TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan

Bacaan 3 menit
Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan

Seringkali kehadiran anak menjadi tolok ukur kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Namun suatu penelitian menunjukkan hasil yang berbeda.

Apakah pernikahan Anda lebih bahagia setelah hadirnya si Kecil?

Apakah pernikahan Anda lebih bahagia setelah hadirnya si Kecil?

Seringkali kehadiran anak menjadi tolok ukur kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Namun, buku 70 Parenting Tips Based on Science karangan Tract Cutchlow menuliskan sesuatu yang berbeda.

Sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa kehadiran anak ternyata bisa menyebabkan berkurangnya kebahagiaan dalam sebuah pernikahan.

Tahapan berkurangnya kebahagiaan dalam pernikahan adalah sebagai berikut:

Dalam buku tersebut, diungkapkan bahwa sebuah pernikahan yang semula membahagiakan mengalami penurunan ketika memiliki seorang anak. Mayoritas pasangan mengalami penurunan kepuasan setelah lahirnya bayi.

Kepuasan ini mencapai titik terendah ketika anak-anak mencapai usia remaja, kondisi tersebut tidak membaik hingga anak-anak mencapai usia dewasa dan mandiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Saat bayi baru lahir

Kelahiran seorang bayi secara otomatis akan mengubah kehidupan orang-orang yang berada di sekitarnya, terutama ibu.

Pusat perhatian akan tercurah sepenuhnya pada jabang bayi, orientasi pasangan pun akan berubah dengan sendirinya.

Di samping itu perubahan fisik pasca melahirkan akan mempengaruhi hubungan antara suami dan istri.

2. Saat anak berusia balita

Kehadiran anak serta proses tumbuh kembangnya seringkali membuat pasangan tidak bisa saling mencurahkan perhatian dengan sepenuh hati. Selalu saja ada interupsi-interupsi dari Si Kecil, baik yang bersifat menghibur ataupun menjengkelkan.

Konflik-konflik akan terus bermunculan sepanjang pernikahan. Baik akibat ulah anak, serta ketergantungannya yang mutlak terhadap kedua orangtuanya, maupun akibat adanya perbedaan sikap suami dan istri dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Baca juga : 10 Kesalahan Suami yang Sering Tidak Disadari

Seringkali perbedaan pola asuh dan sikap terhadap anak semasa balita, menjelang prasekolah serta usia sekolah menjadi konflik yang paling tajam yang dialami dalam sebuah pernikahan.

3. Saat anak menginjak usia remaja

Kondisi ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia anak. Ketika anak sudah mulai kehilangan kelucuan masa kanak-kanak, beralih pada kegalauan masa remaja, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi hubungan orangtuanya.

Konflik ini terjadi akibat adanya perbedaan karakter dan ego kedua orangtuanya yang menuntut anak untuk berkembang sesuai dengan keinginannya.

Hal lain yang turut memicu retaknya hubungan antara suami dan istri adalah rasa jenuh. Kejenuhan ini bisa muncul baik akibat pola hidup yang monoton, maupun akibat rasa diabaikan oleh pasangan yang terus menumpuk.

4. Saat anak telah dewasa

Setelah anak-anak beranjak dewasa, mandiri dan tak tergantung lagi pada orangtua, peranan orangtua perlahan berubah.

Peran sebagai ayah dan ibu akan kembali digeser oleh peran suami dan istri, sehingga kebutuhan antar pasangan untuk saling melengkapi, sebagai dua individu yang saling mencintai, akan kembali menguat.

Puncaknya, adalah setelah anak menikah yang biasanya memiliki tempat tinggal dan kehidupan yang terpisah dari kedua orangtuanya.

Nah, Parents, semoga uraian ini bermanfaat. Selamat menjadi pasangan yang berbahagia.

Referensi :  buku 70 Parenting Tips Based on Science karangan Tract Cutchlow

Baca juga artikel menarik lainnya:

12 Tips Membentuk Pernikahan yang Langgeng dan Bahagia

80-90% Kematian Anak  Berujung pada Perceraian Orangtuanya

 

 

 
Cerita mitra kami
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
Rahasia Tumbuh Kembang Anak Optimal dan Si Kecil Jadi Hebat
Rahasia Tumbuh Kembang Anak Optimal dan Si Kecil Jadi Hebat
Gaya Parenting Modern untuk Dukung Anak Jadi Hebat
Gaya Parenting Modern untuk Dukung Anak Jadi Hebat
Dukung PP Tunas, Betadine Hadirkan Bocil Approved Competition Push Bike Race untuk Bentuk Anak Jadi Generasi Berani
Dukung PP Tunas, Betadine Hadirkan Bocil Approved Competition Push Bike Race untuk Bentuk Anak Jadi Generasi Berani

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Kehadiran Anak Ternyata Bisa Mengurangi Kebahagiaan Pernikahan
Bagikan:
  • 70 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    70 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 40 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    40 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

  • 25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

    25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

  • 70 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    70 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 40 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    40 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

  • 25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

    25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti