9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Karena saluran cernanya masih belum tumbuh sempurna, waspadalah terhadap 9 gangguan pencernaan yang kerap dialami oleh anak berikut ini.

Gangguan pencernaan bisa terjadi pada siapa pun juga, termasuk bayi. Namun, tahukah Parents bahwa ada beberapa jenis gangguan pencernaan pada bayi dan anak termasuk gejala dan penyebabnya?

Dalam hal ini, dr. Ariani Dewi Widodo, seorang dokter spesialis anak konsultan dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita mengungkapkan bahwa gangguan pencernaan pada anakseringkali disebabkan oleh saluran pencernaannya yang masih belum berkembang dengan sempurna.

Sel-sel usus pada anak lebih renggang dibandingkan dengan orang dewasa sehingga kuman penyakit bisa masuk dengan lebih mudah. Selain itu lapisan mukus atau lendir yang ada di usus juga masih tipis dan menyebabkan adanya beberapa bagian di usus yang tak terlindungi.

Sistem imun tubuh pada anak juga masih belum terbentuk dengan sempurna seperti orang dewasa sehingga rentan terkena penyakit dan juga zat allergen yang dapat memicu reaksi alergi.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak, yuk perhatikan gejala dan penyebabnya!

Artikel Terkait: Cegah Masalah Pencernaan Pada Bayi Dengan Jenis Makanan Ini!

9 Gangguan Pencernaan pada Bayi dan Anak-Anak

1. Kembung

gangguan pencernaan pada anak

Tak hanya pada orang dewasa, perut yang kembung pun bisa menyebabkan rasa tak nyaman pada anak.

Karena anak masih belum bisa berkomunikasi dengan baik dan mengungkapkan apa yang ia rasakan, kebanyakan anak akan menjadi rewel karena menahan rasa tidak nyaman tersebut. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah anak kembung atau tidak adalah dengan menepuk perutnya.

Perut kembung bisa terjadi karena beberapa kondisi, misalnya kadar kalium dalam perut berkurang karena diare dan angin atau gas yang terperangkap di dalam perut.

Mengunyah makanan terlalu cepat dan mengonsumsi minuman bersoda pun bisa menjadi penyebabnya.

Jika si Kecil mengalami perut kembung, berikanlah kompres air hangat untuk membantu meredakannya. Sebaiknya juga hindari konsumsi terlalu banyak makanan yang dapat memicu produksi gas pada saluran pencernaan seperti kubis, lobak, brokoli, dan bawang.

2. Sembelit Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Mengutip dari Alodokter, anak dapat dikatakan menderita sembelit jika buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Feses anak yang sembelit terlihat keras, kering, dan juga sulit untuk mengeluarkannya.

Penyebab sembelit pada anak antara lain adalah kurang serat, kurang minum air putih, stress, serta efek samping obat-obatan tertentu. Terkadang anak dengan intoleransi laktosa atau alergi susu sapi juga bisa menderita sembelit.

Asupan cairan yang tepat dan konsumsi serat dapat membantu melembutkan tinja sehingga mudah untuk dikeluarkan. Aktif bergerak selama 30 hingga 60 menit setiap harinya juga bisa menjaga pergerakan usus dan melancarkan saluran cerna.

3. Diare, Gangguan Pencernaan pada Bayi dan Anak Sering Dialami

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Salah satu gangguan pencernaan yang paling umum dialami oleh anak adalah diare. Apabila anak buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dan bentuk fesesnya cair, anak bisa dikatakan menderita diare.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan diare pada anak, antara lain adalah infeksi virus, bakteri, dan parasite. Kondisi seperti keracunan makanan, alergi, dan gangguan kekebalan tubuh juga bisa menjadi penyebabnya.

Diare bisa mengakibatkan dehidrasi. Anak yang dehidrasi akan terlihat lemas, kehausan, mulutnya kering, dan matanya cekung. Kondisi ini berbahaya bagi kesehatan sehingga penting untuk memberikan anak asupan cairan lebih ketika ia sedang menderita diare.

4. GERD

gangguan pencernaan pada anak

Gastroesophaegal Reflux Disease tak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Bayi rentan mengalami GERD lantaran otot pada ujung kerongkongannya masih belum cukup kuat.

Sementara anak-anak bisa saja mengalaminya jika mendapat tekananan dari bawah kerongkongan, intoleransi makanan, kelainan anatomi lambung, dan stress.

Gejala dari penyakit ini meliputi rasa panas pada bagian dada, sesak nafas, sakit ketika menelan dan mual.

Untuk meredakan gejalanya yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman, posisikan kepala anak lebih tinggi ketika berbaring dan jangan biarkan ia langsung tidur setelah makan.

5. Intoleransi Makanan

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Pada saluran cerna anak yang belum tumbuh dengan sempurna, terkadang tubuh salah mengenali kandungan makanan sebagai sebuah zat berbahaya sehingga menimbulkan reaksi muntah atau diare yang disebut dengan intoleransi makanan.

Laktosa pada susu sapi, putih telur, dan kacang-kacangan adalah penyebab intoleransi makanan yang paling umum. Berbeda dengan alergi makanan, konsumsi makanan dalam jumlah sedikit saja tak akan menyebabkan intoleransi makanan.

Oleh karena itu orangtua harus memperhatikan apa saja yang dikonsumsi oleh anak dan mengamati bahan apa saja yang bisa menjadi pemicu terjadinya intoleransi makanan.

6. Kolik

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Kondisi kolik sangat sering terjadi pada bayi, khususnya pada bayi baru lahir hingga ia berusia 4 bulan.

Ciri-ciri bayi yang mengalami kolik adalah menangis berjam-jam pada waktu tertentu setiap harinya. Ketika menangis, tangan bayi akan mengepal, lututnya ditarik ke perut, punggung melengkung, serta wajah tampak merah.

Kolik sebenarnya tak berbahaya dan akan hilang sendiri seiring bertambahnya usia bayi. Penyebab kolik sendiri adalah produksi gas dalam saluran cerna dan usus yang sensitif terhadap jenis protein tertentu.

Untuk meredakan kolik, Parents bisa memijat perut bayi dan menenangkannya ketika menangis dengan digendong.

7. Irritable Bowel Syndrome

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Sakit atau kram perut dapat terjadi akibat Irritable Bowel Syndrome, yaitu iritasi pada saluran pencernaan. Irritable Bowel Syndrome menyebabkan kontraksi pada otot saluran cerna yang mendorong makanan.

Penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui secara pasti, namun stress, konsumsi makanan tertentu, dan perubahan hormon dapat memicu terjadinya Irritable Bowel Syndrome.

Gejala seperti kram perut, diare, dan kembung yang terjadi biasanya bersifat kambuhan dan hilang timbul. Untuk mengobatinya, penderita Irritable Bowel Syndrome harus melakukan perubahan pola makan sesuai dengan gejala yang ia derita.

Misalnya jika mengalami kembung harus menghindari makanan yang mengandung gas dan jika diare harus mengurangi konsumsi makanan tinggi serat.

8. Gastritis

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Gastritis atau radang lambung bisa terjadi pada anak. Penyakit yang menimbulkan rasa sakit dan perih di perut ini terjadi ketika lapisan dinding lambung meradang atau membengkak.

Melansir dari IDAI, radang lambung juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri yang hidup di bawah selaput lendir lambung bernama Helicobacter pylori.

Makanan pedas dan berbumbu bisa memicu timbulnya iritasi pada lambung. Untuk mencegah terjadinya gastritis pada anak, usahakan ia makan secara teratur dan jangan biarkan perut kosong terlalu lama.

9. Gangguan Pencernaan pada Anak, Radang Usus Buntu

9 Jenis Gangguan Pencernaan Ini Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Anak juga rentan mengalami radang usus buntu atau apendisitis. Kondisi ini terjadi akibat infeksi dan peradangan yang terjadi pada usus buntu. Biasanya radang usus buntu sering terjadi pada anak berusia 5 hingga 16 tahun.

Penyakit ini terjadi karena adanya sumbatan pada usus buntu dan menyebabkan bakteri tumbuh. Gejala radang usus buntu pada anak adalah nyeri perut di sisi kanan bawah perut, demam, dan perut kembung.

Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah dan kotoran di dalamnya bisa masuk ke rongga perut. Maka dari itu, jika anak menunjukkan gejala seperti nyeri perut yang hebat, bawalah segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Artikel Terkait: 6 Cara Mudah Menjaga Pencernaan Anak Tetap Sehat, Parents Wajib Tahu!

Bagaimana cara untuk mencegah agar anak tak mudah terkena gangguan pencernaan? Parents perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Berikanlah asupan makanan yang bergizi seimbang dan mudah diserap pada saluran cerna anak.

Pastikan kebutuhan serat anak sesuai dengan usianya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no.28 tahun 2019, anak berusia 1-3 tahun dianjurkan mengonsumsi sekitar 19gr serat setiap harinya, sementara anak usia 4-6 tahun membutuhkan 20gr serat per hari.

Berikanlah makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan sereal yang terbuat dari biji-bijian. Jangan lupa juga untuk memperhatikan asupan cairan anak untuk mencegah konstipasi.

70% sel imunitas tubuh berada pada saluran pencernaan sehingga penting bagi anak untuk memiliki saluran cerna yang sehat. Penyerapan nutrisi juga bisa berlangsung secara lebih optimal dan hal tersebut dapat menunjang tumbuh kembangnya.

Sebagai orangtua, Parents harus cepat tanggap akan gejala gangguan gangguan pencernaan pada bayi dan anak-anak yang dideritanya.

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD

Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

****

Baca Juga:

Jangan Abaikan Sakit Perut pada Si Kecil, Ini Alasannya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner