TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Bacaan 4 menit
Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Gejala Covid-19 terbilang mirip dengan DBD, bagaimana cara membedakannya?

Tak hanya Covid-19, beberapa bulan belakangan ini wabah demam berdarah dengue (DBD) juga mengintai masyarakat Indonesia. meski keduanya merupakan jenis penyakit berbeda, namun memiliki risiko yang tidak bisa disepelekan. Mengingat cirinya pun cenderung mirip, namun penting untuk mengetahui gejala DBD dan Covid-19 secara spesifik.

Bagaimana cara membedakan gejala dari kedua penyakit tersebut?

Artikel terkait: Kisah Parents: “Jangan abaikan demam, bayi kecilku alami dengue shock syndrome”

Perbedaan gejala DBD dan Covid-19 yang perlu diketahui

Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Secara umum, DBD dan Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Bedanya, virus corona penyebab Covid-19 ditularkan antar manusia melalui droplet, sedangkan virus dengue penyebab DBD ditularkan melalui nyamuk jenis Aedes aegepti dan Aedes albopictus.

Karena sama-sama disebabkan oleh virus, gejala yang muncul pun kerap serupa sehingga sulit dibedakan. Terlebih, gejala awal dari keduanya juga terbilang umum. Artinya, gejala yang dirasakan mirip dengan penyakit lain seperti flu.

Hal ini pun ditegaskan lewat sebuah studi yang diterbitkan di laman The Lancet yang memaparkan bahwa dokter bisa saja salah mendiagnosis kasus Covid-19 menjadi DBD. Pasalnya, infeksi virus dengue maupun virus corona cenderung mirip secara klinis maupun laboratoris.

Contoh kasus di Singapura

gejala dbd dan covid

Lebih lanjut, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Gabriel Yan dari National University of Singapore juga meneliti dua kasus Covid-19 yang disalahpahami sebagai DBD di Singapura.

Satu pasien laki-laki (57) dan satunya lagi perempuan (57). Keduanya mengeluhkan gejala seperti demam tinggi, batuk, diare, trombosit rendah, serta nilai leukosit rendah. Dokter mencurigai keluhan tersebut sebagai gejala DBD. Tidak ada kecurigaan mengenai Covid-19,  mengingat pasien juga tidak memiliki riwayat ke luar negeri atau pun kontak dengan pasien positif.

Hasil pemeriksaan rontgen kedua pasien juga dinilai bagus. Pemeriksaan rapid test untuk DBD juga menunjukan hasil positif, sehingga dokter pun akhirnya mendiagnosis kondisi kedua pasien sebagai DBD.

Kondisi kian memburuk dan timbul gejala tambahan

Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Pasien menerima perawatan DBD di rumah sakit, dan sempat dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, beberapa hari kemudian, pasien kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya semakin buruk. Mereka juga mengalami gejala tambahan berupa sesak napas.

Akhirnya, dokter pun melakukan pemeriksaan ulang dan memutuskan untuk menjalankan tes swab. Hasilnya, kedua pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Lebih lanjut, hasil tes juga mengkonfirmasi bahwa kedua pasien negatif menderita DBD.

“Hasil rapid test dengue yang positif membuat kami tidak bisa mendiagnosis Covid-19 lebih awal. Maka, ada baiknya jika pasien yang menunjukkan gejala DBD, juga menjalani tes terkait Covid-19 agar mendapatkan diagnosis yang lebih pasti,” tulis para ilmuwan dalam laporan studi, seperti yang dikutip dari laman The Lancet.

Artikel terkait: Penelitian covid-19 terbaru: Coronavirus juga menyerang sistem saraf otak

Beberapa hal yang membedakan

gejala dbd dan covid

Dari kedua contoh kasus, terlihat bahwa gejala DBD dan Covid-19 terbilang mirip. Untuk membedakannya, Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPT memaparkan mengenai perbedaan utama dari kedua gejala tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu menjelaskan, biasanya gejala utama DBD adalah demam mendadak. Sedangkan gejala awal infeksi virus corona biasanya berupa demam tinggi yang disertai batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan.

“Kunci utamanya, kalau gejala DBD adalah demam mendadak tinggi, yang disertai dua atau lebih gejala lainnya,” tutur dokter Leonard seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Tidak hanya itu, gejala khas DBD yang belum ditemukan dalam pasien Covid-19 juga berupa timbulnya bintik-bintik merah di hari kedua hingga kelima setelah demam. DBD juga biasanya memicu perdarahan ringan seperti gusi berdarah dan mimisan.

Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Untuk Covid-19 sendiri, biasanya orang yang terinfeksi virus corona akan menunjukkan tiga gejala khas berupa batuk kering, demam di atas 38 derajat celcius, dan sesak napas.

Penelitian terbaru juga menjelaskan, beberapa gejala yang mungkin timbul terkait Covid-19 di antaranya adalah:

  • Mata merah atau konjungtivitis
  • Masalah pencernaan seperti diare
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala berlebihan
  • Merasa lelah tanpa alasan
  • Timbulnya ruam kulit

Artikel terkait: Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!

Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD

Itulah beberapa perbedaan antara gejala DBD dan Covid-19. Agar terhindar dari kedua penyakit tersebut, tentunya upaya pencegahan yang tepat juga perlu dilakukan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Parents terapkan untuk mencegah DBD dan Covid-19 di antaranya adalah:

  • Pencegahaan Covid-19: Lakukan swakarantina dan physical distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, hindari keramaian, jaga daya tahan tubuh, upayakan untuk tidak menyentuh wajah, dan jalani pola hidup sehat.
  • Pencegahan DBD: Memutus daur hidup nyamuk dengan cara menutup tempat menampung air, menjaga kebersihan lingkungan dengan mengupayakan agar tidak ada genangan air di rumah, rajin menguras bak mandi, fogging nyamuk, dan jalani pola hidup sehat.

Semoga bermanfaat!

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

***

Referensi: The Lancet, SehatQ, Kompas

Baca juga:

Anaknya tes Covid-19, sang ibu: "Kalau positif, kami mungkin berpisah"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Jangan salah! Meski mirip, ini bedanya gejala Covid-19 dan DBD
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti