TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jongkok Setelah Melahirkan Normal, Kapan Bunda Boleh Melakukannya?

Bacaan 5 menit
Jongkok Setelah Melahirkan Normal, Kapan Bunda Boleh Melakukannya?

Sebenarnya, boleh atau tidak ya jongkok setelah melahirkan normal? Adakah risikonya jika Bunda sudah terlanjur melakukannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Setelah persalinan, terutama dengan cara normal, banyak Bunda yang lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan sehari-sehari, seperti duduk, berbaring, berjalan, hingga berjongkok. Berbicara soal berjongkok, sebenarnya boleh nggak, sih, jongkok setelah melahirkan?

Akan tetapi, sebelum membahas lebih lanjut tentang bolehkah jongkok setelah melahirkan, terlebih dahulu kita bahas kondisi yang kerap dialami ibu pasca melahirkan normal. Yakni mengenai bekas jahitan di area vagina yang kerap dialami sejumlah ibu.

Ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dibatasi setelah Bunda melahirkan, karena takut akan berdampak pada bekas jahitan di area vagina. Sebab, melahirkan normal sering meninggalkan bekas jahitan (episiotomi), yakni sayatan yang dibuat di jaringan antara lubang vagina dan anus (perineum).

Artikel Terkait: 5 Cara agar vagina tidak robek saat melahirkan normal

Melahirkan normal

Merawat jahitan bekas melahirkan normal. | Sumber gambar: Shutterstock

Meski demikian, tidak semua ibu yang melahirkan normal akan mendapatkan episiotomi, ini tergantung dengan kondisi Bunda. Namun, jika Bunda mengalami episiotomi, tentu pemulihannya tidak selalu terasa nyaman. Bahkan, bagi beberapa orang, episiotomi menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual setelah berbulan-bulan melahirkan.

Nah, bagi Bunda yang mendapat episiotomi setelah melahirkan normal, tentu harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan merawat luka bekas jahitannya. Jika tidak, bukan tidak mungkin jika episiotomi tersebut akan menimbulkan risiko seperti infeksi.

Apabila Bunda merasakan demam, sakit yang berlebih pada luka bekas jahitan, hingga mengeluarkan cairan seperti nanah, maka sebaiknya segera menghubungi dokter. Sebab, ini bisa menjadi tanda dan gejala infeksi pada bekas episiotomi.

Cara Merawat Luka Episiotomi

Ada beberapa cara sederhana bagi Bunda untuk merawat luka bekas episiotomi, antara lain:

1. Hindari Melakukan Aktivitas yang Berat

Jongkok Setelah Melahirkan Normal, Kapan Bunda Boleh Melakukannya?

Jika Bunda melakukan aktivitas-aktivitas yang berat dan berlebihan, ini bisa memberikan tekanan pada perut Bunda, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di area bekas jahitan di vagina

2. Konsumsi Lebih Banyak Serat

Bunda sudah tahu, kan, jika mengonsumsi cukup serat dapat mencegah terjadinya sembelit atau susah buang air besar? Sembelit terjadi karena kurang mengonsumsi serat sehingga feses terlalu keras.

Jika Bunda mengonsumsi cukup serat, feses akan menjadi lebih lunak. Bunda pun tidak perlu mengejan terlalu lama saat buang air besar, sehingga infeksi atau lecet pada area bekas episiotomi bisa Bunda hindari.

3. Menjaga Kebersihan Area Vagina

Jongkok Setelah Melahirkan Normal, Kapan Bunda Boleh Melakukannya?

Bunda harus selalu menjaga kebersihan area vagina, terutama setelah buang air kecil atau besar. Menjaga kebersihan area vagina penting untuk mencegah berkembangnya kuman.

Lalu, hindari membiarkan area vagina Bunda lembap, karena bisa menjadi sarang kuman. Keringkan area vagina sebelum Bunda memakai celana dalam dan jangan lupa untuk teratur mengganti pembalut saat Bunda masih berada di dalam masa nifas.

Artikel Terkait: Perawatan Vagina Setelah Melahirkan

Benarkah Jongkok setelah Melahirkan Normal Bisa Sebabkan Turun Peranakan?

Bun, pernahkah mendengar prolaps uteri? Melansir dari Mayo Clinic, prolaps uteri atau dikenal dengan turun peranakan adalah suatu kondisi turunnya rahim atau rahim menonjol ke vagina yang terjadi karena otot dasar panggul dan jaringan ikatnya melemah, sehinga tidak bisa menyangga rahim.

Gejala prolaps uteri biasanya meliputi adanya rasa mengganjal di bagian vagina, rongga paggul terasa penuh, tidak nyaman saat berjalan, serta nyeri di punggung bagian bawah.

Prolaps uteri bisa terjadi pada perempuan dari berbagai usia. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan yang telah memasuki masa menopause atau melahirkan normal. Melahirkan normal, terutama melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4 kilogram, dapat meningkatkan risiko terjadinya prolaps uteri pada Bunda.

Jongkok setelah melahirkan normal

Lakukan aktivitas sesuai kondisi Bunda, ya. | Sumber gambar: Shutterstock

Selain itu, faktor genetik, usia tua, kebiasaan merokok, dan melakukan aktivitas fisik yang berlebihan seperti mengangkat beban yang terlalu berat juga dapat berisiko terjadinya prolaps uteri.

Walaupun demikian, perlu dicatat, Bun, bahwa jongkok setelah melahirkan normal tidak langsung menyebabkan prolaps uteri. Hal terpenting adalah Bunda tidak melakukan sesuatu yang mengakibatkan tekanan yang terlalu berat dan berlebihan pada perut.

Artikel Terkait: 7 Tips Merawat Jahitan Setelah Melahirkan Normal Agar Lekas Sembuh dan Tidak Infeksi

Lalu, Kapan Sebenarnya Bunda Boleh Jongkok Setelah Melahirkan Normal?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika Bunda mendapatkan episiotomi setelah persalinan normal, maka Bunda mungkin akan merasakan sakit selama beberapa minggu. Proses pemulihan pasca episiotomi ini berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan Bunda.

Proses pemulihan yang berbeda-beda ini juga menandakan tidak ada acuan tertentu atau patokan khusus tentang kapan sebenarnya Bunda boleh jongkok setelah melahirkan normal. Bunda hanya perlu memerhatikan kenyamanan dan kondisi tubuh Bunda keseluruhan jika ingin jongkok setelah melahirkan.

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

Jika Bunda masih merasa nyeri atau sakit pada luka bekas jahitan (episiotomi), maka jangan memaksakan diri untuk jongkok, termasuk melakukan aktivitas-aktivitas berat yang bisa memberikan tekanan pada perut Bunda.

jongkok setelah melahirkan

Selain menghindari jongkok saat bekas jahitan Bunda masih terasa nyeri, sebaiknya Bunda juga jangan melakukan jongkok terlalu lama, misalnya saat buang air besar. Kenapa, Bun? Sebab jongkok yang terlalu lama bisa menimbulkan tekanan pada area vagina, khususnya pada bagian episiotomi atau bekas jahitan.

Apabila Bunda membiarkan hal ini terjadi, maka bisa menimbulkan rasa nyeri yang parah, sehingga proses pemulihan Bunda setelah melahirkan normal pun akan menjadi lebih lama dari yang seharusnya.

Tetap ingat, Bun, bahwa proses pemulihan setelah melahirkan secara normal membutuhkan perhatian khusus dan waktu yang cukup. Jadi, Bunda sebaiknya sabar menunggu untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang berat.

Demikianlah informasi tentang kapan boleh jongkok setelah melahirkan normal. Semoga bermanfaat untuk Bunda semua.

Baca Juga:

Cara Menghindari Episiotomi, Sayatan Antara Vagina dan Anus Saat Melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Cut Nadia M. Rahmah

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • Jongkok Setelah Melahirkan Normal, Kapan Bunda Boleh Melakukannya?
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti