TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

Bacaan 4 menit
Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

Kanker paru adalah penyakit dengan angka kasus yang cukup tinggi dan mengkhawatirkan. Penyebab utama dari penyakit ini adalah polusi udara yang disebabkan oleh asap rokok.

Penyakit kanker paru adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Di Indonesia sendiri kasus kanker paru sudah mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian, faktor utama dari penyebab penyakit kanker paru adalah polusi udara akibat asap rokok.

Berdasarkan data yang diperoleh dari GLOBOCAN, penyakit kanker paru menempati peringkat pertama sebagai kanker yang paling mematikan di Indonesia. Di tahun 2018, dari 30.023 kasus kanker paru di Indonesia, 26.095 di antaranya berakhir meninggal dunia.

Dengan kata lain, sekitar 71 orang meninggal setiap harinya karena kanker paru-paru. Penyakit ini perlu diwaspadai lantaran selama lima tahun terakhir kasus kanker paru telah meningkat sebesar 10,85% dan tidak hanya menyerang orang lanjut usia saja, melainkan usia muda juga.

Fakta ini sangat mengkhawatirkan bukan? Oleh karena itu, untuk menghindari efek negatif menjadi perokok pastif,  tidak ada salahnya untuk  memberanikan diri untuk menegur orang yang merokok.

Artikel Terkait: Ini Jenis Kanker Paru yang Paling Banyak Diidap Orang Indonesia, Waspada!

Gejala Kanker Paru yang Seringkali Tak Disadari

Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

Kanker paru sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker paru sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC) dan kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC).

Jenis kanker paru yang terbanyak pada perokok aktif maupun perokok pasif adalah kanker paru bukan sel kecil.

Sel kanker berkembang dalam jaringan saluran nafas (epitel bronkus) dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Tak jarang pula sel kanker ikut menyebar ke organ tubuh lainnya.

Prof. dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K), Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengungkapkan bahwa gejala kanker paru memang sulit dibedakan dengan gejala penyakit paru lainnya.

Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

“Bisa ada gejala batuk lama, batuk darah, sesak nafas, atau nyeri dada. Namun kadang muncul gejala lain, seperti menurunnnya berat badan dan demam yang tidak terlalu tinggi,” jelasnya dalam Webinar bertajuk ‘Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP) Ingatkan Pentingnya Akses Pengobatan untuk Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Paru.

Karena gejala yang muncul tidak khas dan seringkali disalah artikan sebagai gejala penyakit lain. Akhirnya banyak pasien kanker paru baru terdiagnosa ketika mereka sudah berada pada stadium lanjut.

“Bahkan kadang kanker paru itu kanker paru sekunder, yaitu kanker dari organ tubuh lain yang menyebar ke paru. Biasanya, kanker yang sering menyebar ke paru dari organ-organ tertentu seperti kanker payudara, ovarium, serviks, tulang, usus besar, prostat, dan testis,” dr. Elisna menjelaskan.

Kasus Kematian Tertinggi Akibat Kanker Paru Disebabkan oleh Asap Rokok

Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

Salah satu cara untuk menekan kasus kanker paru yang semakin meningkat setiap tahunnya adalah mengendalikan polusi udara yang disebabkan oleh asap rokok.

“Di dalam asap rokok terdapat kandungan berbagai zat karsinogen dan mengotori udara. Akibatnya, orang yang tidak merokok berpotensi menghirup zat-zat karsinogen itu yang dapat menimbulkan berbagai penyakit paru, salah satunya adalah kanker paru,” ungkap dr. Elisna

Menurut penelitian, sedikitnya 80 hingga 90% kematian karena penyakit kanker paru disebabkan oleh asap rokok. Tak hanya perokok aktif, asap rokok ini dapat meracuni perokok pasif atau secondhand smoker.

Di tengah pandemi seperti sekarang ini, masyarakat cenderung takut untuk berkunjung ke rumah sakit guna memeriksakan penyakitnya, termasuk kanker paru. Padahal jika tidak segera mendapatkan penanganan, kondisi pasien bisa memburuk.

“Meskipun di tengah pandemi seperti saat ini, kami para ahli medis berharap para pasien kanker paru tetap mendapatkan akses pengobatan yang terbaik guna menghindari komplikasi lebih lanjut,” papar DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FAPSR, FISR, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok

Artikel Terkait: Merokok atau Tidak, Waspadai 8 Gejala Awal Kanker Paru-Paru Ini!

Pengobatan untuk kanker paru di Indonesia sendiri sudah mengikuti panduan tatalaksana dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang disesuaikan dengan pedoman internasional. Baik proses diagnosa maupun terapi pengobatannya sudah sama dengan standar yang ada di seluruh dunia.

Bulan November 2020 merupakan Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia. Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP) menyelenggarakan kegiatan bersepeda bersama #gowesPARUSEHAT. Olahraga bersepeda sangat berkaitan dengan kesehatan paru-paru dan dalam pelaksanaannya IPKP akan berkolaborasi dengan beberapa publik figur dan penggiat kanker.

“Melalui kegiatan bersepeda bersama #gowesPARUSEHAT, kami juga melakukan kampanye dukungan melalui Kitabisa.com, dimana dukungan yang diterima akan ditujukan bagi penyintas kanker paru yang membutuhkan melalui Rumah Singgah CISC,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum dan Pendiri Cancer Information and Support Center (CISC).

Setelah mengetahui bahwa penyebab utama dari kanker paru adalah polusi udara, sebaiknya Parents yang merokok berpikir kembali untuk melanjutkan kebiasaan tersebut demi kesehatan keluarga. Jika orang dewasa saja memiliki risiko kanker paru yang tinggi akibat asap rokok, bagaimana dengan anak-anak? Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, ya.

Baca Juga:

Bahaya asap rokok untuk bayi dalam kandungan, Bumil wajib tahu!

Pengalaman buruk membuat Indro 'Warkop' dan Melly Goeslaw putuskan berhenti merokok

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Imunoterapi, Terapi Penyembuhan Terkini dan Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Waspada! Penelitian Buktikan Banyak Kematian Akibat Kanker Paru karena Asap Rokok
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti