TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Bacaan 5 menit
Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Hipogonadisme adalah kondisi jumlah hormon seksual di bawah normal. Salah satu gejalanya pada perempuan adalah menstruasi yang tidak teratur.

Parents, hipogonadisme merupakan kondisi ketika kelenjar seks pada tubuh memproduksi jumlah hormon seksual sangat sedikit atau di bawah normal. Kelenjar seks disebut juga sebagai gonad, yakni testis bagi laki-laki dan ovarium bagi perempuan. 

Hal ini tentunya merupakan kondisi yang perlu segera ditangani. Mengapa demikian?

Pasalnya, hormon seks berperan penting dalam perkembangan organ seksual sekunder, yakni produksi sperma pada laki-laki serta pertumbuhan payudara dan siklus menstruasi pada perempuan. Hormon seksual ini juga berperan penting dalam pertumbuhan rambut kemaluan pada keduanya. 

Artikel terkait: Waspada Endometriosis! Penyebab Nyeri Haid Tak Normal yang Ganggu Kesuburan

Hipogonadisme – Jenis, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

hipogonadisme

Hypogonadism atau hipogonadisme terjadi ketika kelenjar seks menghasilkan sedikit hormon seksual atau pun tidak sama sekali. Kondisi ini juga dikenal sebagai defisiensi gonad dan sebagian kasus bisa diatasi dengan perawatan medis yang tepat. 

Berdasarkan penyebabnya, kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yakni primer dan sekunder (sentral). 

Hipogonadisme Primer

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Untuk jenis primer, jumlah hormon seksual dalam tubuh sedikit disebabkan oleh masalah pada gonad. Sehingga, ia tidak mampu memproduksi hormon seksual dalam jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipogonadisme jenis ini juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Gangguan autoimun seperti penyakit Addison dan hipoparatiroid
  • Kelainan genetik seperti sindrom turner dan sindrom klinefelter
  • Infeksi parah seperti gondongan yang menyerang testis pada lelaki
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Tingginya kadar zat besi dalam darah atau hemokromatosis
  • Kriptorkismus atau posisi testis yang tidak turun
  • Efek samping perawatan seperti radioterapi atau kemoterapi yang biasanya dilakukan untuk pengobatan kanker

Hipogonadisme Sekunder

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Untuk sekunder, kondisi ini terjadi ketika ditemukannya kerusakan pada kelenjar di sekitar otak, yakni hipofisis (pituitari) atau hipotalamus. Kelenjar tersebut mengontrol gonad untuk menghasilkan hormon seksual. Beberapa penyebab dari kondisi sekunder ini, di antaranya:

  • Kelainan genetik seperti sindrom kallmann (perkembangan hipotalamus abnormal)
  • Terjadinya infeksi seperti HIV
  • Gangguan hipofisis
  • Penyakit radang termasuk sarkoidosis, tuberkulosis, dan histiositis
  • Penurunan badan yang terbilang cepat
  • Obesitas
  • Kekurangan gizi
  • Adanya paparan radiasi
  • Cedera pada kelenjar pituitari atau hipotalamus
  • Terbentuknya tumor di atau dekat kelenjar pituitari

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala yang terjadi terkait kondisi ini dibagi menjadi dua, tergantung pada jenis kelamin.

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Pada perempuan, gejala yang biasanya terjadi, di antaranya:

  • Menstruasi tidak teratur atau tidak keluar sama sekali
  • Perubahan bentuk payudara melambat atau tidak sama sekali
  • Keluarnya cairan putih dari payudara
  • Gairah seksual menurun
  • Bulu-bulu dalam tubuh tumbuh lambat atau berkurang
  • Terjadinya perubahan suasana hati yang signifikan
  • Badan terasa panas

hipogonadisme

Sedangkan pada laki-laki, gejala yang muncul biasanya:

  • Rambut rontok
  • Kehilangan otot
  • Payudara membesar atau pertumbuhannya abnormal
  • Berkurangnya pertumbuhan penis dan testis
  • Disfungsi ereksi
  • Osteoporosis
  • Impotensi
  • Kehilangan gairah seksual
  • Lemas dan sulit konsentrasi

Diagnosis dan Pengobatan Hipogonadisme

hipogonadisme

Untuk memeriksa kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati kelenjar seksual, rambut di tubuh, dan massa otot. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan hormon atau tes hormon dengan tujuan untuk mengukur kadar hormon, testosteron pada laki-laki dan estrogen pada perempuan. Tes lain yang biasanya dilakukan adalah:

  • Tes darah
  • Pemeriksaan kadar zat besi
  • Pemeriksaan kadar hormon prolactin
  • Tes genetik
  • Pemeriksaan hormon tiroid
  • Pemeriksaan sperma pada pasien laki-laki
  • USG pada perempuan
  • CT scan atau MRI untuk memeriksa kemungkinan adanya tumor pada kelenjar hipofisis

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Pengobatan yang dilakukan juga berdasarkan jenis kelamin. Pada laki-laki, beberapa jenis perawatan yang biasanya bertujuan untuk menutupi kekurangan hormon testosteron. Beberapa pengobatan yang dilakukan, di antaranya:

  • Terapi penggantian testosteron (TRT) dengan pemberian testosteron buatan dalam bentuk gel, suntik, maupun tablet. Perlu diingat, perawatan ini bisa memicu efek samping seperti pembesaran payudara, prostat, pengurangan produksi sperma atau sleep apnea. Jadi, selama melakukan TRT, dokter perlu memantau rutin kondisi pasien.
  • Bagi anak laki-laki yang mengalami pubertas tertunda dan mengalami hipogonadisme, merangsang pubertas juga bisa dilakukan sebagai bentuk perawatan. Caranya, dengan memberikan suplemen testosteron selama 3 – 6 bulan.
  • Jika disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari, perawatan bisa termasuk pemberian obat, radiografi, dan operasi. 

Artikel terkait: Periodontitis, Penyakit Gusi yang Tidak Bisa Disepelekan

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Untuk perempuan, pengobatan bisa dilakukan dengan meningkatkan jumlah hormon seksual dalam tubuh seperti kadar hormon estrogen dan progesteron. Beberapa perawatan yang diberikan berupa:

  • Bagi perempuan yang pernah menjalani histerektomi atau operasi angkat rahim, pengobatan dilakukan dengan cara terapi pengganti estrogen. Bisa diberikan dalam bentuk pil atau patch (koyo).
  • Bagi perempuan yang belum melakukan histerektomi, terapi estrogen akan dikombinasikan dengan pemberian hormon progesteron demi mengurangi risiko terjadinya kanker rahim akibat hormon estrogen berlebih. 
  • Jika pasien mengalami ketidakteraturan menstruasi atau sulit hamil, ia mungkin akan menerima perawatan berupa suntikan hormon human choriogonadotropin atau pil yang mengandung FSH yang memicu ovulasi. 
  • Sama seperti laki-laki, jika disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari, perawatan bisa termasuk pemberian obat, radiografi, dan operasi. 

Komplikasi yang Mungkin Muncul

Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!

Jika tidak ditangani segera, kondisi hipogonadisme akan memunculkan komplikasi seperti:

  • Kesulitan hamil atau kemandulan
  • Gangguan perkembangan janin
  • Gangguan produksi sperma
  • Kekurangan rambut pada tubuh
  • Osteoporosis
  • Disfungsi ereksi
  • Pertumbuhan tubuh yang tidak proporsional 

Bisakah Hipogonadisme Dicegah?

hipogonadisme

Sampai saat ini, belum ada upaya pencegahan yang pasti terkait kondisi ini. Namun, perubahan gaya hidup yang lebih sehat bisa membantu Anda dalam mengurangi faktor risiko terjadinya kekurangan hormon seksual seperti:

  • Menjaga berat badan tetap ideal dengan rajin olahraga dan mengonsumsi makanan sehat.
  • Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok atau mengonsumsi alkohol.
  • Istirahat cukup dan mampu mengelola stres dengan baik.

Artikel terkait: Penyebab dan Gejala Eritema Multiformis, Infeksi Kulit yang Berisiko Terjadinya Komplikasi

Nah, Parents, itulah penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara mengobati hipogonadisme. Jika Anda mengalami gejala, segeralah berkonsultasi ke dokter agar kondisi tersebut bisa ditangani secara tepat sehingga komplikasi tidak terjadi. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Gangguan Sendi pada Rahang, Inilah Penyebab Beserta Cara Mencegah dan Mengobatinya

Jarang Disadari, Ternyata 5 Hal ini yang Sebabkan Gusi Turun

6 Obat Sariawan Terbaik di 2024 yang Aman untuk Bayi dan Dewasa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Alami Menstruasi Tidak Teratur? Waspada Gejala Kurangnya Hormon Seksual!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti