TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!

Bacaan 4 menit
Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!

Selain demam dan batuk, mata merah bisa menjadi salah satu gejala Covid-19. Ini penjelasan selengkapnya!

Sebuah studi teranyar menyebutkan, mata merah bisa menjadi gejala Covid-19. Dari 38 pasien positif Covid-19, 12 di antaranya mengalami mata merah. Pada dua pasien lainnya, virus korona jenis terbaru juga ditemukan dalam cairan hidung dan mata mereka.

Artikel terkait: Hilangnya indera penciuman dan perasa bisa menjadi tanda Covid-19, ini penjelasannya

Studi tentang mata merah gejala Covid-19: virus bisa saja menginfeksi mata

mata merah gejala covid

Penelitian dilakukan oleh beberapa ilmuwan di China. Studi yang dipublikasikan di JAMA Ophthalmology tersebut menjelaskan, virus corona jenis SARS-CoV-2 dapat menyebabkan kondisi konjungtivis pada mata. Keadaan ini dapat terjadi pada kedua mata, atau pun bisa hanya pada salah satunya.

Konjungtivis sendiri ditandai oleh kondisi mata yang memerah. Pasalnya, hal tersebut terjadi akibat adanya pelebaran pembuluh darah pada selaput yang melapisi permukaan bola dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva).

Dr. Liang Liang dari departemen ophthalmologi di China Three Gorges University menjelaskan, partikel virus corona bisa saja ditemukan di dalam sekresi mata.

“Beberapa pasien Covid-19 memiliki gejala okular. Bisa jadi virus corona tersebut terdapat di area konjungtiva pasien,” ungkap Liang seperti yang dilansir dari laman WebMD.

Liang juga melanjutkan, virus bisa saja menyebar jika seseorang menggosok mata yang terinfeksi kemudian menyentuh orang lain. Tidak hanya itu, semakin parah kondisi Covid-19 yang diderita, semakin besar kemungkinan ia akan mengalami mata merah.

Karena hasil studi tersebut, para peneliti juga menganjurkan agar para tenaga medis yang menangani Covid-19 harus memakai kacamata pelindung, lengkap bersama alat pelindung diri (APD) lainnya.

Upaya pencegahan dini perlu dilakukan

Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!

Sementara itu, dokter spesialis mata Dr. Prachi Dua dari Manhattan Eye, Ear, and Throat Hospital menanggapi hasil penelitian tersebut. Ia menjelaskan, bahwa harus ada langkah pencegahan yang dilakukan terkait kondisi mata agar tidak terpapar Covid-19.

Prachi berharap agar masyarakat berhati-hati, tidak menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut. Ia juga menyarankan agar orang bermata minus untuk menggunakan kacamata dan tidak memakai lensa kontak terlebih dulu.

“Meskipun mata merah ini merupakan gejala yang jarang muncul pada penderita Covid-19, tindakan pencegahan perlu dilakukan secara maksimal. Tenaga medis maupun pasien perlu paham bahwa kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala dari infeksi virus,” ungkap Prachi.

Ia juga melanjutkan, “Jadi, pasien dengan permasalahan mata ini juga perlu mendapat diagnosis dan pemeriksaan detail untuk mencari tahu apakah ada infeksi virus atau tidak. Hal ini dilakukan untuk mencegah transmisi atau penyebaran virus.”

Tidak hanya kondisi mata merah, pasien juga tetap perlu memberikan keterangan apakah ada riwayat bepergian ke luar negeri atau kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Artikel terkait: Sakit gigi di tengah pandemi Covid-19? Ini hal yang perlu diperhatikan

Pemeriksaan mata rutin sebaiknya ditunda saat pandemi

mata merah gejala covid

Penyataan Prachi juga senada dengan Dr. Alfred Sommer, profesor epidemiologi dan kesehatan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Amerika.

“Ini membuat kita perlu lebih waspada lagi, terutama bagi mereka yang sering mengalami konjungtivitis atau mata merah. Kondisi tersebut mungkin saja menjadi sumber infeksi virus yang bisa ditularkan pada orang lain,” papar Alfred.

Lebih lanjut, dokter Alferd juga menjelaskan, virus juga bisa saja menyebar melalui medium air mata penderita yang terpapar Covid-19. Atau, ketika pasien menggosok matanya sehingga virus dari mata menempel di tangan, dan kemudian virus menyebar ketika ia menyentuh orang lain.

“Ini juga bisa terjadi ketika dokter melakukan pemeriksaan pada mata pasien. Karenanya, pedoman American Academy of Ophthalmology kini merekomendasikan kegiatan pemeriksaan mata yang tidak mendesak, sebaiknya tidak dilakukan sementara waktu selama pandemi,” jelas Alfred.

Penelitian lanjutan tetap perlu dilakukan

Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!

Sementara itu, juru bicara klinis dari American Academy of Ophthalmology Dr. Sonal Tuli berpendapat sedikit berbeda. Ia mengatakan, mata merah belum cukup untuk mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19.

“Sebagian besar mata merah memang disebabkan virus, tetapi untuk mengetahui jenis virus tersebut terbilang sulit. Belum ada cukup data bahwa mata merah termasuk gejala Covid-19,” ungkap Sonal.

Untuk mengetahui pasti jenis virus yang menginfeksi, dokter perlu menyeka konjungtiva dan menguji spesimen di laboratorium.

Artikel terkait: Mirip tapi tidak sama! Ini perbedaan gejala covid-19, flu, dan pilek

Mata merah sebagai gejala Covid-19 memang masih membutuhkan penelitian lanjutan. Namun, virus corona penyebab Covid-19 ini juga terbilang baru dan masih diteliti oleh banyak ilmuwan. Jadi, tidak ada salahnya kita tetap waspada terkait berbagai kemungkinan gejala, termasuk kondisi konjungtivitis atau meta marah ini.

Terapkan juga berbagai upaya pencegahan Covid-19 sesuai dengan arahan, ya, Parents. Jaga kebersihan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun, lakukan physical distancing, dan lakukan swakarantina selama sakit. Serta, jangan lupa untuk tidak menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut agar tidak terinfeksi.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

***

Referensi: WebMD

Baca juga:

Mata Merah pada Bayi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Penelitian terbaru: Mata merah bisa jadi gelaja Covid-19, jangan sering sentuh wajah!
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti