Buat Bunda yang baru pertama kali punya momongan, pertanyaan seperti: “Kapan kehamilan bisa terdeteksi?” pasti kerap membuat penasaran.
Biar tidak salah, yuk baca penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Kapan Kehamilan Bisa Terdeteksi?
Kapan kehamilan bisa terdeteksi adalah sekitar 10–14 hari setelah pembuahan, ketika hormon kehamilan hCG mulai cukup tinggi untuk terbaca oleh tes darah atau urine.
Namun, hasil paling akurat biasanya didapat setelah hari pertama haid yang terlambat atau sekitar dua minggu setelah berhubungan tanpa pengaman.
Tes darah di fasilitas kesehatan lebih sensitif dan dapat mendeteksi kehamilan beberapa hari lebih awal dibanding test pack urine di rumah.
Beberapa sumber menyebut tes darah bisa positif sekitar 10 hari setelah ovulasi, sedangkan test pack biasanya lebih akurat jika digunakan mendekati atau setelah jadwal haid seharusnya datang.
Berapa Hari Bisa Tahu Positif Hamil?
Rata‑rata, tanda positif hamil dengan test pack baru bisa diketahui sekitar 10–14 hari setelah ovulasi atau sekitar hari pertama haid yang terlambat.
Ini setara dengan kurang lebih dua minggu setelah berhubungan tanpa pengaman pada siklus yang teratur 28 hari.
Di waktu ini, kadar hCG sudah cukup tinggi sehingga hasil tes lebih dapat diandalkan dan risiko negatif palsu lebih kecil.
Jika siklus haid Bunda tidak teratur, beberapa panduan menyarankan menunggu 2–3 minggu setelah berhubungan tanpa pengaman sebelum melakukan tes agar hasil lebih akurat.
Bila hasil tes masih negatif tetapi haid belum juga datang, Bunda bisa mengulang test pack beberapa hari kemudian atau konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah.
Apakah Hamil 1 Minggu Sudah Bisa Terdeteksi?
Pada “1 minggu pertama” setelah pembuahan, kebanyakan kehamilan belum bisa terdeteksi oleh test pack karena tubuh masih dalam proses implantasi dan produksi hCG masih sangat rendah.
Bahkan, beberapa pakar menyebut bahwa tes kehamilan tidak akan akurat jika dilakukan kurang dari 7–10 hari setelah ovulasi atau berhubungan tanpa pengaman.
Yang perlu Bunda ingat, usia kehamilan dalam hitungan dokter biasanya dimulai dari hari pertama haid terakhir, bukan dari hari pembuahan.
Artinya, ketika Bunda dianggap “hamil 1 minggu” secara medis, sebenarnya pembuahan belum terjadi, sehingga belum mungkin terdeteksi oleh tes kehamilan.
Karena itu, tes yang dilakukan terlalu cepat berisiko menunjukkan hasil negatif palsu meski sebenarnya kehamilan sudah mulai terbentuk.
7 Hari Setelah Berhubungan Apakah Bisa Testpack?
Secara teori, 7 hari setelah berhubungan adalah waktu yang masih sangat awal dan kebanyakan test pack belum mampu mendeteksi kehamilan dengan akurat.
Pada titik ini, pembuahan mungkin baru saja terjadi atau bahkan proses implantasi belum selesai, sehingga kadar hCG di dalam urine masih terlalu rendah.
Beberapa tes sangat sensitif mungkin bisa mulai menangkap peningkatan hCG, tetapi hasil negatif sama sekali belum menyingkirkan kemungkinan hamil.
Berapa Lama Kehamilan Bisa Terdeteksi Testpack?
Sebagian besar panduan menyatakan bahwa test pack akan paling akurat bila digunakan pada hari pertama haid yang terlambat atau sekitar dua minggu setelah ovulasi/berhubungan tanpa pengaman.
Di waktu ini, sensitivitas test pack yang lebih dari 99% dari hari perkiraan haid akan bekerja optimal karena kadar hCG sudah cukup tinggi di dalam urine.
Beberapa merek test pack “early detection” mengklaim bisa mendeteksi hCG 5–6 hari sebelum haid terlambat, tetapi hasilnya lebih berisiko negatif palsu terutama jika implantasi terjadi lebih lambat.
Bila Bunda mendapatkan hasil negatif padahal merasa ada gejala hamil, tunggu 2–3 hari lalu ulangi tes, atau konsultasikan ke dokter untuk mempertimbangkan pemeriksaan darah hCG yang lebih sensitif.