TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Bacaan 4 menit
Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Penelitian baru menunjukkan bahwa ibu hamil bisa transfer antibodi COVID-19 kepada janinnya. Seperti apa penjelasannya?

Ibu hamil yang terinfeksi virus Corona ternyata dapat transfer antibodi COVID-19 kepada janin yang dikandungnya. Hal ini diungkapkan melalui sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Association’s JAMA Pediatrics pada 29 Januari 2021.

ibu hamil transfer antibodi COVID-19

Image: Freepik

Ini adalah studi yang sama yang juga mengungkapkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 yang menyerang ibu hamil tidak menginfeksi janinnya.

Artikel Terkait: Kasus Stillbirth Melonjak Saat Pandemi, Penelitian Ini Ungkap Faktanya

Ibu Hamil Transfer Antibodi COVID-19

Melansir dari CTV News, semakin lama jangka waktu antara seorang ibu tertular virus dengan waktu kelahiran bayinya, maka jumlah antibodi yang ditransfer juga akan semakin besar.

“Semakin lama waktu antara infeksi dan persalinan ibu, semakin besar transfer antibodi,” ujar Dr. Karen Puopolo dan Dr. Scott Hensley dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania.

Antibodi COVID-19 tersebut ditransfer oleh ibu hamil kepada janinnya melalui plasenta atau tali pusar. Transfer antibodi ini bahkan bisa terjadi meskipun ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala apa pun.

Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Image: Freepik

Penelitian ini dilakukan terhadap 1.471 ibu dan bayi dari 1.714 ibu hamil yang melahirkan di Rumah Sakit Pennsylvania antara April-Agustus 2020. Dari hasil pengujian darah ibu dan plasenta bayi, ditemukan bahwa antibodi yang diturunkan oleh ibu dapat melindungi bayinya terhadap infeksi COVID-19.

“Temuan kami menunjukkan potensi antibodi khusus SARS-CoV-2 yang diturunkan dari ibu untuk memberikan perlindungan neonatal dari penyakit COVID-19,” tulis tim di dalam jurnal penelitian tersebut.

Penelitian ini juga digadang-gadang agar dapat menjadi panduan uji coba vaksin COVID-19 untuk para ibu hamil.

Ibu Tidak Menginfeksi Bayinya

Penelitian menunjukkan bahwa antibodi IgG untuk SARS-CoV-2 ditransfer melalui plasenta pada 72 ibu hamil dari total 83 ibu hamil yang terinfeksi virus. Dari 83 ibu hamil, ditemukan juga 50 responden atau 60 persen yang dites positif COVID-19, tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun.

“Kami menemukan transfer antibodi IgG yang efisien dari ibu yang seropositif SARS-CoV-2 dan korelasi positif antara konsentrasi antibodi ibu dan plasenta atau tali pusat,” ujar penulis penelitian.

Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Image: Freepik

Di sisi lain, antibodi IgM yang dalam kasus ini hanya dapat diproduksi oleh janin, tidak ditemukan di dalam sampel darah tali pusat. Antibodi IgM adalah antibodi pertama yang dibuat tubuh untuk melawan infeksi virus Corona baru.

Hal tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil tidak menginfeksi janinnya selama kehamilan, meskipun ibu hamil berada dalam kondisi sakit parah. Dari sampel 83 ibu dan anak, terdapat 11 bayi yang ketika lahir tidak memiliki antibodi untuk SARS-CoV-2.

Antibodi IgG juga ditemukan di dalam tubuh 6 bayi dari ibu yang memiliki tingkat antibodi IgG sangat rendah. Antibodi tersebut melindungi bayi dari infeksi. Namun, 5 bayi dari ibu yang hanya mengembangkan antibodi IgM, tidak memiliki antibodi IgG.

Artikel Terait: Jangan Lengah! Transmisi COVID-19 Mulai Ancam Klaster Keluarga

Bayi Rentan Terinfeksi Virus

Melansir dari CNN, ibu hamil disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza. Vaksin ini berguna untuk melindungi sang ibu dan janin yang ada di dalam kandungannya.

Dr. Flor Muñoz-Rivas, seorang ahli penyakit menular anak di Baylor College of Medicine di Houston, mengatakan bahwa bayi yang baru lahir rentan terhadap infeksi virus. Oleh karena itu, perlindungan apa pun akan diterima.

Akan tetapi, terdapat antibodi lain yang bisa menurun dengan cepat dari ibu ke janinnya. Antibodi terhadap virus seperti influenza atau tetanus dapat menurun dengan cepat ketika ditransfer dari ibu ke janin selama masa kehamilan. Sehingga, sangat penting bagi para peneliti untuk bisa memelajari waktu serta cara vaksinasi bayi.

ibu hamil transfer antibodi COVID-19

Image: Freepik

Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat merekomendasikan agar bayi sebaiknya diimunisasi terhadap flu ketika berusia 6 bulan. Bahkan ini juga bisa dilakukan saat ibunya divaksinasi selama masa kehamilan.

Meskipun begitu, dibutuhkan studi lebih lanjut tentang kecukupan antibodi untuk melindungi bayi yang baru lahir dari infeksi COVID-19. Sebab, sampel pada penelitian terkait transfer antibodi dari ibu hamil ke bayinya yang disebutkan di atas masih terbatas jumlahnya.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil

Saat ini, hanya ibu hamil yang berisiko tinggi terpapar SARS-CoV-2 dipertimbangkan terlebih dahulu untuk divaksinasi selama kehamilan. Ini sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta WHO. Kendati demikian, ibu hamil tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya

Image: Freepik

Meskipun vaksin ibu dapat menawarkan perlindungan terhadap COVID-19 bagi bayi yang baru lahir, tetapi tujuannya sejauh ini hanya untuk melindungi sang ibu saja.

“Untuk COVID-19, sejauh yang kita ketahui saat ini, tujuannya adalah untuk melindungi ibu,” imbuh Dr. Muñoz-Rivas.

Artikel Terkait: Bolehkah Ibu Hamil Mendapatkan Vaksin COVID-19?

Demikianlah fakta terbaru yang diungkapkan oleh penelitian terkait antibodi COVID-19 pada janin yang dapat ditransfer melalui ibu hamil di masa kehamilannya. Tetap berkonsultasi dengan dokter apabila Bunda merasakan keluhan pada kehamilan, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga:

Begini Cara Cek Daftar Penerima Vaksin COVID-19 Gratis

Catat! 7 Daftar Orang yang Tidak Dianjurkan Vaksin COVID-19

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Cut Nadia M. Rahmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Penelitian Ungkap Ibu Hamil Bisa Transfer Antibodi COVID-19 ke Janin, Ini Penjelasannya
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti