Waspada Gusi Berdarah saat Hamil, Atasi dengan 10 Cara Berikut Ini!

Waspada Gusi Berdarah saat Hamil, Atasi dengan 10 Cara Berikut Ini!

Gusi berdarah saat hamil menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami Bumil. Simak cara mengatasinya dengan bahan alami berikut ini.

Ibu hamil tentu mengalami tingkat hormon yang berubah-ubah salah satunya yaitu peningkatan hormon progesteron. Akibat meningkatnya hormon progesteron ini memicu tumbuhnya bakteri sehingga menyebabkan gusi berdarah saat hamil.

Kondisi gusi berdarah ini biasanya mulai muncul di bulan kedua dan berakhir di bulan kedelapan masa kehamilan. Gejala-gejalanya meliputi gusi berwarna lebih merah, rentan berdarah ketika terkena sikat gigi, dan gusi membengkak.

Selain meningkatnya hormon progesteron, masih ada penyebab lain yang menjadi pemicu gusi berdarah saat hamil, di antaranya yaitu kebiasaan perawatan mulut yang buruk, merokok, dan diabetes.

Gusi berdarah ketika hamil merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan karena sejumlah penelitian mengaitkan hal ini dengan gangguan kesehatan pada kehamilan.

Artikel terkait: Sakit gigi yang dibiarkan saat hamil bisa membahayakan janin, ini yang harus dilakukan!

Penyebab Gusi Berdarah saat Hamil

gusi berdarah pada ibu hamil 1

Sekitar 60 hingga 75 persen ibu hamil mengalami gusi berdarah. Penyebab potensial gusi berdarah selama kehamilan meliputi:

Hormon Kehamilan

Gusi bengkak, sensitif dan berdarah bisa saja dipengaruhi hormon kehamilan, yaitu estrogen dan progesteron yang mengalir melalui darah. Kedua hormon tersebut meningkatkan aliran darah ke semua selaput lendir.

Perubahan Pola Makan

Studi menunjukkan bahwa beralih ke pilihan makanan yang tidak sehat bisa terjadi selama kehamilan, ketika perempuan mengalami perubahan selera. Namun, hal tersebut rupanya dapat memicu terjadinya perubahan pada kesehatan gusi.

Produksi Air Liur Berkurang

Kehamilan berarti lebih banyak hormon. Ini mungkin berarti memiliki lebih sedikit air liur. Lebih sedikit air liur berarti, karbohidrat yang dimakan bertahan di permukaan gigi lebih lama. Hal tersebut berpotensi menyebabkan penumpukan plak atau bahan lembut dan lengket yang menumpuk di gigi. Plak penuh dengan bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Perubahan Air Liur

Ibu hamil tidak hanya memiliki lebih sedikit air liur, tetapi air liur Bunda juga lebih asam daripada perempuan yang tidak hamil. Asam ini juga dapat meningkatkan risiko erosi dan pembusukan gigi.

Keengganan Pasta Gigi

Preferensi makanan bukan satu-satunya perubahan yang akan diperhatikan. Jika Bunda menghindari kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari karena tidak tahan dengan bau pasta gigi, coba ganti merek tepercaya atau gunakan rasa yang lebih lembut.

Mual di Pagi Hari

Di awal kehamilan hingga trimester kedua, ada beberapa perempuan yang mengalami mual di pagi hari atau sering disebut morning sickness. Pastikan Bunda berkumur setelah muntah sehingga dapat membersihkan asam dari perut. Jika Bunda ingin menyikat gigi, tunggu sekitar 1 jam, karena asam dapat melunakkan enamel pada gigi. Gunakan air biasa dan bilas dengan 1 sendok teh baking soda yang dilarutkan dalam 1 gelas air.

Kapan Gusi Berdarah Terjadi pada Masa Kehamilan?

Gusi berdarah bisa menjadi tanda awal kehamilan, terjadi pada awal trimester pertama. Akan tetapi, ibu hamil mungkin bisa mengalaminya selama trimester kedua, dengan sensitivitas dan pendarahan memuncak selama trimester ketiga. Hal ini disebabkan ketika kadar estrogen dan progesteron memuncak. Jika Bunda memiliki penyakit gusi sebelum hamil, mungkin akan menyadari bahwa penyakit itu sekarang bertambah parah.

Gejala Gusi Berdarah pada Ibu Hamil

gusi berdarah pada ibu hamil 3

Selain pendarahan, Bunda mungkin melihat gejala gusi lainnya:

Gusi Bengkak dan Sakit

Seiring dengan gusi berdarah, Bunda mungkin memperhatikan bahwa gusi Anda bengkak, sakit, dan merah. Ibu hamil sepenuhnya benar bahwa hal ini menyakitkan, tetapi juga normal.

Tumor Kehamilan

Ini mungkin terdengar berbahaya, tetapi ini umumnya tidak berbahaya, dan 0,5–5 persen ibu hamil menemukannya. Juga disebut granuloma piogenik, pembengkakan merah yang tampak mentah ini paling sering terjadi di antara gigi. Mereka mungkin terkait dengan kelebihan plak yang sudah kita bicarakan. Kabar baiknya adalah bahwa kondisi ini mungkin akan menghilang ketika bayi lahir.

Artikel terkait : Gusi bengkak saat hamil jangan disepelekan, ini 5 asupan untuk mencegahnya

Komplikasi Gusi Berdarah saat Kehamilan

Gusi berdarah selama kehamilan biasanya cukup ringan. Akan tetapi, penting untuk menemui dokter gigi sehingga ibu hamil dapat mencegah potensi komplikasi, seperti penyakit periodontal. Penyakit ini adalah infeksi pada gusi dan tulang di sekitarnya yang bisa menyebabkan gigi goyang dan pengeroposan tulang.

Mayoritas penelitian yang terbit dalam jurnal JDR Clinical and Translational Research tahun 2018 telah menunjukkan bahwa penyakit periodontal dapat meningkatkan risiko persalinan, seperti 

  • kelahiran prematur,
  • berat badan lahir rendah, 
  • preeklamsia

Perawatan Gigi yang Harus Dihindari saat Hamil

Waspada Gusi Berdarah saat Hamil, Atasi dengan 10 Cara Berikut Ini!

Ketika pergi ke dokter gigi, pastikan mereka tahu bahwa Bunda sedang hamil. Diskusikan dengan dokter gigi apakah tambalan baru atau pengganti harus ditunda sampai setelah bayi lahir. Beberapa ahli menyarankan agar tambalan amalgam tidak dilepas selama kehamilan.

Jika Bunda memerlukan rontgen gigi, dokter gigi biasanya akan menunggu sampai Anda melahirkan. Meskipun, sebagian besar rontgen gigi tidak mempengaruhi perut (perut) atau daerah panggul.

Mengenal Lebih Jauh Dampak Gusi Berdarah Bagi Ibu Hamil dan Janin dalam Kandungan

Meskipun gusi berdarah merupakan salah satu kondisi yang normal terjadi selama masa kehamilan. Namun, Bunda sebaiknya tidak menyepelekan kondisi ini.

Gusi berdarah yang berlangsung ringan tergolong aman dan dapat disembuhkan dengan perawatan gigi yang benar. Akan tetapi, bila gusi berdarah telah berlangsung sedang hingga berat maka Bunda perlu berkonsultasi pada dokter.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa penyakit gusi yang parah dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami persalinan prematur dan preeklamsia.

Risiko ini pun semakin besar bila Bunda tidak segera menanganinya dengan tepat. Ini bisa menyebabkan radang gusi parah yang disebut periodontitis.

Kondisi ini bisa melemahkan jaringan gusi dan tulang yang bertugas melekatkan barisan gigi pada rahang, sehingga menyebabkan gigi kendur atau bahkan tanggal.

Adapun pengaruh gusi berdarah pada janin hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa orang percaya bahwa hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Namun, faktanya hal ini belum diketahui secara pasti kebenarannya. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu secara pasti ada atau tidaknya kaitan antara gusi berdarah dengan berat badan bayi rendah ketika dilahirkan.

Meski begitu, gusi berdarah pada dasarnya dapat mengganggu kondisi kesehatan ibu hamil. Bila kondisi ibu hamil terganggu dan kurang sehat, maka dapat turut berdampak pada janin di dalam kandungan.

Oleh sebab itu, menghindari gusi berdarah ketika hamil merupakan hal yang paling baik untuk dilakukan.

Caranya yaitu rajin menjaga kesehatan dan kebersihan gigi, gusi, mulut. Setidaknya dengan rajin sikat gigi minimal dua kali sehari, serta memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi.

Artikel terkait : Amankah berkumur dengan mouthwash selama hamil?

Cara Mengatasi Gusi Berdarah pada Ibu Hamil dengan Bahan Alami

Apabila Bunda sudah terlanjur mengalami kondisi ini, maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Dilansir dari laman American Pregnancry Association, berikut ini cara mengatasi gusi berdarah pada ibu hamil dengan bahan alami.

1. Sikat Gigi dan Flossing

gusi berdarah pada ibu hamil 2

Ada alasan mengapa dokter gigi selalu mendorong kita untuk sikat gigi dan membersihkan dengan benang setiap hari. Hal itu karena dapat membersihkan gusi dan mulut dari bakteri, sehingga dapat mencegah dan mencegah peradangan seperti gusi berdarah.

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat dengan lembut (dua kali sehari) agar tidak mengiritasi gusi sensitif. Bersihkan gigi dengan hati-hati selama 2 menit dengan pasta gigi berfluoride. 

Jangan langsung menyikat gigi karena akan melunak akibat asam dari perut. Tunggu sekitar satu jam sebelum menyikat.

2. Konsumsi Vitamin C

Jika Bunda butuh bantuan untuk melawan bakteri yang menumpuk di mulut, cobalah makan lebih banyak buah. Khususnya buah yang mengandung vitamin C, karena dapat membantu memerangi radang gusi.

3. Konsumsi Vitamin A

Selain vitamin C, vitamin lain yang dapat membantu melawan penyakit gusi adalah vitamin A. Sebab, vitamin ini sangat penting dalam membantu pertumbuhan tulang dan gigi.

Tapi Bunda juga harus perhatikan batas konsumsi vitamin A. Karena, terlalu banyak konsumsi vitamin A dipercaya bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat dan keracunan hati.

4. Garam Laut

Berkumur dengan garam laut dapat membantu mengurangi peradangan seperti gusi berdarah. Maka cari ini dapat menjadi salah satu alternatif Bunda untuk mengatasi gusi berdarah.

Berkumur air garam setiap hari (1 sendok teh garam ditambahkan ke secangkir air hangat) dapat membantu mengurangi peradangan gusi. Kumurlah selama beberapa kali sebelum meludahkannya.

5. Gunakan Obat Kumur

Jika Bunda tidak pandai menyikat gigi dan flossing, atau ingin merawat gigi dengan baik, cobalah berkumur dengan obat kumur bebas alkohol.

6. Batasi Gula

Kelebihan gula dan gigi yang bagus tidak cocok. Batasi konsumsi gula jika Bunda bisa, karena dapat meningkatkan pembentukan plak dan jumlah bakteri di mulut.

Meskipun mengidam, Bunda harus membatasi asupan gula dan makan buah-buahan dan sayuran yang mengandung gula berlebih. Jika Bunda lapar di antara waktu makan, konsumsi camilan makanan seperti sayuran, buah segar atau yoghurt tawar, dan hindari makanan manis atau asam.

7. Makan Makanan Sehat

Masukkan bayam, jeruk, wortel dan sayuran hijau ke dalam makanan Bunda. Selain itu, konsumsi makanan berbasis kalsium, seperti susu, keju dan salmon untuk membantu menjaga kesehatan mulut yang baik.

8. Konsumsi Suplemen Prenatal

Vitamin C sangat bagus untuk kesehatan gusi. Kalsium akan menjaga gigi dan tulang tetap kuat. Vitamin dan mineral ini biasanya ditemukan dalam suplemen prenatal, serta dalam makanan yang baik untuk kehamilan, seperti susu dan buah.

9. Sikat dengan Baking Soda

Menyikat dengan pasta soda kue (baking soda) dan air dapat membantu menghilangkan lebih banyak plak. Lebih sedikit plak berarti lebih sedikit peradangan. Soda kue juga dapat membantu menetralkan asam berbahaya pada gigi jika Bunda mengalami morning sickness.

10. Kunjungi Dokter Gigi

Ibu hamil mungkin tergoda untuk melewatkan kunjungan rutin ke dokter gigi, tetapi cobalah untuk menyesuaikannya. Pemeriksaan gigi adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang terjadi di mulut. 

Jika tidak terlihat, ingatlah untuk memberi tahu dokter gigi bahwa Bunda sedang hamil sehingga dapat menghindari rontgen gigi dan perawatan apa pun yang memerlukan anestesi. Biasanya, waktu terbaik untuk mengunjungi dokter gigi adalah pada awal trimester kedua.

Terlepas dari itu, walau gusi berdarah saat hamil adalah hal normal yang dialami ibu hamil, segera hubungi dokter gigi segera jika Bunda mengalami:

  • Sakit gigi
  • Gusi sakit yang sering berdarah
  • Tanda-tanda lain penyakit gusi, seperti gusi bengkak atau lunak, gusi surut, bau mulut terus-menerus, atau gigi goyang
  • Pertumbuhan di mulut Anda, meskipun tidak menyakitkan atau menyebabkan gejala lain
  • Mati rasa di mulut.

Semoga informasi mengenai gusi berdarah saat hamil bisa bermanfaat untuk para Bunda semua!

***

Artikel telah diupdate oleh: Nikita Ferdiaz

 

Baca juga 

Penyebab Sakit Gigi saat Hamil hingga Cara Mencegah dan Mengobatinya

Cabut gigi saat hamil bisa ganggu pertumbuhan janin, benarkah?

Tambal gigi saat hamil, boleh tidak, sih? Ini penjelasan dokter

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.