TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan

Bacaan 3 menit
Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan

Seringkali kehadiran anak menjadi tolok ukur kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Namun suatu penelitian menunjukkan hasil yang berbeda.

Apakah pernikahan Anda lebih bahagia setelah hadirnya si Kecil?

Apakah pernikahan Anda lebih bahagia setelah hadirnya si Kecil?

Seringkali kehadiran anak menjadi tolok ukur kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Namun, buku 70 Parenting Tips Based on Science karangan Tract Cutchlow menuliskan sesuatu yang berbeda.

Sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa kehadiran anak ternyata bisa menyebabkan berkurangnya kebahagiaan dalam sebuah pernikahan.

Tahapan berkurangnya kebahagiaan dalam pernikahan adalah sebagai berikut:

Dalam buku tersebut, diungkapkan bahwa sebuah pernikahan yang semula membahagiakan mengalami penurunan ketika memiliki seorang anak. Mayoritas pasangan mengalami penurunan kepuasan setelah lahirnya bayi.

Kepuasan ini mencapai titik terendah ketika anak-anak mencapai usia remaja, kondisi tersebut tidak membaik hingga anak-anak mencapai usia dewasa dan mandiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Saat bayi baru lahir

Kelahiran seorang bayi secara otomatis akan mengubah kehidupan orang-orang yang berada di sekitarnya, terutama ibu.

Pusat perhatian akan tercurah sepenuhnya pada jabang bayi, orientasi pasangan pun akan berubah dengan sendirinya.

Di samping itu perubahan fisik pasca melahirkan akan mempengaruhi hubungan antara suami dan istri.

2. Saat anak berusia balita

Kehadiran anak serta proses tumbuh kembangnya seringkali membuat pasangan tidak bisa saling mencurahkan perhatian dengan sepenuh hati. Selalu saja ada interupsi-interupsi dari Si Kecil, baik yang bersifat menghibur ataupun menjengkelkan.

Konflik-konflik akan terus bermunculan sepanjang pernikahan. Baik akibat ulah anak, serta ketergantungannya yang mutlak terhadap kedua orangtuanya, maupun akibat adanya perbedaan sikap suami dan istri dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Baca juga : 10 Kesalahan Suami yang Sering Tidak Disadari

Seringkali perbedaan pola asuh dan sikap terhadap anak semasa balita, menjelang prasekolah serta usia sekolah menjadi konflik yang paling tajam yang dialami dalam sebuah pernikahan.

3. Saat anak menginjak usia remaja

Kondisi ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia anak. Ketika anak sudah mulai kehilangan kelucuan masa kanak-kanak, beralih pada kegalauan masa remaja, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi hubungan orangtuanya.

Konflik ini terjadi akibat adanya perbedaan karakter dan ego kedua orangtuanya yang menuntut anak untuk berkembang sesuai dengan keinginannya.

Hal lain yang turut memicu retaknya hubungan antara suami dan istri adalah rasa jenuh. Kejenuhan ini bisa muncul baik akibat pola hidup yang monoton, maupun akibat rasa diabaikan oleh pasangan yang terus menumpuk.

4. Saat anak telah dewasa

Setelah anak-anak beranjak dewasa, mandiri dan tak tergantung lagi pada orangtua, peranan orangtua perlahan berubah.

Peran sebagai ayah dan ibu akan kembali digeser oleh peran suami dan istri, sehingga kebutuhan antar pasangan untuk saling melengkapi, sebagai dua individu yang saling mencintai, akan kembali menguat.

Puncaknya, adalah setelah anak menikah yang biasanya memiliki tempat tinggal dan kehidupan yang terpisah dari kedua orangtuanya.

Nah, Parents, semoga uraian ini bermanfaat. Selamat menjadi pasangan yang berbahagia.

Referensi :  buku 70 Parenting Tips Based on Science karangan Tract Cutchlow

Baca juga artikel menarik lainnya:

12 Tips Membentuk Pernikahan yang Langgeng dan Bahagia

80-90% Kematian Anak  Berujung pada Perceraian Orangtuanya

 

 

 
Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan
Bagikan:
  • 60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

    60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

  • Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

    Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

  • 20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

    20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

  • 60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

    60 Kata-Kata Ucapan Terima Kasih yang Tulus dan Penuh Makna

  • Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

    Urutan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Makna hingga Perbedaannya

  • 20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

    20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti