TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Indonesia Penyumbang Sampah Makanan Terbesar Kedua di Dunia: Stop Sia-siakan Makananmu!

Bacaan 6 menit
Indonesia Penyumbang Sampah Makanan Terbesar Kedua di Dunia: Stop Sia-siakan Makananmu!

Bagaimana mengajari anak supaya tidak menyisakan makanan?

“Kak, itu makanan harus dihabiskan. Sayang itu kalau tidak habis, jadi mubazir. Di luar sana masih banyak anak-anak yamg kesusahan bisa makan 3x sehari dengan makanan bergizi,” ujarku mengingatkan si sulung. “Iya, Ibu. Maaf,” jawab anak pertamaku menanggapi ibunya yang hampir saja membuang lebih banyak sampah makanan di hari itu.

Menyisakan ataupun membuang makanan yang sudah terhidang dan kerapkali kita kurang sukai, tidak boleh dianggap remeh. Dari hal terkecil seperti itu, bisa menjadi permasalahan sosial dengan tumpukan sampah rumah tangga yang kian hari kian menggunung.

Sampah Makanan, Permasalahan Kita Bersama

sampah makanan

Salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ke-12 atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah “Memastikan pola konsumsi dan Produksi yang berkelanjutan”. Melalui salah satu target dari tujuan tersebut diharapkan tahun 2030 dapat mengurangi separuh jumlah dari sampah pangan global per kapita pada tingkat retail dan konsumen dan mengurangi kerugian makanan sepanjang produksi dan rantai penawaran, termasuk kerugian pasca panen.

Rasanya menyedihkan melihat data dari The Economist Intelligence yang mencatat Indonesia sebagai penghasil sampah makanan (food loss and waste/FLW) kedua terbesar di dunia, diapit oleh Arab Saudi di peringkat pertama dan Amerika Serikat pada peringkat ketiga.

Menurut Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Medrilzam, di dalam talk show virtual Low Carbon Development Indonesia (LCDI), Selasa (12/10/2021 ), persentase sampah makanan Indonesia mendominasi 44 persen dari seluruh jenis limbah, yaitu 23-48 juta ton per tahun. Spesifiknya, setiap orang membuat sampah makanan sebanyak 115-185 kg per tahun.

Demikian pula, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) menyebutkan di tahun 2020, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah dan 37,3% sampah di Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga. Berdasarkan jenisnya, 39,8% sampah yang dihasilkan masyarakat berupa sisa makanan. Sampah plastik berada di urutan berikutnya karena memiliki proporsi sebesar 17%.

Artikel terkait: Mudah! 3 Cara Membuat Kompos dari Sisa Makanan dan Kotoran Binatang

Jangan Sia-siakan Pangananmu, Ingat Jerih Payah Petani, Peternak, dan Nelayan

sampah makanan

Problematika sampah dari pasca panen yang berlebihan sepertinya juga menjadi pemikiran dari Baek Jong Won di dalam acara ragam “Delicious Rendezvous” yang memiliki durasi 1 jam lebih dan berjumlah 90 episode. Baek Jong Won diketahui sebagai seorang juru masak, peneliti makanan, dan pengusaha boga yang sering wara-wiri di pelbagai acara masak-memasak di TV Korea Selatan.

Chef Baek tidak sendirian, ia ditemani “Para Penyelamat Panen” seperti Kim Hee Chul “Super Junior”, Yang Se Hyeong, Kim Dong Jun, dan Yoo Byung Jae untuk di Musim I, serta Choi Ye Bin, Coi Won Young, dan Kwak Dong Yeon di Musim II.

Variety show ini berupaya membantu para petani, peternak, dan nelayan. Konsep acara tersebut juga dimaksudkan untuk mengatasi segala kerugian panen atau hasil tangkapan nelayan yang berakibat pula pada merosotnya harga jual hasil panen tersebut. Selain itu, melalui “Delicious Rendezvous” dilakukan pula promosi pangan dengan berkreasi membuat variasi makanan-minuman hingga melakukan upaya penjualan besar-besaran, baik melalui media sosial maupun perusahaan pangan.

Miris rasanya melihat sawi putih yang dihancurkan dengan traktor karena panen yang berlebihan pada episode ke-63. Episode tersebut membahas tentang sawi putih Haenam. Penjualan sawi putih yang menurun drastis, hingga akhirnya memaksa petani untuk membajak panen sawi putih yang berlebihan.

Kondisi itu pun juga terjadi di Indonesia. Dari hasil penelusuran berita di media online, pada bulan Desember 2021 diketahui petani tomat di Kampung Citawon, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur membuang percuma puluhan ton hasil panennya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kekesalan petani karena anjloknya harga jual tomat yang terus menurun.

Pada saat itu, harga tomat hanya Rp 1.500 per kilogramnya. Salah seorang petani tomat asal Kampung Citawon, Uu (60), mengatakan, sebelumnya harga tomat mencapai Rp5 sampai Rp6 ribu per kilogram. Namun, harganya sangat anjlok mencapai Rp1.500 per kilogram.

Adapula kisah 1 tahun lalu, saat viralnya video berurasi 1,5 menit di Januari 2021 yang memperlihatkan aksi peternak telur membuang sejumlah telur ayamnya karena harga jual telur yang murah, namun harga pakan terus naik.

“Terus arep dadi opo peternak. Pakan mundak terus, endog soyo mudun. Dinyang murah. Tak guwak pisan (Terus mau jadi apa peternak. Harga pakan terus naik, harga telur terus turun. Ditawar murah. Saya buang sekalian),” ucap pria berkaus hitam dan berkacamata di dalam video tersebut.

Artikel terkait: Cara pintar memisahkan sampah organik dan sampah anorganik

Kreativitas Mengolah Makanan dan Pilah-pilih Sampah Makanan Bisa Menjadi Alternatif Solusi Mengurangi Sampah Makanan

Indonesia Penyumbang Sampah Makanan Terbesar Kedua di Dunia: Stop Sia-siakan Makananmu!

Salah satu temanku yang bersekolah di jurusan teknologi pangan pernah bercerita ketika dirinya melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kala itu, ia berupaya memberdayakan kelebihan hasil panen tomat dan mengolahnya menjadi “Tomat Kurma”. Tomat Kurma ini adalah tomat yang dijadikan manisan.

Daripada tomat terbuang percuma karena panen berlebih, maka alternatif Tomat Kurma ini juga bisa mencegah tomat membusuk dan masyarakat pun bisa mendapatkan tambahan pendapatan dengan produk olahan pangan tersebut.

Begitu pula kreativitas mengolah makanan bagi anak-anak picky eater terhadap sayuran dan buah. Orang tua bisa menyiasatinya dengan berbagai jenis makanan dengan disisipi sayuran dan buah seperti membuat nugget, otak-otak ayam, maupun bakso/ikan/daging sapi dengan menyisipi berbagai sayuran yang dipotong-potong halus. Untuk buah-buahan juga bisa diolah menjadi berbagai jenis puding, es krim, sehingga bisa mencukupi nutrisi bagi anak-anak yang pemilih makanan.

Terkait limbah pangan di rumah tangga, ibuku pun pernah bercerita, bagaimana Bu RT-nya memberikan informasi terkait penampungan limbah minyak goreng/jelantah di Pos RT/RW di lingkungan sekitar rumah ibu. Jelantah itu akan diolah kembali menjadi bahan bakar sehingga bisa dimanfaatkan kembali.

Artikel terkait: 9 Sampah Dapur Ini Bisa Jadi Pupuk Organik, Bikin Tananam Tumbuh Subur

Memang perkara pilah-pilih sampah di rumah bukanlah suatu hal yang mudah, butuh kemauan dan upaya dari diri sendiri maupun orang-orang yang peduli persoalan pengolahan sampah. Botol-botol plastik di rumah yang sudah tidak dipakai bisa diberikan kepada bank sampah yang ada di lingkungan sekitar rumah ataupun pemulung pengumpul kardus dan botol bekas.

Di sisi lain, kita sendiri pun juga bisa menjadi penyumbang sampah makanan dengan tidak menghabiskan makanan yang sudah terhidang. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menghargai segala jerih payah petani, peternak, nelayan yang susah payah bekerja keras dengan jangan pernah menyia-nyiakan makanan-minuman.

Jangan lupa juga, nikmati makanan-minuman kita dengan baik. Syukuri apa yang telah Tuhan berikan dan makan-minumlah secukupnya demi kesehatan karena masih banyak orang-orang yang kesulitan untuk bisa makan-minum dengan layak.

Ditulis oleh Dwi Handriyani, UGC Contributor theAsianparent.com

Cerita mitra kami
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan

Artikel UGC lainnya:

Mengajarkan Anak tentang Kesederhanaan, Ini Manfaat Bermain Layangan untuk Si Kecil

Nggak Suka Drakor? Inilah 10 Alasan Kenapa Parents Perlu Mencoba Menonton Drakor

Tak Sesuai Espektasi, Ini Pengalamanku Sekolahkan Anak di SD Jepang dan SD Indonesia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Dwi Handriyani

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Makanan & Minuman
  • /
  • Indonesia Penyumbang Sampah Makanan Terbesar Kedua di Dunia: Stop Sia-siakan Makananmu!
Bagikan:
  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

  • 20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

    20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

  • 40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

    40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

  • 20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

    20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

  • 40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

    40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti