TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

80-90% Kasus Kematian Anak Berujung pada Perceraian

Bacaan 4 menit
80-90% Kasus Kematian Anak Berujung pada Perceraian

Kematian seorang anak adalah tragedi yang tak diinginkan orang tua manapun. Lalu mengapa hal ini dapat mengakibatkan perceraian?

Kematian anak sebabkan perceraian?

Jangan biarkan tragedi berujung pada perceraian!

Jangan biarkan tragedi berujung pada perceraian!

Sudah sepantasnya orang tua pergi mendahului anaknya menuju alam baka. Tapi bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya?

Ya, kematian anak adalah mimpi buruk bagi kita, para orang tua. Entah karena penyakit, kecelakaan, kriminalitas, atau bahkan jika misalnya ia belum sempat dilahirkan dan tiada karena keguguran.

Ironisnya, di saat pasangan yang kehilangan anak karena kematian seharusnya saling mendukung dan menguatkan, banyak di antara mereka gagal melakukannya. Bahkan pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.

Sebuah sumber mengklaim bahwa 80-90% pasangan yang mengalami musibah kematian putra/putri mereka memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dan mengajukan perceraian. Meski pernyataan ini masih diperdebatkan, fakta bahwa kematian anak menjadi sebab utama perceraian cukup mengguncang banyak pihak.

Pukulan besar dalam hidup

perceraian

Saat pasangan suami istri dianugerahi seorang anak, maka mereka akan menyambut kehadirannya dengan penuh suka cita. Hidup menjadi makin berwarna bukan hanya karena kehadiran pasangan, namun juga si buah hati.

Semua daya dan upaya dikerahkan demi kelangsungan hidup Si Kecil, serta kebahagiaannya. Ketika ia tiada, dunia menjadi tidak sama lagi. Dan rutinitas pun juga berubah, tapi bukan ke arah yang lebih baik.

Saya masih ingat betapa Bibi saya sangat terpukul ketika putranya, saudara sepupu saya, meninggal di usia 6 tahun karena penyakit jantung yang dideritanya saat lahir. Kini setelah menjadi ibu, saya pun memahami bahwa kematian anak tidak hanya merenggut kebahagiaan para orang tua, namun juga alasan mereka untuk hidup.

Orang tua telah hafal pada jam berapa anak harus makan, film kartun kesukaan mereka dan pada jam berapa mereka biasa bermain. Setelah kepergiannya, orang tua tak tahu lagi bagaimana harus menggunakan energi dan kepada siapa harus mencurahkan perhatian serta kasih sayang mereka.

Terperangkap dalam duka

perceraian

Kekosongan yang tiba-tiba dalam rumah seharusnya disikapi dengan upaya saling mendukung dari kedua belah pihak. Akan tetapi yang sering kali terjadi adalah, baik suami maupun istri, saling menjauh karena rasa duka yang teramat dalam membuat mereka terpuruk sehingga tak bisa bangkit bahkan demi pasangan masing-masing. Dan inilah yang akhirnya akan membawa pernikahan berujung pada perceraian.

Sebelum hal terburuk terjadi, sangat disarankan agar suami istri segera mencari bantuan. Mereka dapat meminta nasihat dari seseorang yang dipercaya seperti penasihat pernikahan, penasihat spiritual/keagamaan, atau anggota keluarga dan sahabat di saat-saat seperti ini.

‘Mengapa?’

Orang tua yang belum dapat menerima kenyataan pahit bahwa anak mereka telah meninggal akan berusaha mencari penjelasan mengapa nasib malang menimpa mereka. Sayangnya, mereka cenderung menampik jawaban-jawaban yang masuk akal, dan hanya menerima jawaban yang ingin mereka dengar.

Oleh karena itu bukan tidak mungkin orang tua malah terlibat pertengkaran terus menerus setelah kepergian anak, karena saling mencari kesalahan satu sama lain. Bisa ditebak, perceraian akan diputuskan sebagai jalan penyelesaian karena pasangan telah tak tahan dengan pertengkaran berkepanjangan.

Jika kematian anak terjadi akibat keteledoran orang tua, misalnya kecelakaan, ada baiknya pasangan saling mengakui dan memaafkan kesalahan itu. Memang benar kepergian anak tak akan tergantikan, namun pengakuan dan permaafan akan membuat hati kita terasa lebih lapang.

You’ll never walk alone

perceraian

Satu hal yang pasti, perceraian yang terjadi setelah meninggalnya anak membuktikan satu hal. Yaitu bahwa tragedi itu bukanlah satu-satunya penyebab utama perceraian, melainkan karena pernikahan sudah tidak kokoh sejak pertama kali dilangsungkan.

Bisa saja pasangan sudah saling menyimpan api dalam sekam sejak masa awal pernikahan, dan menjadikan anak sebagai alasan untuk bertahan. Ketika anak telah tiada, maka hilanglah pula alasan mereka untuk tetap bersama dan terjadilah perceraian.

Padahal, sebuah tragedi kehilangan sudah cukup menyakitkan. Mengapa harus menambah pedihnya luka itu dengan perpisahan?

Tak ada yang dapat dilakukan orang tua yang berduka, selain doa-doa kepada Yang Kuasa dan penerimaan terhadap kenyataan. Setelah itu, pasangan masih harus melangkah dan melanjutkan hidup. Ini hanya bisa dilakukan jika suami dan istri sama-sama menguatkan hati agar dapat menerjang badai yang menghalangi perjalanan selanjutnya.

 

Ref: Does the death of a child lead to divorce?

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Baca juga artikel menarik lainnya:

12 Tips yang Membuat Pernikahan Langgeng dan Bahagia

12 Perbedaan Pria dan Wanita

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • 80-90% Kasus Kematian Anak Berujung pada Perceraian
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti