Sudah bukan rahasia lagi bahwa ikan adalah makanan yang bagus untuk otak. Sejumlah penelitian pun mengungkap bagaimana konsumsi ikan dapat memengaruhi perilaku dan kognitif anak-anak. Apa saja ikan yang bagus untuk kecerdasan otak anak? Cari tahu faktanya dalam artikel berikut yuk, Mams.
Ikan Apa yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak-anak?
1. Tuna
Tuna termasuk ikan yang bagus untuk perkembangan otak anak. Selain menjadi sumber protein, yodium, selenium, seng, kalsium, vitamin A dan B12 yang baik, tuna merupakan jenis ikan berlemak yang mengandung vitamin D dan lemak Omega-3, termasuk EPA & DHA. Seperti diketahui, omega-3 dapat meningkatkan keterampilan kognitif, termasuk perhatian, daya ingat, dan kemampuan memecahkan masalah.
2. Salmon
salmon dapat menjadi booster yang baik dalam optimalkan perkembangan otak si Kecil
Sebagai jenis ikan yang terkenal dengan istilah ‘nutrisi otak’, salmon dapat menjadi booster yang baik dalam optimalkan perkembangan otak si Kecil. Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang sangat baik untuk pertumbuhan dan fungsi otak. Bahkan, salmon memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi dari tuna.
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi ikan seperti salmon mendapatkan nilai lebih tinggi di sekolah dibandingkan teman sebayanya, walaupun hanya mengonsumsi ikan tersebut hanya sekali dalam seminggu.
3. Ikan Trout
Ikan trout merupakan sumber vitamin B12, protein, dan asam lemak omega-3 yang penting dalam mendukung perkembangan otak si Kecil. Ikan trout juga mengandung vitamin D, yang mendukung pertumbuhan tulang dan sel yang sehat, serta selenium untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Ikan trout adalah anggota famili Salmonidae dan berkerabat dekat dengan salmon. Baik salmon maupun trout adalah ikan berminyak yang direkomendasikan sebagai sumber asam lemak Omega-3 yang sangat baik.
Perbedaan yang lebih signifikan antara salmon dan trout terletak pada kandungan lemaknya. Menurut sebuah jurnal yang dipublikasi dalam National Library of Medicine, kandungan lemak ini juga penting untuk menjaga fungsi otak sepanjang hidup, yang menjaga kesehatan membran sel dan memfasilitasi antar sel otak.
Dalam porsi 100 gram salmon menyediakan 13,4 gram lemak dibandingkan trout budidaya yang mengandung 6,18 gram lemak. Sedangkan dalam hal omega-3, 100 gram salmon menawarkan 1,96 gram asam lemak gabungan DHA dan EPA, sedangkan 100 gram ikan trout hanya menawarkan 0,73 g.
4. Ikan Kembung
Dari segi nutrisi, ikan ini disebut-sebut bersaing dengan ikan salmon. Asam lemak omega-3, EPA, dan DHA dalam ikan kembung berperan penting dalam fungsi kognitif dan perkembangan otak si Kecil.
Selain itu, ikan ini juga mengandung vitamin B12 (kobalamin) yang penting untuk kesehatan sistem saraf, pembentukan sel darah merah, dan replikasi DNA. Vitamin B12 juga memiliki fungsi khusus dalam memproduksi mielin, yaitu membran lemak pelindung yang membungkus saraf di tubuh. Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan disfungsi kognitif dan kerusakan saraf.
Ikan kembung juga mengandung asam amino yang merupakan penyusun protein dan dibutuhkan oleh otak untuk memproduksi neurotransmiter, yaitu pembawa pesan kimiawi tubuh.
5. Ikan Nila
Ikan nila termasuk ikan yang bagus untuk kecerdasan otak anak.
Ikan nila juga dinilai sebagai ikan yang lebih rendah merkuri, tinggi protein, dan kaya akan nutrisi penting untuk pertumbuhan si Kecil. Perlu diketahui, ikan nila mengandung banyak vitamin B12, nutrisi penting untuk perkembangan otak yang sehat.
Ikan ini juga tinggi selenium, yang mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, serta menyediakan vitamin D, nutrisi penting pembentuk tulang dan mendukung perkembangan fungsi otak si Kecil.
6. Ikan Sarden
Sarden kaya akan protein dan lemak, termasuk asam lemak omega-3 esensial. Sarden juga mengandung kalsium, kolin, zat besi, selenium, seng, dan vitamin B6, B12, D, E, dan K. Nutrisi ini mendukung pertumbuhan si Kecil, energi, dan perkembangan otak serta fungsi kekebalan tubuh, kepadatan tulang, dan banyak lagi.
7. Ikan Teri
Asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam ikan teri, khususnya EPA dan DHA, dianggap penting untuk perkembangan dan fungsi otak yang optimal. Lemak sehat ini merupakan komponen struktural vital sel otak, membantu menjaga integritas dan fluiditas membran saraf. Lemak ini juga mendukung transmisi sinyal listrik antar neuron, memfasilitasi komunikasi yang efisien di dalam otak.
Omega-3 dalam ikan teri juga telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kognitif bagi anak-anak. Studi menunjukkan bahwa asupan omega-3 yang memadai berkaitan dengan peningkatan daya ingat, perhatian, dan kemampuan belajar pada si Kecil. Asam lemak ini membantu meningkatkan neuroplastisitas, kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru, yang krusial untuk mendukung perkembangan keterampilan kognitif si Kecil yang pesat.
Penelitian yang sedang berkembang juga menunjukkan bahwa omega-3 dalam ikan teri dapat berperan terhadap gangguan perkembangan saraf tertentu, seperti gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD). Anak-anak dengan ADHD sering menunjukkan defisiensi asam lemak omega-3, dan suplementasi dengan DHA dan EPA yang terbukti dapat membantu meringankan gejala seperti kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif.
Dengan menambahkan ikan teri ke dalam menu makan si Kecil, Mams dapat membantu memastikan otak si Kecil menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk berkembang.
Secara keseluruhan, kandungan omega-3 yang tinggi pada ikan teri menjadikannya tambahan yang baik untuk menu makan si Kecil, karena asam lemak esensial ini sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, fungsi kognitif, dan kesehatan mental yang optimal.
Makan Nutrisi Apa Biar Otak Anak Cerdas?

- Asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 yang juga terkandung dalam ikan ini penting untuk menjaga kesehatan otak si Kecil. Kadar asam lemak omega-3 yang rendah dalam darah telah dikaitkan dengan percepatan penuaan otak, termasuk gejala seperti kehilangan memori dan gangguan kognitif.
- DHA dan EPA. Sumber lemak sehat yang baik seperti asam dokosaheksaenoat (DHA) yang juga terdapat dalam ikan penting untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan anak. Dari semua asam lemak yang terdapat di otak, DHA yang ditemukan dalam jumlah tinggi, berperan penting dalam membran sel di jaringan otak, dan juga penting untuk kesehatan saraf, serta membantu sinyal otak mengalir lancar ke seluruh tubuh. Selain itu, EPA juga sangat penting untuk fungsi kesehatan otak dan proses metabolisme.
- Selenium. Aktivitas antioksidan selenium dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif.
- Vitamin B-12. Sebuah penelitian mengungkap bahwa vitamin B-12 sangat penting untuk perkembangan otak, mielinisasi saraf, dan fungsi kognitif. Status vitamin B-12 si Kecil yang tidak memadai selama usia dini dikaitkan dengan dampak kesehatan anak yang merugikan, termasuk gangguan perkembangan kognitif.
- Vitamin D. Selain sangat penting untuk tulang dan gigi serta sistem kekebalan tubuh, vitamin D juga bagus untuk kesehatan otak serta mengendalikan peradangan. Vitamin D memengaruhi pertumbuhan neuron dan fungsi otak, yang penting untuk proses perkembangan otak si Kecil.
- Vitamin B6 dan Folat. Vitamin-vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Vitamin penguat otak untuk si Kecil ini membantu dalam segala hal, mulai dari daya ingat hingga pengaturan suasana hati.
- Vitamin E. Vitamin ini bertindak sebagai antioksidan yang kuat, melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif dan kerusakan, sehingga mendukung kesehatan kognitif secara keseluruhan.
- Sphingomyelin (SM) mendukung mielinisasi otak, suatu proses yang erat kaitannya dengan pematangan kognitif. Dikutip dari sebuah jurnal, kadar Sphingomyelin yang lebih tinggi secara signifikan dikaitkan dengan tingkat perubahan yang lebih tinggi dalam perkembangan verbal, dalam dua tahun pertama kehidupan.
- Fosfolipid. Fosfolipid dan gangliosida dalam makanan dapat meningkatkan pembelajaran spasial dan memengaruhi pertumbuhan serta komposisi otak. Artinya, penambahan fosfolipid dapat memengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan beberapa aspek kognisi.
- Kolin. Kolin adalah nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak. Penelitian menyebutkan, menambahkan kolin ke dalam menu makan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan dapat mendukung perkembangan otak, melindungi dari kerusakan sel saraf, dan meningkatkan fungsi kognitif
Para ilmuwan menyoroti betapa pentingnya asam lemak yang ditemukan dalam ikan untuk kesehatan otak, mata, dan jantung. Jadi, si Kecill perlu mendapatkan sumber omega-3 tambahan dari makanannya sehari-hari. Untuk menghindari hilangnya manfaat nutrisi ini, si Kecil direkomendasikan untuk mengonsumsi ikan dalam porsi kecil 1 hingga 2 kali seminggu.

S-26 Procal GOLD Multilearn Connect dengan Most Advanced Formulation dari Wyeth Nutrition, terdiri dari kandungan gizi yang teruji klinis seperti Spingomielin, Fosfolipid, AA, DHA, Omega 3 & 6, serta 15 vitamin dan 9 mineral penting lainnya.
S-26 Procal GOLD optimalkan proses Mielinasi untuk mempercepat proses penyerapan informasi si Kecil sehingga mendukung Belajar Hebat si Kecil.
Dukung perkembangan otak dan proses belajar si Kecil dengan nutrisi yang tepat yaitu S-26 Procal GOLD dan stimulasi yang tepat dengan Multilearn, agar ia tumbuh hebat di masa kini maupun masa depan. #SemuaBisaJadiHebat
Nel, L., Emmett, P.M., Golding, J. et al. Seafood intake in children at age 7 years and neurodevelopmental outcomes in an observational cohort study (ALSPAC). Eur J Nutr 64, 120 (2025). doi.org/10.1007/s00394-025-03636-7
Health Benefits of Fish
www.webmd.com/diet/health-benefits-fish
Liu C, Ralston NVC. Seafood and health: What you need to know? Adv Food Nutr Res. 2021;97:275-318. doi: 10.1016/bs.afnr.2021.04.001. Epub 2021 May 6. PMID: 34311902.
Healthy Fish Choices for Kids
www.healthychildren.org/English/safety-prevention/all-around/Pages/Protecting-Your-Children-From-Contaminated-Fish.aspx
Henjum S, Lilleengen AM, Aakre I, Dudareva A, Gjengedal ELF, Meltzer HM, Brantsæter AL. Suboptimal Iodine Concentration in Breastmilk and Inadequate Iodine Intake among Lactating Women in Norway. Nutrients. 2017 Jun 22;9(7):643. doi: 10.3390/nu9070643. PMID: 28640217; PMCID: PMC5537763.Tuna Health Benefits – Fresh Tuna vs Canned Tuna
www.healthxchange.sg/food-nutrition/food-tips/tuna-health-benefits-fresh-versus-canned
Kim JL, Winkvist A, Aberg MA, Aberg N, Sundberg R, Torén K, Brisman J. Fish consumption and school grades in Swedish adolescents: a study of the large general population. Acta Paediatr. 2010 Jan;99(1):72-7. doi: 10.1111/j.1651-2227.2009.01545.x. PMID: 19817726.
Top 10 Brain Foods for Children
www.webmd.com/parenting/features/brain-foods-for-children
Trout
solidstarts.com/foods/trout/?hcUrl=%2Fen-US
Trout vs salmon – everything you need to know about two nutritional powerhouses
asc-aqua.org/blog/trout-vs-salmon-everything-you-need-to-know-about-two-nutritional-powerhouses/
Is Catfish Healthy? Nutrients, Benefits, and More
www.healthline.com/nutrition/is-catfish-healthy#nutrients
Catfish
solidstarts.com/foods/catfish/?hcUrl=%2Fen-US
Sardines
solidstarts.com/foods/sardines/?hcUrl=%2Fen-US
Omega-3 Fatty Acids: An Essential Contribution
nutritionsource.hsph.harvard.edu/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/omega-3-fats/
Fontani, G., Corradeschi, F., Felici, A., Alfatti, F., Migliorini, S. and Lodi, L. (2005), Cognitive and physiological effects of Omega-3 polyunsaturated fatty acid supplementation in healthy subjects. European Journal of Clinical Investigation, 35: 691-699. doi.org/10.1111/j.1365-2362.2005.01570.xRichardson AJ. Omega-3 fatty acids in ADHD and related neurodevelopmental disorders. Int Rev Psychiatry. 2006 Apr;18(2):155-72. doi: 10.1080/09540260600583031. PMID: 16777670.Anchovies For Children’s Health
Anchovies For Children’s Health
Calderón-Ospina CA, Nava-Mesa MO. B Vitamins in the nervous system: Current knowledge of the biochemical modes of action and synergies of thiamine, pyridoxine, and cobalamin. CNS Neurosci Ther. 2020; 26: 5–13. doi.org/10.1111/cns.13207
Baca Juga:
Berapa Batas Asupan Gula Harian Anak? Cek Risiko dan Cara Membatasi Asupan Gula Berlebih
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.