Estrogen rendah berisiko bikin perempuan sulit hamil, waspadainya tandanya!

Estrogen rendah berisiko bikin perempuan sulit hamil, waspadainya tandanya!

Hormon estrogen rendah dapat menyebabkan seorang perempuan sulit hamil atau mengalami infertilitas. Berikut ini gejala dan penyebabnya!

Hati-hati jika kadar hormon estrogen rendah. Pasalnya hormon yang satu ini sangat dibutukan perempuan terlebih lagi jika sedang merencanakan kehamilan atau sedang mengandung.

Pada dasarnya hormon estrogen menentukan setiap detil fisik maupun non fisik wanita. Maka tak mengherankan jika hormon ini sangat dibutuhkan perempuan. Sebelum hamil, hormon estrogen sebenarnya sudah terdapat dalam tubuh perempuan, namun memang ketika mengandung, kadarnya akan jauh meningkat.

Umumnya, saat trimester pertama kenaikan kadar estrogen ini akan menimbulkan rasa mual. Sedangkan jika sudah memasuki trimester kedua, hormon estrogen turut andil dalam pembesaran saluran susu di payudara.

Pertanyaanya, bagaimana pengaruh hormon estrogen pada perempuan yang baru merencanakan kehamilan? Benarkah akan memengaruhi keberhasilan program hamil?

Fungsi hormon estrogen untuk perempuan

Hormon estrogen adalah hormon yang sering dikaitkan dengan perempuan, meskipun laki-laki juga menghasilkannya dalam jumlah kecil. Pada perempuan, hormon estrogen dapat meningkat selama masa pubertas dan siklus reproduksi. Sehingga keberadaan hormon ini sangat berpengaruh untuk kesehatan.

Beberapa fungsi hormon estrogen adalah sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab untuk perkembangan seksual pada remaja begitu melalui masa puber
  • Mendorong pertumbuhan payudara pada remaja dan ibu hamil
  • Berfungsi mengatur penebalan dinding rahim saat siklus menstruasi dan saat kehamilan
  • Mengatur metabolisme tulang dan kolesterol
  • Mengatur asupan makanan, berat badan, metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin tubuh

Artikel terkait: 7 Hormon kehamilan ini ternyata punya manfaat menakjubkan, Bumil wajib tahu!

tanda hormon estrogen rendah pada perempuan

Tanda dan gejala hormon estrogen rendah pada perempuan

Perempuan yang akan melalui pubertas dan sudah mendekati masa menopause kemungkinan besar akan mengalami penurunan hormon estrogen dalam tubuhnya. Namun, perempuan dari segala usia pun juga bisa berisiko mengalaminya.

Ada pun beberapa gejala umum yang bisa dilihat pada seorang perempuan yang mengalami penurunan hormon estrogen adalah:

  • Rasa sakit saat berhubungan intim. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelumasan vagina yang biasanya dipengaruhi oleh hormon estrogen
  • Meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) karena penipisan uretra
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan sama sekali tidak mengalami menstruasi
  • Perubahan suasana hati
  • hot flashes
  • nyeri payudara
  • sakit kepala atau aksentuasi migrain yang sudah ada sebelumnya
  • depresi
  • sulit berkonsentrasi
  • kelelahan

Karena hormon estrogen akan memengaruhi kepadatan tulang, seorang dengan hormon estrogen rendah akan mudah mengalami patah tulang. Estrogen bekerja dengan kalsium, vitamin D dan mineral lainnya untuk menjaga tulang tetap kuat. Jika kadar estrogen rendah, seseorang mungkin akan mengalami penurunan kepadatan tulang.

Pada akhirnya, hormon estrogen yang rendah ini dapat berisiki sebabkan infertilitas pada perempuan.

kelelahan merupakan salah satu tanda hormon estrogen rendah

Penyebab hormon estrogen rendah

Hormon estrogen diproduksi di ovarium. Sehingga apa yang memengaruhi ovarium akhirnya akan memengaruhi produksi hormon estrogen. Kadar estrogen yang rendah dapat terjadi apabila:

  • Berolahraga ekstrim
  • Mengalami gangguan makan, seperti anoreksia
  • Kelenjar pituitari yang berfungsi rendah
  • Kegagalan ovarium prematur, yang dapat disebabkan oleh cacat genetik, toksin, atau kondisi autoimun
  • Sindrom turner
  • Memiliki penyakit ginjal kronis

Pada perempuan di atas usia 40 tahun, estrogen rendah bisa menjadi tanda mendekati menopause. Masa transisi ini disebut perimenopause. Saat seseorang mengalami perimenopause, ovarium akan terus menghasilkan estrogen. Namun, produksinya akan terus melambat hingga masa menopause tiba. Bila ovarium tidak lagi memproduksi estrogen, seseorang telah mencapai menopause.

Artikel terkait: Fungsi hormon prolaktin bagi ibu menyusui, Bunda wajib tahu!

hormon estrogen rendah menyebabkan infertilitas

Faktor risiko yang menyebabkan hormon estrogen rendah

Umumnya, seseorang dengan kondisi di bawah ini yang memiliki faktor risiko penyebab rendahnya hormon estrogen:

  • Usia
  • Kelainan pola makan, seperti anoreksia
  • Riwayat masalah hormonal dalam keluarga, seperti kosta ovarium
  • Diet yang ekstrim
  • Olahraga berlebihan
  • angguan pada kelenjar pituitari

Mendiagnosis hormon estrogen rendah

Umumnya untuk mendiagnosis estrogen rendah akan diikuti dengan pengobatan dapat mencegah banyak masalah kesehatan.

Jika Anda mengalami gejala estrogen rendah, konsultasikan dengan dokter Anda. Mereka dapat melihat gejala dan membuat diagnosis jika diperlukan. Diagnosis dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Selama pemeriksaan, dokter juga akan membahas riwayat kesehatan keluarga Anda dan menilai gejala yang dirasakan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Tes darah kemungkinan akan diperlukan untuk mengukur kadar hormon Anda.

Level estrone dan estradiol Anda juga dapat diuji jika mengalami:

  • hot flashes
  • keringat malam
  • insomnia
  • menstruasi yang sering terlewat (amenore)

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memerintahkan pemindaian otak untuk memeriksa segala kelainan yang mungkin memengaruhi sistem endokrin. Tes DNA juga dapat digunakan untuk menilai masalah apa pun dengan sistem endokrin Anda.

Penanganan hormon estrogen rendah

Biasanya, perempuan pada usia 25-50 yang mengalami kadar estrogen rendah akan diberikan hormon estrogen buatan dengan dosis tinggi. Obat ini dapat membantu menurunkan risiko terjadi patah tulang yang mungkin dialami.

Selain itu, hormon estrogen jangka panjang biasa dianjurkan untuk perempuan yang mendekati menopause atau pada perempuan yang menjalani operasi pengankatan rahim.

Karena kadar estrogen yang rendah dapat mengganggu perkembangan seksual dan fungsi seksual, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter bila Anda merasa memiliki gejala rendahnya hormon estrogen.

Semoga informasi ini bermanfaat!

***

Referensi: Healthline, Medical News Today,

Baca juga

Hati-hati, kelebihan hormon estrogen bisa menyebabkan penyakit ini

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner