Sariawan tidak kunjung sembuh? Waspada gejala kanker tenggorokan!

lead image

Sariawan merupakan masalah rongga mulut yang umum terjadi. Namun, bagaimana jika sariwan tidak kunjung sembuh, mungkinkah itu tanda kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Sebab, kanker jenis ini kerap tidak disadari gejalanya, sebelum memasuki stadium lanjut.

Dilansir dari Mayo Clinic, kanker tenggorokan merupakan pertumbuhan massa kanker pada bagian tenggorokan (faring), kotak suara (laring) atau amandel. Tanda dan gejala kanker ini dapat meliputi:

  • Batuk
  • Perubahan suara, seperti suara serak atau tidak berbicara dengan jelas
  • Kesulitan menelan
  • Sakit telinga
  • Benjolan atau luka (seperti sariawan) yang tidak kunjung sembuh
  • Sakit tenggorokan
  • Penurunan berat badan.

Penyebab kanker di dalam tenggorokan yang harus dihindari

kanker tenggorokan

Kanker terjadi ketika sel-sel di tenggorokan Anda mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali, sel-sel abnormal tersebut juga tidak bisa mati (sel sehat biasanya akan mati dalam kurun waktu tertentu). Sel-sel yang terakumulasi dapat membentuk tumor di tenggorokan Anda.

Sayangnya, penyebab mutasi sel tenggorokan masih belum diketahui secara pasti. Tetapi dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan.

Dilansir dari Healthline, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker termasuk:

  • Penggunaan tembakau, termasuk merokok dan mengunyah tembakau
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Virus yang ditularkan secara seksual yang disebut human papillomavirus (HPV)
  • Kurang makan buah dan sayuran
  • Penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Artikel terkait: 15 Gejala kanker pada anak yang sering dianggap sepele

Pencegahan kanker di tenggorokan

kanker tenggorokan

Untuk mengurangi risiko kanker pada tenggorokan, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Berhenti merokok atau jangan mulai merokok.

Jika Anda merokok, berhentilah merokok. Jika Anda tidak merokok, jangan pernah mulai merokok. Berhenti merokok mungkin sangat sulit, jadi minta bantuan ahli untuk membantu Anda.

Dokter mungkin memiliki banyak strategi untuk membantu Anda berhenti merokok, misalnya dengan konsumsi obat-obatan, produk pengganti nikotin, dan konseling.

2. Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan.

Batas aman konsumsi alkohol untuk wanita dewasa yang sehat, yaitu satu gelas sehari, dan untuk pria berusia 65 tahun ke bawah, yaitu 2 gelas sehari.

3. Perbanyak konsumsi sayur dan buah

Vitamin dan antioksidan dalam buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker di bagian tenggorokan. Makanlah beragam buah dan sayuran berwarna setiap harinya.

4. Lindungi diri Anda dari infeksi virus HPV

Salah satu penyebab kanker di tenggorokan terjadi karena infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Anda dapat mengurangi risiko HPV dengan membatasi jumlah pasangan seksual Anda, dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga:

Kisah survivor kanker, begini cara mereka ingin diperlakukan orang lain

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner