Keputihan bewarna hijau? Hati-hati, bisa jadi gejala penyakit seksual ini

lead image

Jangan anggap sepele jika keputihan Anda bewarna hijau. Kenali penyebab dan cara mengatasinya, Bun!

Keputihan atau keluarnya cairan bening dari vagina merupakan keadaan medis yang tidak berbahaya dan normal terjadi pada perempuan. Cairan tersebut diproduksi oleh kelenjar dan serviks untuk membawa sel dan bakteri mati lewat vagina. Keputihan normal biasanya tidak bewarna atau bening. Maka dari itu, hati-hati jika mengalami keputihan bewarna hijau.

Perlu digaris bawahi, keputihan bewarna hijau termasuk kondisi keputihan yang tidak normal. Jika terjadi,  umumnya akan disertai dengan munculnya rasa gatal, iritasi, dan bahkan perih pada vagina. Beberapa wanita juga biasanya akan merasakan nyeri pada perut sebelum mengalami keputihan jenis ini. Cairan hijau dalam keputihan ini disebabkan oleh bakteri, jamur, dan jenis parasit lainnya.

Artikel terkait: Kenali 9 jenis keputihan, mana yang harus diwaspadai?

keputihan bewarna hijau

Keputihan bewarna hijau: Penyebab dan cara mengatasinya

Keluarnya cairan hijau pada keputihan biasanya disebabkan oleh infeksi. Ada banyak jenis infeksi vagina yang mengakibatkan keputihan hijau. Berikut adalah penyebab umum yang mengakibatkan keputihan tidak normal :

#1. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Infeksi parasit tersebut merupakan penyebab umum dari keluarnya cairan hijau pada vagina.

Selain mengalami keputihan abnormal tersebut, perempuan yang terinfeksi trikomoniasis biasanya mengalami hal berikut ini:

  • Cairan keputihan bewarna kehijauan, kuning, dan disertai bau tak sedap
  • Merasa panas, gatal, dan munculnya warna kemerahan pada vagina
  • Sakit saat buang air kecil
  • Merasa sakit saat melakukan hubungan intim

Selain gejala tersebut, penyakit ini sebenarnya sulit untuk dideteksi secara keseluruhan. Maka dari itu, Anda perlu melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan apakah keputihan hijau yang Anda alami pertanda trikomoniasis atau bukan.

#2. Bacterial vaginosis

Keputihan abnormal bisa muncul sebagai pertanda adanya bacterial vaginosis (BV), merupakan infeksi bakteri yang terjadi di vagina akibat proporsi bakteri baik dan bakteri jahat yang tidak seimbang.

Biasanya penyakit muncul karena melakukan hubungan seksual yang tidak sehat. Terlalu sering atau berlebihan membersihkan organ intim juga bisa menyebabkan timbulnya infeksi ini.

Gejala umum infeksi bakteri pada vagina lainnya:

  • Vagina terasa gatal
  • Terasa perih seperti terbakar saat buang air kecil
  • Munculnya bau amis pada vagina
  • Keputihan bewarna putih pekat, kuning, atau hijau

#3 Infeksi saluran kencing

Apabila Anda sedang hamil dan mengalami keputihan hijau, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi saluran kencing.

Kondisi tersebut disebabkan oleh rahim yang semakin membesar sehingga menghalangi jalan keluarnya urin. Keadaan tersebut membuat urin berkumpul dalam kandung kemih sehingga frekuensi buang air kecil pun meningkat. Apabila Bunda sering menahan kencing, jumlah bakteri dalam saluran kencing juga akan meningkat. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Bunda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter untuk memastikan bahwa keputihan hijau yang dialami tidak berbahaya untuk kesehatan Bunda dan janin.

Artikel terkait: Bahaya infeksi saluran kemih pada ibu hamil dan janin, Bunda wajib tahu!

keputihan bewarna hijau

#4. Infeksi jamur dan pemakaian produk untuk organ intim

Jumlah jamur dalam vagina yang tidak seimbang juga bisa menimbulkan cairan hijau dalam keputihan. Penggunaan produk untuk vagina yang terlalu lama seperti tampon atau pembalut juga dapat mengakibatkan keputihan abnormal, karena dapat merusak keseimbangan cairan dalam vagina sehingga menimbulkan infeksi.

Mengatasi keputihan hijau

Memastikan organ intim selalu dalam kondisi bersih merupakan cara utama untuk mencegah dan mengatasi keputihan abnormal ini. Hal-hal yang bisa Anda lakukan di antaranya:

  • Jangan terlalu sering membersihkan vagina menggunakan sabun atau produk pembersih yang mengandung pewangi
  • Hindari douching atau menyemprotkan air terlalu kencang pada vagina
  • Selalu membersihkan dan mengeringkan area kewanitaan sehabis buang air kecil menggunakan tisu atau handuk kering
  • Rajinlah mengganti pakaian dalam
  • Tidak menggunakan panty liner, tampon, atau pembalut terlalu lama
  • Hindari hubungan seksual tidak sehat seperti sering berganti pasangan atau saling bertukar sex toys dengan teman

Segera konsultasikan ke dokter apabila sering mengalami keputihan bewarna hijau. Biasanya, dokter akan langsung memberikan antibiotik apabila keputihan yang dialami merupakan gejala dari beberapa penyakit tersebut.

***

Referensi: Flo Health, Honestdocs

Baca juga:

Keputihan tanda hamil, apa bedanya dari keputihan sebelum haid?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner