulit Anak, Parents Wajib Tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Rentan Diderita Anak, Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Keratosis Pilaris
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti