TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ibu Hamil dengan Komorbid Harus Lebih Waspada Infeksi COVID-19

Bacaan 4 menit
Ibu Hamil dengan Komorbid Harus Lebih Waspada Infeksi COVID-19

Ibu hamil yang memiliki komorbid berisiko memburuk kondisinya apabila terpapar COVID-19. 

Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Salah satu yang rentan terinfeksi COVID-19 adalah ibu hamil. Risiko perburukan ini akan semakin meningkat ketika ibu hamil memiliki penyakit bawaan yang jadi komorbid seperti diabetes hingga serangan jantung. Lalu, bagaimana penanganan yang tepat bagi ibu hamil dengan komorbid? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Risiko Terinfeksi COVID-19 pada Ibu Hamil dengan Komorbid

ibu hamil dengan komorbid

Sumber: iStockphoto

Pandemi COVID-19 masih terus menghantui masyarakat di Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga lansia bisa terjangkit Virus Corona dengan gejala sedang hingga berat. Pada ibu hamil yang memiliki komorbid, risiko perburukannya bisa meningkat hingga dua kali lipat. 

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Irwan Taufiqur Racman. Ia mengatakan, ibu hamil yang memiliki komorbid berisiko lebih besar kondisinya memburuk apabila terpapar COVID-19. 

Oleh sebab itu, ia menyarankan perempuan dengan komorbid supaya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. 

“Calon ibu yang memiliki komorbid disarankan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter, sehingga dapat mengoptimalkan kondisi sebelum merencanakan kehamilan,” kata Irwan, mengutip dari Kompas.com.   

Adapun penyakit penyerta yang dihitung komorbid di antaranya diabetes, hipertensi, obesitas, kanker, serangan jantung, dan penyakit paru kronik. Perempuan yang memiliki riwayat penyakit tersebut agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama pandemi COVID-19. Termasuk juga memperhitungkan risiko COVID-19 pada ibu hamil.

Artikel terkait: Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil Sudah Boleh Dilakukan, Simak Prosedur dan Syaratnya

Bumil Harus Jaga Kesehatan Tubuh dan Janin

ibu hamil dengan komorbid

Sumber: iStockphoto

Kasus COVID-19 yang masih fluktuatif patut disikapi dengan penuh kewaspadaan oleh ibu hamil. Protokol kesehatan 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas wajib diterapkan selama pandemi. 

Tidak hanya itu saja, ibu hamil yang memiliki komorbid juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin yang telah diresepkan oleh dokter. Vitamin ini bisa diperoleh dari suplemen yang disarankan oleh dokter ataupun dari makan-makanan bergizi seperti buah dan sayur. 

Selain itu, ibu hamil yang memiliki komorbid juga dianjurkan untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19. Vaksin terbukti mengurangi risiko perburukan apabila suatu saat terinfeksi Virus Corona. Kementerian Kesehatan juga telah menyetujui bahwa ibu hamil boleh divaksin COVID-19. 

Irwan menekankan pentingnya menjaga kesehatan terutama bagi ibu hamil yang telah memasuki trimester kedua dan ketiga. Pasalnya, bila ibu hamil yang memiliki komorbid terkena COVID-19 di usia trimester kedua dan ketiga, maka risiko menggunakan alat bantu oksigen lebih besar. 

“Terutama ibu hamil yang memasuki trimester kedua sampai awal trimester ketiga. Kemungkinan memerlukan terapi oksigen lebih tinggi dibandingkan pada wanita yang tidak hamil,” ujarnya, mengutip dari Kompas.com.

Artikel terkait: Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Ibu Hamil dengan Komorbid Perlu Lebih Waspada Gejala COVID-19

ibu hamil dengan komorbid

Sumber: iStockphoto

Selain merencanakan kehamilan dengan matang dan menjaga kesehatan tubuh, ibu hamil terutama yang memiliki komorbid juga diminta lebih waspada dengan gejala COVID-19. Biasanya, ibu hamil tanpa komorbid hanya mengalami gejala ringan hingga sedang saat terpapar COVID-19. 

Gejalanya meliputi demam, batuk, nyeri telan, anosmia, atau kesulitan bernapas. Jika ibu hamil mengalami gejala ini maka perlu segera memeriksakan diri ke layanan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

Untuk mencegah kondisi memburuk, Irwan pun meminta agar calon ibu telah mendapatkan vaksinasi secara lengkap sebelum memutuskan untuk hamil di masa pandemi. Ia juga menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi asam folat minimal 1 tablet setiap hari selama 2 bulan. 

“Sebaiknya, sebelum kehamilan calon ibu sudah melakukan vaksinasi COVID-19 secara lengkap, dan mengonsumsi asam folat minimal 1 tablet per hari selama dua bulan,” kata Irwan.

Artikel terkait: Berapa Biaya Tes TORCH dyang Wajib Dilakukan Parents? Ini Rinciannya!

Apabila terpapar COVID-19, ibu hamil dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah selama minimal 10 hari atau 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala. Sedangkan, untuk ibu hamil dengan gejala sedang hingga berat, sebaiknya dirawat di RS supaya mendapat pengobatan dari tenaga medis yang mampu merawat ibu dan bayi.

Parents, demikian informasi terkait perawatan COVID-19 pada ibu hamil dengan komorbid. Pandemi COVID-19 masih belum usai, segera vaksin bila ada kesempatan dan jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan dengan disiplin!

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Jika Parents ingin berdiskusi seputar pola asuh, keluarga, dan kesehatan serta mau mengikuti kelas parenting gratis tiap minggu bisa langsung bergabung di komunitas Telegram theAsianparent.

Baca juga:

Kabar Gembira! POGI Izinkan Ibu Hamil Divaksinasi COVID-19, Ini Syaratnya!

Screening COVID-19 pada Ibu Hamil, Kapan Harus Dilakukan dan Bagaimana Prosedurnya?

Cerita mitra kami
Biar Tidak Mubazir, Ini Tips Membeli Perlengkapan Bayi Baru Lahir
Biar Tidak Mubazir, Ini Tips Membeli Perlengkapan Bayi Baru Lahir
4 Daftar Perlengkapan yang Perlu Dimiliki Bumil di Trimester 3 Kehamilan, Cek!!
4 Daftar Perlengkapan yang Perlu Dimiliki Bumil di Trimester 3 Kehamilan, Cek!!
5 Cara Pintar Belanja Keperluan Bayi Agar Keuangan Tetap Aman
5 Cara Pintar Belanja Keperluan Bayi Agar Keuangan Tetap Aman

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Trimester Ketiga
  • /
  • Ibu Hamil dengan Komorbid Harus Lebih Waspada Infeksi COVID-19
Bagikan:
  • Rata-Rata Ibu Hamil Melahirkan pada Usia Kehamilan Berapa Minggu? Ini Penjelasannya

    Rata-Rata Ibu Hamil Melahirkan pada Usia Kehamilan Berapa Minggu? Ini Penjelasannya

  • Bacaan Doa 7 Bulan Kehamilan yang Bisa Parents Panjatkan

    Bacaan Doa 7 Bulan Kehamilan yang Bisa Parents Panjatkan

  • 9 Penyebab Air Ketuban Sedikit, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

    9 Penyebab Air Ketuban Sedikit, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

  • Rata-Rata Ibu Hamil Melahirkan pada Usia Kehamilan Berapa Minggu? Ini Penjelasannya

    Rata-Rata Ibu Hamil Melahirkan pada Usia Kehamilan Berapa Minggu? Ini Penjelasannya

  • Bacaan Doa 7 Bulan Kehamilan yang Bisa Parents Panjatkan

    Bacaan Doa 7 Bulan Kehamilan yang Bisa Parents Panjatkan

  • 9 Penyebab Air Ketuban Sedikit, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

    9 Penyebab Air Ketuban Sedikit, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti