TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Bacaan 3 menit
Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Ia dijuluki sebagai anak kupu-kupu. Karena kulitnya sangat rapuh dan mudah terkelupas, yang membuatnya selalu kesakitan. Ia harus menanggung derita penyakit kulit ini seumur hidup.

Si anak kupu-kupu, sebutan itu didapatkan oleh Jonathan Pitre, remaja asal Kanada yang menderita penyakit kulit langka bernama epidermolysis bullosa (EB). 

Julukan anak kupu-kupu yang sekilas terdengar indah, ternyata adalah hal menyakitkan yang harus ditanggung oleh Jonathan sampai ia dewasa nanti.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Penyakit bawaan lahir ini, membuat kulitnya jadi sangat rentan terkelupas dan sobek. Kerapuhan kulit bagai sayap kupu-kupu inilah yang membuat ia mendapat julukan tersebut.

“Mimpiku tak muluk-muluk. Aku ingin, suatu hari aku bisa terbebas dari rasa sakit ini,” kata Jonathan pada TSN Tube.

Saat masih bayi, kulitnya yang rapuh sudah mulai banyak yang memerah dan tampak lecet. Padahal ia tak sedang melakukan aktivitas ekstrim apapun.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Kondisinya semakin parah ketika kulit yang awalnya tampak lecet tersebut, perlahan mulai mengelupas. Setiap kali kulitnya mengelupas, ia merasakan sakit bagai teriris pisau.

Karena kondisinya tersebut, ia tak dapat bermain ke luar. Namun, ibunya pernah memberi kesempatan padanya untuk mencoba bermain di lapangan Hoki, karena Jonathan sangat menggemari olahraga tersebut.

Siksaan saat melepas dan memasang perban

Untuk menutupi luka terbuka akibat kulit yang terkelupas ini, ia harus diperban. Perban tersebut harus dilepas satu persatu saat mandi dan diganti setelahnya.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Setiap detik kehidupan yang  dijalani anak kupu-kupu ini, dipenuhi oleh  rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Mulai dari kaki hingga kepala.

Bahkan, aktifitas melepaskan perban juga merupakan hal yang menyakitkan baginya. Namun, yang ia rasakan ini baru permulaan. Karena ia masih harus masuk ke tahap rasa sakit berikutnya, yakni mengoleskan obat dan memasang perban.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

“Hal yang paling sulit bagiku ialah, melihat anakku kesakitan saat melepas dan memasang perbannya. Ia sering memintaku untuk berhenti merawatnya, karena ia sudah tak tahan lagi dengan sakitnya. Tapi tidak. Aku tidak akan berhenti,” ungkap Tina, sang ibu.

Hingga kini, belum ada obat maupun perawatan khusus untuk dapat menyembuhkannya. Perawatan yang ada hanya berguna untuk mencegah terjadinya iritasi dan rasa sakit yang mendera seluruh tubuh.

Pemerintah Ottawa di Kanada sudah mengupayakan bantuan untuk pengobatan anak kupu-kupu ini. Penggalangan dana pun sudah dilakukan agar dapat membuat kondisi Jonathan lebih baik. Namun, perjalanannya masih panjang.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Pada 2016 lalu, ia menghentikan kemoterapinya. Bukan karena kondisinya lebih baik, tapi saat ini ia mencari alternatif pengobatan yang lain sambil terus menginspirasi orang lain agar terus berjuang dan tidak menyerah seperti dirinya.

Dokter menyatakan bahwa, pada umumnya pasien EB hanya hidup sampai usia 3o tahun. Mereka juga mengalami kelambatan perkembangan dan tak dapat menyerap makanan dengan sempurna.

Mayo Clinic mencatat bahwa kondisi EB juga berdampak pada kerusakan gigi, kerontokan rambut, sulitnya menelan makanan, dan sebagainya. Nyaris tak ada hal yang membuatnya bebas dari rasa sakit ini.

Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

“Aku ingin Jonathan tahu bahwa kami berjuang untuknya sampai akhir,” tutur ibunya yakin.

Semoga cepat berkurang sakitmu, Jonathan…

 

Baca juga:

Terlahir dengan Dua Wajah, Bayi ini Dianggap Pembawa Berkah dan Reinkarnasi Dewa

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti