TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya

Bacaan 4 menit
Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya

Hidramnion adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami kelebihan air ketuban. Simak lebih lengka ulasannya berikut ini.

Saat hamil, kondisi kekurangan air ketuban harus diwaspadai, karena bisa membahayakan janin. Lantas, bagaimana dengan kondisi kelebihan air ketuban atau disebut hidramnion? Simak lebih jauh mengenai apa itu hidramnion dan cara mengatasinya berikut ini. 

Mengenal Hidramnion pada Ibu Hamil, Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak 

hidramnion

Air ketuban atau dalam dunia medis disebut amnion adalah cairan yang mengelilingi janin di dalam kandungan. Cairan ini berfungsi untuk melindungi janin serta menjaga keselamatan dan mendukung perkembangan janin selama berada di dalam rahim. 

Normalnya, air ketuban memiliki volume yang berubah-ubah sesuai dengan usia kandungan. Ketika kandungan berusia 12 minggu, maka volume air ketuban yang normal adalah 60 ml. Di usia 16 minggu, volume air ketuban mencapai 175 ml. Jumlah ini semakin meningkat menjadi 400-1200 ml di usia kehamilan 34-38 minggu.

Namun demikian, ada kondisi khusus ketika ibu hamil justru mengalami kekurangan atau kelebihan air ketuban. Hidramnion adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami kelebihan air ketuban yang dapat mengganggu perkembangan janin. Ibu hamil yang mengalami hidramnion perlu memantau kondisinya untuk mengetahui apakah janin dalam keadaan sehat.

Penyebabnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan laporan Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang ibu hamil mengalami hidramnion, yaitu sebagai berikut:

  • Hamil kembar.
  • Ibu menderita diabetes gestasional.
  • Janin kesulitan menelan cairan ketuban.
  • Infeksi pada janin.
  • Janin kekurangan sel darah merah.
  • Masalah pada plasenta.
  • Masalah rhesus darah.
  • Penumpukan cairan pada janin.
  • Masalah genetik pada paru-paru janin atau sistem saraf pusatnya. 
  • Kelainan bawaan seperti penyumbatan saluran pencernaan atau saluran kemih janin.

Baca juga: 5 Masalah cairan ketuban yang sering terjadi, Bumil perlu waspada nih!

Ciri-ciri Hidramnion pada Ibu Hamil 

Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya

Kelebihan air ketuban lebih banyak dialami oleh ibu hamil ketika memasuki trimester kedua. Gejalanya juga biasanya ringan bahkan relatif tidak signifikan. Namun, dalam kondisi yang parah maka ibu hamil bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sesak napas.
  • Pembengkakan di perut bagian bawah.
  • Kontraksi.
  • Kaki bengkak.
  • Perut terlalu besar dan berat.
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
  • Kondisi janin tidak normal.

Jika ibu hamil tidak merasakan gejala di atas, tetapi ukuran perut hamil lebih besar daripada seharusnya, maka alangkah lebih baik apabila memeriksakan kandungan ke dokter. Dokter nantinya akan melakukan pengecekan volume air ketuban lewat USG.  

Baca juga: Kenapa ada air ketuban di perut ibu hamil? Ternyata ini fungsinya!

Risiko Hidramnion pada Ibu Hamil dan Janin

Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya

Pada umumnya, kelebihan cairan ketuban tidak mengindikasikan penyakit serius sehingga ibu hamil hanya perlu beristirahat. Namun, ada risiko komplikasi yang akan dialami oleh ibu hamil tergantung dengan kondisi kesehatan masing-masing. Berikut risikonya:

  • Meningkatkan risiko persalinan prematur.
  • Plasenta terlepas dari dinding uterus sebelum waktu persalinan.
  • Prolaps tali pusar, yakni saat tali pusat jatuh ke vagina lebih dulu daripada bayi.
  • Persalinan caesar.
  • Proses persalinan lebih lama.
  • Perdarahan usai melahirkan.
  • Janin cacat bawaan lahir.
  • Bayi sungsang sehingga menyulitkan proses persalinan.
  • Tali pusar melilit bayi. 

Baca juga: Awas! Air ketuban sedikit berbahaya bagi janin, makan buah ini untuk mengatasinya

Penanganan Hidramnion pada Ibu Hamil  

Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya

Hidramnion yang cukup parah dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin. Oleh sebab itu, perlu ada tindakan medis untuk menangani kondisi tersebut. Ada beberapa opsi bagi ibu hamil yang mengalami kondisi ini, yaitu:

  1. Dokter akan melakukan prosedur amniocentesis. Jadi, dokter akan mengambil sampel air ketuban untuk dianalisis di laboratorium. Janin juga akan dipantau setelah usia kehamilan mencapai 32 minggu.
  2. Apabila kondisinya cukup parah, maka dokter akan melakukan amnioreduction. Dokter akan mengeluarkan air ketuban, namun prosedur ini masih menuai kontroversi terkait keamanannya.
  3. Dokter juga bisa memberikan obat khusus yang dapat menurunkan jumlah urine dari janin sehingga air ketuban tidak bertambah banyak.
  4. Bisa juga mengonsumsi obat-obatan yang bersifat antiradang bagi ibu hamil untuk mencegah risiko komplikasi akibat kelebihan cairan ketuban.

Selain penanganan seperti di atas, dokter biasanya juga akan melakukan tes darah untuk memastikan apakah ibu hamil mengalami diabetes gestasional. Jika iya, maka akan diberikan obat-obatan untuk mengatasi kondisi tersebut. 

Parents, demikian informasi mengenai hidramnion atau kelebihan cairan ketuban pada ibu hamil. Tidak perlu panik karena hampir sebagian besar kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, jika kondisi semakin parah maka segera hubungi dokter. 

 

Baca juga:

Segera Lakukan 5 Hal Ini, Saat Air Ketuban Sedikit

Polihidramnion Kondisi Ketika Cairan Ketuban Terlalu Banyak, Ini Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasi

Air ketuban merembes, waspadai bahayanya pada ibu hamil

Cerita mitra kami
Tingkatkan Bonding, Coba 5 Permainan yang Bisa Dilakukan Bersama Si Kecil
Tingkatkan Bonding, Coba 5 Permainan yang Bisa Dilakukan Bersama Si Kecil
Tetap Cantik Meski Sibuk Mengurus Anak & Bekerja, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan!
Tetap Cantik Meski Sibuk Mengurus Anak & Bekerja, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan!
Catat! 8 Hal Ini Perlu Dilakukan Agar Keuangan dan Relasi Keluarga Tetap Sehat
Catat! 8 Hal Ini Perlu Dilakukan Agar Keuangan dan Relasi Keluarga Tetap Sehat
Anak Malas Sarapan? Ini Tips Mengatasinya dengan Efektif
Anak Malas Sarapan? Ini Tips Mengatasinya dengan Efektif

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Hidramnion pada Ibu Hamil: Penyebab Air Ketuban Terlalu Banyak dan Risikonya
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti