Kehamilan Tidak Diinginkan, Berkah atau Musibah?

Kehamilan Tidak Diinginkan, Berkah atau Musibah?

Di saat sejumlah pasangan tengah berjuang mendapatkan anak, pasangan lain menyesali kehamilan tidak diinginkan. Baca penjelasan lengkapnya di sini, Parents!

Kehamilan tidak diinginkan  menjadi fenomena yang tak lagi mengejutkan, akibat semakin banyaknya perempuan muda yang mengalaminya.

Entah karena hubungan seks bebas tanpa alat kontrasepsi, menjadi korban perkosaan atau pasangan muda yang baru menikah dan tak ingin menambah jumlah anak.

Kehamilan tidak diinginkan bisa menjadi penyebab stres

Kehamilan tidak diinginkan bisa menjadi penyebab stres

Kehamilan tidak diinginkan: Penjelasan dan apa yang harus dilakukan? 

Seorang perempuan dengan kehamilan tidak diinginkan berpotensi mengalami depresi, yang bukan hanya membahayakan dirinya, namun juga janin yang dikandungnya.

Tak terhitung lagi berapa jumlah bayi baru lahir yang dibuang oleh ibunya, baik dalam keadaan hidup atau mati, karena kehamilan tidak diinginkan.

Atau pasangan muda yang bercerai saat usia pernikahan mereka seumur jagung, dengan dalih mereka terpaksa menikah akibat kehamilan tidak diinginkan dan tak benar-benar mencintai pasangannya.

Artikel terkait: Kisah Nyata Ibu Yang Menggugurkan Kandungan

Jika saat ini Anda sedang menghadapi kehamilan yang tidak disengaja dan merasa galau akibatnya, atau Anda memiliki rekan atau kerabat yang sedang mengalami kehamilan tidak diinginkan, persembahan kami berikut mungkin dapat mencerahkan hari Anda.

Memiliki anak tidaklah seburuk yang Anda kira

Memiliki anak tidaklah seburuk yang Anda kira

1. Aku tidak mau hamil

Itulah alasan mengapa alat kontrasepsi diciptakan. Namun, nasi telah menjadi bubur. Hentikan rasa penyesalan berkepanjangan, dan mulailah memikirkan keajaiban yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda.

Ketika Anda merasa sedih, dia juga akan merasakan kesedihan Anda. Tegakah Anda membuat si kecil tanpa dosa itu menangis?

Artikel terkait : Benarkah Wanita Cerdas Cenderung Menolak Menjadi Ibu?

2. Aku bukan ibu yang baik

Ketika perempuan sudah dapat menerima kehamilan yang tidak direncanakan, hal berikut yang membuatnya galau adalah kecakapannya sebagai seorang ibu.

‘Bagaimana jika bayiku terus menangis? Mampukah aku menenangkan tangisnya?’, pertanyaan semacam ini wajar timbul dalam benak seorang calon ibu.

Memang tidak ada sekolah yang mengajarkan cara menjadi ibu yang baik. Tapi menjadi ibu adalah kodrat perempuan, dan naluri akan membimbing Anda ke jalan yang benar.

Masa sih Anda tega menelantarkan makhluk mungil ini?

Masa sih Anda tega menelantarkan makhluk mungil ini?

3. Nanti aku tidak seksi lagi karena kehamilan tidak diinginkan

Kita telah terbiasa merawat diri dan menjaga penampilan, sehingga perubahan bentuk tubuh akibat kehamilan tidak diinginkan mungkin akan menakutkan.

Anggap saja kecakapan Anda dalam menjaga penampilan sedang diuji dan Anda perlu berusaha sedikit lebih keras untuk mengembalikan bentuk tubuh kembali menarik. Yah, meski tak seseksi masa ABG sih.

4. Alat kontrasepsiku tidak berfungsi

Alat kontrasepsi seperti kondom bisa saja koyak dan pil KB juga bisa gagal menghentikan kehamilan yang tak diinginkan. Namun, jangan menghakimi diri Anda bersalah. Karena memiliki bayi bukanlah kesalahan, melainkan anugerah.

Artikel terkait : Aku Hamil Lagi Saat Bayiku Baru 2 Bulan!

5. Suami/ pasanganku tidak menginginkan anak

Suami Anda menganggap anak adalah sebuah beban finansial. Ajaklah ia bicara dari hati ke hati dan katakan mengapa Anda berdua harus menerima kehamilan yang dialami. Bahwa kebahagiaan serta kebanggaan menjadi orang tua tak bisa dibeli dengan uang.

6. Melahirkan itu sakit

Anda mungkin mengkhawatirkan hal ini setelah mendengar cerita dari teman-teman dan kerabat yang sudah pernah melahirkan.

Tapi, belum tentu Anda akan merasakan rasa sakit yang sama. Akan tiba saatnya Anda duduk memandangi si kecil yang telah lahir dan tumbuh dewasa, dan Anda pun bersyukur karena melahirkannya.

Artikel terkait : Mengatasi Rasa Takut Jelang Persalinan

7. Kehamilan tidak diinginkan ini terlalu cepat

Anda khawatir tak bisa lagi menghabiskan waktu bersama teman-teman sampai malam seperti yang biasa Anda lakukan. Anda harus bangun dan menyusui, atau mengganti popok bayi di tengah malam.

Namun, percayalah, pengorbanan Anda tidak akan sia-sia. Menerima kehamilan yang tidak sengaja akan lebih baik, daripada terus menyiksa diri dengan penolakan.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Biaya Membesarkan Anak dan Tips Menguranginya

“Banyak Anak Banyak Rejeki,” Ungkap Seorang Single Mother

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner