7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Jika tidak segera ditangani, penyakit malaria dapat berakibat fatal kepada anak.

Malaria merupakan salah satu penyakit yang wajib diwaspadai, termasuk ketika menyerang anak-anak. Parents pun patut mewaspadai gejala malaria pada anak, karena kondisi ini sering kali tidak tampak, sehingga cukup sulit terdeteksi.

Hampir setengah dari jumlah penduduk di dunia hidup di daerah endemis malaria. Daerah endemis malaria adalah negara-negara dengan angka kasus penderita malaria yang cukup tinggi. Salah satunya adalah Indonesia.

Hingga saat ini, kasus penyakit malaria masih sering ditemui dan menjadi ancaman bagi manusia. Parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles adalah penyebab malaria.

Penyebaran penyakit malaria dapat berlangsung dengan cepat dari satu orang ke orang lainnya karena ditularkan oleh nyamuk tersebut. Siapa pun dapat tertular malaria, tak terkecuali anak-anak.

Artikel Terkait: Malaria, Si Malaikat Maut yang Mengubah Hidup Saya

Gejala Malaria pada Anak

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Nyamuk Anopheles adalah penyebab malaria. | Gambar: Freepik

Pada umumnya, gejala khusus malaria adalah demam yang bersifat periodik, menggigil, dan keringat dingin. Gejala ini biasanya akan muncul sejak 10-14 hari setelah gigitan nyamuk.

Sayangnya, pada anak-anak gejala tersebut sering tidak tampak secara spesifik. Untuk lebih memudahkan Parents, berikut ini theAsianparent Indonesia rangkum beberapa gejala malaria pada anak:

1. Demam

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Orang dewasa yang terkena malaria akan mengalami demam yang muncul bersifat periodik. Pada orang dewasa, demam tersebut naik turun dengan pola tertentu, misalnya suhu tubuh akan naik setiap 48 jam lalu turun kembali.

Akan tetapi, pada anak-anak, gejalanya tidak demikian. Demam pada anak yang terkena malaria tidak bersifat periodik. Anak justru akan mengalami demam hingga 40 derajat celsius yang terjadi terus-menerus sepanjang hari.

2. Badan Menggigil, tapi Berkeringat

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Child in home quarantine at the bed, sleeping, with medical mask on his sick teddy bear, for protection against viruses during coronavirus COVID-19 and flu outbreak. Children and illness disease concept

Gejala malaria pada anak berikutnya adalah badan menggigil, tetapi terus mengeluarkan keringat. Jika anak  mengalami gejala ini yang disertai dengan gejala malaria lainnya, maka Parents patut waspada.

3. Mirip Flu

gejala malaria pada anak

Selain demam, anak yang terkenan malaria juga dapat mengalami berbagai gejala menyerupai flu, seperti batuk, pilek, serta hidung berair selama satu hingga dua hari.

4. Muntah dan Diare

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Anak yang mengalami malaria akan sangat sering muntah. Gejala ini juga disertai diare ringan hingga sedang dengan warna hijau gelap dan berlendir. Apabila terjadi secara terus-menerus, muntah yang disertai diare ini ini dapat berujung pada dehidrasi.

Artikel Terkait: Trombosit rendah? Waspadai ITP yang mirip demam berdarah

5. Kulit Kuning (Ikterus)

gejala malaria pada anak

Malaria disebabkan oleh parasit yang dapat bersarang pada hati, sehingga menyebabkan kerusakan sel hati. Akibatnya, penderitanya pun tidak jarang akan mengalami kulit dan mata yang berwarna kuning. Tidak hanya itu, perut juga akan tampak membesar akibat pembengkakan hati.

6. Kejang

gejala malaria pada anak

Gejala malaria pada anak yang berikutnya adalah kejang, bahkan bisa muncul tanpa didahului demam. Hal ini biasanya terjadi apabila infeksi parasit penyebab malaria telah mencapai sistem saraf anak.

Selain kejang, anak juga dapat mengalami gangguan kesadaran. Misalnya mengigau, bicara yang melantur, hingga tak sadarkan diri.

7. Jumlah Urine Berkurang

Gejala malari yang terakhir pada anak adalah berkurangnya jumlah urine, meskipun asupan air yang diminum cukup banyak. Ini terjadi karena plasmodium penyebab malaria dapat menyerang organ ginjal. Oleh karena itu, gejala malaria pada anak yang satu ini juga harus diwaspadai.

Artikel Terkait: Kenali gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak

Cara Mudah Mencegah Malaria pada Anak

7 Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Orangtua Tahu, Jangan Sampai Terlambat!

Gambar: Freepik

Setelah mengetahui gejala-gejala malaria pada anak, ada baiknya Parents mencegah datangnya penyakit tersebut. Ya, penyakit malaria dapat dicegah dengan mudah.

Beberapa langkah sederhana yang dapat Parents lakukan untuk mencegah anak terkena malaria adalah sebagai berikut:

  • Memakaikan pakaian lengan panjang kepada anak agar terhindar dari gigitan nyamuk
  • Mengajak anak menggunakan losion anti-nyamuk
  • Tidur dengan tempat tidur berkelambu
  • Membersihkan tempat-tempat yang sering menjadi sarang nyamuk, misalnya genangan air, pakaian yang tergantung, dan sebagainya
  • Hindari bepergian ke daerah endemis malaria
  • Jika berencana untuk pergi ke daerah endemis malaria, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu agar dapat diberikan obat antimalaria

Itulah gejala malaria pada anak serta tips mencegah anak terkena penyakit tersebut. Jika anak sudah mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi, segera temui dokter untuk memastikannya. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan menemukan parasit penyebab penyakit di dalam sel darah merah, serta memberikan obat yang tepat.

Referensi: klikdokter

Baca Juga:

Sepasang suami istri di Aceh terserang malaria monyet mematikan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner