TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Imunoterapi, Terapi Penyembuhan Terkini dan Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Bacaan 4 menit
Imunoterapi, Terapi Penyembuhan Terkini dan Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Menjadi solusi penyembuhan terkini, seperti apa imunoterapi bagi pasien kanker?

Di antara beragam jenis kanker, kanker paru ditengarai menjadi pembunuh terbesar di Indonesia. Jumlah penderitanya yang terus meningkat membuat dunia kesehatan terus berinovasi, salah satunya imunoterapi untuk kanker sebagai terapi penyembuhan terkini.

Lantas, sejauh apa efektivitas terapi ini untuk pasien?

Apa Itu Imunoterapi untuk Kanker?

Imunoterapi Untuk Kanker

Imunoterapi merupakan jenis pengobatan yang mendorong kinerja sistem kekebalan tubuh agar efektif melawan penyakit, termasuk kanker. Terapi jenis ini dapat memperlambat, menghentikan perkembangan sel kanker, dan mencegah penyebarannya ke organ tubuh lain. Beragam jenis kanker, misalnya kanker paru dapat ditangani dengan pengobatan ini.

“Indonesia adalah negara dengan prevalensi kanker paru tertinggi karena jumlah perokok yang masif, penyakit inilah yang menjadi penyebab kematian nomor satu utamanya bagi kaum pria,” ungkap Dr. Erlang Samoedro, Sp.P, Sekretaris Umum PDPI dalam sharing session *#LUNGTalk: Membuka Harapan Hidup yang Lebih Baik bagi Pasien Kanker Paru dengan Pengobatan Inovatif* beberapa waktu lalu.

Sejauh ini pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi dikenal sebagai pengobatan kanker. Namun, ada kalanya sel kanker sulit ditangani akibat sistem imun tubuh tidak mampu mengenali sel tersebut sebagai benda asing. Bahkan, beberapa sel kanker sangat mirip dengan sel normal sehingga imun tubuh tidak menyerang.

“Kanker ini sangat pintar. Ia memiliki kemampuan untuk lari dari radar sistem imun tubuh kita dan penginderaan imunitas tubuh, sehingga sering tidak terdeteksi oleh sistem imun. Konsep imunoterapi adalah membuat sel-sel imun tubuh kembali mampu mengenali sel kanker dan menjadi aktif menyerang,” imbuh Dr. Sita Laksmi Andarini, PhD, Sp.P(K), Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI dalam kesempatan yang sama.

Mengutip WebMD, pemilihan imunoterapi sebagai penanganan kanker karena alasan berikut:

  • Lebih efektif dibandingkan pengobatan kanker jenis lain, seperti radiasi atau kemoterapi
  • Kinerja imunoterapi lebih cepat dan membantu efektivitas pengobatan lain
  • Efek samping lebih kecil dibanding pengobatan jenis lain
  • Meminimalkan munculnya kanker di masa mendatang, karena imunoterapi memicu kemampuan imun mengingat sel kanker

Imunoterapi Untuk Kanker

Artikel terkait: Kanker nasofaring sering terjadi pada perokok, waspadai gejalanya!

Lantas, apa saja hal yang harus diperhatikan perihal pasien yang ingin menjalani pengobatan imunoterapi?

“Imunoterapi ini efektif untuk diberikan pada pasien kanker paru yang sel tumornya menunjukkan ekspresi PD-L1 lebih dari 50%. Artinya, pasien wajib melakukan pemeriksaan biomarker PDL-1. Kalau kurang dari itu, biasanya dokter akan mengombinasikan dengan kemoterapi yang mana secara keseluruhan memperbaiki kualitas hidup pasien,” ujar Dr. Sita.

Lebih lanjut, Dr. Sita menerangkan bahwa respon lebih baik akan ditunjukkan bergantung jenis kanker yang diderita pasien. “Yang masuk kriteria itu kanker paru dan melanoma, sel merespon lebih baik dengan terapi ini,” tegas Dr. Sita.

Pengalaman Pasien Kanker Paru

Imunoterapi Untuk Kanker

Ida Gultom, salah satu pasien kanker paru membagikan pengalanan saat dirinya menderita penyakit kanker yang sama sekali tak diduganya.

Berawal pada 2019 saat Ida mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Saat memeriksakan diri, dokter menyarankan untuk foto thoraks dan hasilnya ia menderita pneumonia.

“Saat mengetahui hasilnya, dokter mengharuskan saya untuk konsumsi obat TBC selama 2 bulan tetapi tidak ada perubahan padahal sudah kontrol rutin. Akhirnya saya coba ke negeri orang dan biopsi, diketahui saya adenocarcinoma paru lalu disuruh kemo. Tetapi saya memutuskan untuk mencari second opinion,” jelas Ida.

Setelah menemui beberapa dokter, salah satu dokter menyarankan Ida untuk melakukan imunoterapi. Dokter saat itu juga mendorong Ida melakukan MRI disebabkan keluhan sakit kepala yang ia rasakan. Tak diduga, terdapat nodul sebesar 5,3 cm di paru sebelah kanan. Bahkan terdapat belasan sel kanker di otaknya saat hasil MRI nya keluar.

“Saya memutuskan untuk menjalani terapi imuno dan minum 3 macam obat waktu itu, mulai 17 Februari hingga April 2020 itu obat diminum per 3 minggu. Saya ikuti semua perkataan dokter. Puji Tuhan, saat pet scan lagi nodul paru saya mengecil 3 cm dan sel kanker di otak saya sudah bersih.

Bahkan, kemarin akhir Juli saya scan toraks lagi nodulnya sudah mengecil jadi 1,5 cm. Waktu itu memang efek sampingnya kecil di saya, cuma rambut rontok sedikit. Akhirnya, saya ikuti anjuran dokter untuk imunoterapi 2 tahun untuk hasil yang optimal,” urai Ida lagi.

Artikel terkait: 7 Selebriti perempuan penyintas kanker dan tumor payudara, kenali gejalanya ya Bun!

Tak ketinggalan, Ida menyemangati pasien yang tengah berjuang melawan kanker agar tetap semangat dan tidak banyak pikiran. Tak lupa, Ida mengingatkan pentingnya pasien agar proaktif bertanya pada dokter karena kondisi pasien sangat menentukan treatment selanjutnya.

Kendati dinilai lebih cepat memberangus sel kanker, setiap orang tentu memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Dengan demikan, penting untuk mendiskusikan dahulu dengan dokter sebelum melakukan imunoterapi untuk kanker paru merupkan langkah yang bijak.

Parents, semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Penelitian: Suplemen vitamin berdampak negatif terhadap pasien kanker payudara

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Imunoterapi, Terapi Penyembuhan Terkini dan Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti