TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Penelitian: Ibu Hamil yang Kurang Tidur Berisiko Terkena Diabetes

Bacaan 3 menit
Penelitian: Ibu Hamil yang Kurang Tidur Berisiko Terkena Diabetes

Sebuah Studi yang dilakukan di Singapura baru-baru ini menemukan fakta bahwa ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam berisiko lebih tinggi terkena gestational diabetes mellitus (GDM).

Saat hamil, memang seharusnya Bunda lebih banyak istirahat dan tidur. Jika tidak, risiko kesehatan dan komplikasi bisa menghantui.

Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa ibu hamil yang tidur kurang dari enam jam setiap hari, berisiko dua kali lebih tinggi terkena gestational diabetes mellitus (GDM), dibandingkan mereka yang tidur selama 7 hingga 8 jam.

Artikel terkait: Mengenal Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Fakta ini ditemukan oleh studi yang dilakukan GUSTO (Growing Up in Singapore Towards Healthy Outcomes). Meski GDM menghilang setelah bayi lahir, masalah yang ditimbulkannya tetap ada.

Satu dari 10 wanita yang memiliki GDM menderita diabetes lima tahun setelah melahirkan. Tiga dari empat bayi yang lahir dari ibu GDM juga beresiko terkena diabetes atau obesitas saat dewasa.

Studi ini merekrut 1.247 pasien di KK Women’s and Children Hospital (KKH) dan The National University Hospital (NUH), dalam rentang waktu Juni 2009 dan September 2010.

Studi yang dipublikasikan di Jurnal SLEEP ini, menyarankan untuk memperhatikan waktu tidur para ibu hamil untuk mengurangi risiko GDM.

Diabetes adalah salah satu penyakit yang sedang menjadi perhatian di Asia, karena jumlah penderitanya semakin meningkat. GDM yang didiagnosa berdasarkan tingginya glukosa dalam darah, adalah satu masalah kesehatan yang sering terjadi selama masa kehamilan.

Tingginya tingkat glukosa dalam darah selama hamil bisa memicu komplikasi yang berdampak pada bayi, seperti lahir prematur, birth trauma, tekanan darah tinggi pada ibu, proses persalinan yang sulit, juga meningkatnya risiko ibu dan bayi meninggal.

Tidur adalah salah satu faktor yang diidentifikasi memengaruhi metabolisme glukosa. Beberapa studi menunjukkan bahwa waktu tidur yang singkat adalah faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Beberapa studi juga memeriksa kaitan antara tidur dan risiko GDM, khususnya pada populasi penduduk di Asia. Kurangnya waktu tidur bisa meningkatkan risiko GDM pada wanita-wanita Asia, yang sudah memilki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita dari ras kaukasia.

Para peneliti di GUSTO memberikan kuesioner para 686 wanita hamil dan memeriksa kadar glukosa mereka di minggu ke 26 dan 28 kehamilan. 19% wanita hamil (atau 131 orang) yang diukur kadar glukosanya didiagnosa mengalami GDM.

Para peneliti juga menemukan, waktu tidur yang singkat meningkatkan risiko GDM. Hal ini diketahui setelah menyesuaikan beberapa faktor seperti usia, indeks massa tubuh, dan sejarah GDM dalam keluarga.

Menariknya, frekuensi GDM ditemukan paling tinggi (sekitar 27.3%), pada perempuan yang melaporkan mereka tidur kurang dari enam jam setiap malam. Dan frekuensi terendah (seitar 16.8%) ditemukan pada perempuan yang melaporkan mereka tidur antara 7 hingga 8 jam setiap malam.

Prof. Gooley dari Departemen Neuroscience and Behavioral Disorders di Duke NUS menyatakan, “Hasil dari penelitian kami meningkatkan kemungkinan bahwa kebiasaan tidur yang baik, mengurangi risiko hyperglycemia dan GDM. Studi ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik, tentang bagaimana menghindari potensi penyakit serius pada ibu hamil dan bayinya.”

Jadi Bunda, saat Anda hamil usahakan memiliki waktu tidur yang cukup. Hal ini demi menghindari komplikasi kesehatan yang bisa terjadi pada Bunda dan bayi.

Apabila Bunda mengalami kesulitan tidur karena kondisi tak nyaman selama kehamilan, cobalah melakukan beberapa metode relaksasi dan pijatan kehamilan, untuk membantu Bunda rileks dan memiliki waktu tidur yang lebih panjang.

 

Referensi: news.nus.edu.sg, nusmedicine.edu.sg, news.medical.net

Baca juga:

Begini Posisi Tidur yang Baik dan Nyaman untuk Ibu Hamil

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Penelitian: Ibu Hamil yang Kurang Tidur Berisiko Terkena Diabetes
Bagikan:
  • Mens 2 Kali Sebulan Apakah Tanda Hamil? Ini Faktanya!

    Mens 2 Kali Sebulan Apakah Tanda Hamil? Ini Faktanya!

  • Sakit di Bawah Perut di Atas Kemaluan Apakah Tanda Hamil? Cek!

    Sakit di Bawah Perut di Atas Kemaluan Apakah Tanda Hamil? Cek!

  • Sering Buang Air Kecil Apakah Tanda Hamil? Ini Jawabannya!

    Sering Buang Air Kecil Apakah Tanda Hamil? Ini Jawabannya!

  • Mens 2 Kali Sebulan Apakah Tanda Hamil? Ini Faktanya!

    Mens 2 Kali Sebulan Apakah Tanda Hamil? Ini Faktanya!

  • Sakit di Bawah Perut di Atas Kemaluan Apakah Tanda Hamil? Cek!

    Sakit di Bawah Perut di Atas Kemaluan Apakah Tanda Hamil? Cek!

  • Sering Buang Air Kecil Apakah Tanda Hamil? Ini Jawabannya!

    Sering Buang Air Kecil Apakah Tanda Hamil? Ini Jawabannya!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2025. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti