TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kandungan kurkumin temulawak dan kunyit tingkatkan risiko Covid-19, benarkah?

Bacaan 4 menit
Kandungan kurkumin temulawak dan kunyit tingkatkan risiko Covid-19, benarkah?

Sebelum meyakini kandungan kurkumin dapat menjadi reseptor virus Covid-19, ini pendapat pakar mengenai fungsi kurkumin untuk tubuh.

Siapa di antara Parents yang mendapat pesan berantai lewat whatsApp group yang menyatakan fungsi kurkumin atau curcumin justru bisa meningkatkan risiko Covid-19?

Belum lama ini ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menganjurkan untuk menghindari konsumsi kunyit dan temulawak, selama pademi Covid-19 .

Padahal, selama ini banyak masayarakat yang percaya, bahwa bahan-bahan alami yang biasa digunakan sebagai rempah-rempahan mampu menangkal penularan virus Corona yang menyebabkan Covid-19. Tak heran kalau warga banyak menyerbu bahan alami seperti kunyit dan temulawak, karena dikatakan fungsi kurkumin di dalamnya dapat menangkal virus menjadi langka dan harganya kian melambung.

Kunyit dan Temulawak sebagai reseptor cirus Covid-19, benarkah?

Adalah Taufikurrahman dan Daryono Hadi Tjahjon. Dua ahli ITB ini mengutip hasil penelitian yang dimuat jurnal ilmiah. Dalam jurnal tersebut, menyatakan adanya senyawa protein ACE2 (Angiotensin-converting-enzyme2) sebagai reseptor virus Covid-19. Sedangkan curcumin diketahui meningkatkan ekspresi enzim yang sama.

“Sehingga sebagai kesimpulan, untuk sementara kunyit dan temulawak justru dihindari khusus untuk tipe virus ini,” menurut unggahannya.

Anjuran itu langsung memicu kebingungan. Apalagi masyarakat  percaya kalau bahan alami, termasuk kunyit dan temulawak, dapat menangkal virus tersebut.

Artikel terkait: Ada jadwal imunisasi anak saat pandemi corona? Ini yang wajib Parents tahu!

Fakta mengenai kandungan kurkumin sebagai reseptor virus Covid-19

Kandungan kurkumin temulawak dan kunyit tingkatkan risiko Covid-19, benarkah?

Menanggapi hal ini, dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menjelaskan poin-poin penting mengenai informasi tersebut.

Menurutnya, dalam berbagai penelitian (terutama penelitian in-vitro dan praklinis) menunjukkan bahwa kurkumin memiliki sifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

“Salah satu manfaat kurkumin yang terungkap melalui berbagai penelitian dan uji klinis, adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh atau berperan sebagai imunomodulator,” kata dr. Inggrid, mengutip dari Liputan6.

Pada penelitian terakhir, penyebab penyakit Covid-19 menunjukkan reseptor virus tersebut adalah enzim bernama ACE2 yang terdapat pada sel inang, yaitu sel alveolus dalam paru-paru manusia.

Sedangkan, jalan masuk virus ini tidak hanya bergantung pada ikatan protein spike virus, dengan reseptor pada sel inang (ACE2) saja. Tetapi priming protein spike oleh protease sel inang.

Ada dua bentuk ACE2, yaitu fixed atau menempel pada permukaan sel, dan soluble bentuk bebas dalam darah.

Pada ACE2 bentuk soluble, diproyeksikan menjadi salah satu enzim antivirus Covid-2. Yaitu melalui mekanisme interseptor kompetitif yang mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.

Sedangkan menurut penelitian bio-informatika pada Maret 2020, kurkumin disebutkan merupakan salah satu kandidat antivirus Covid-19.

“Maka diharapkan kurkumin, kandungan yang ditemulawak dan kunyit ini mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble yang dapat menghambat terjadinya ikatan antara protein virus dengan ACE2 bentuk fixed pada permukaan sel inang,” terang Inggrid.

Fungsi kurkumin untuk kesehatan

Kandungan kurkumin temulawak dan kunyit tingkatkan risiko Covid-19, benarkah?

Melihat kesimpulan dari penelitian tersebut, fungsi kurkumin justru diharapkan dapat menghambat terjadinya ikatan virus Covid-19 pada sel inang. Sesuai dengan sifat antivirus yang dimilikinya.

“Sehingga, larangan konsumsi jamu temulawak dan kunyit, serta suplemen kurkumin, dengan alasan menimbulkan kerentanan terhadap COVID-19 adalah larangan tidak rasional. Sebab, belum ada satu pun penelitian yang mengonfirmasi dampak buruk temulawak, kunyit, maupun Curcumin terhadap COVID-19,” imbuhnya.

dr. Inggrid menambahkan, jamu yang mengandung temulawak dan kunyit sendiri sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama berabad-abad dan terbukti aman, serta bermanfaat terhadap kesehatan.

“Di antaranya memelihara kesehatan, kebugaran atau vitalitas, bahkan menjaga kesehatan liver dan pencernaan,” kata Inggrid.

Cara mengolah bahan herbal yang benar

Ilustrasi minuman temulawak

Senada dengan dr. Inggrid, Sport Nutritionist & Disease Prevention, Emilia Achmadi, MS., RDN, juga mengatakan kalau kunyit dan temulawak bermanfaat untuk kesehatan. Salah satunya untuk mencegah virus dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Curcumin memiliki zat aktif kurkuminoid yang berfungsi sebagai anti virus dan imunomodulator,” ungkap Emilia.

Manfaat herbal ini tentu tak bisa dirasakan secara instan. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk dapat diproses oleh tubuh secara alami.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi herbal secara rutin dan teratur. Untuk menjaga khasiatnya, herbal juga harus diolah dengan baik dan benar.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Dikatakan Emilia, pengolahan yang tidak tepat justru berisiko menurunkan bahkan menghilangkan zat-zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Bila anda memilih mengonsumsinya dalam bentuk segar, cara yang tepat untuk mengolah dan mengonsumsi herbal adalah sebagai berikut :

  • Siapkan herbal seukuran ibu jari yang masih segar dan belum terkelupas kulitnya
  • Potong-potong herbal setebal 1-2 cm, lalu memarkan
  • Masukkan herbal ke dalam cangkir ukuran 250 ml, lalu seduh dengan air hangat suam-suam kuku (70o celcius).
  • Diamkan selama 4 menit, lalu minum segera sampai habis.
  • Dalam kondisi sehat, minum ramuan herbal 1-2 cangkir dalam sehari.

Bila memilih mengonsumsi dalam bentuk instan, perhatikan kandungan herbal di dalamnya. Pastikan herbal yang segar dan berkualitas, mengadung zat aktif yang terjaga khasiatnya dan terukur dosisnya.

Semoga informasi ini bermanfaat!

***

Baca juga

Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kandungan kurkumin temulawak dan kunyit tingkatkan risiko Covid-19, benarkah?
Bagikan:
  • Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

    Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • 150 Ayat Alkitab yang Bagus untuk Doa Bersyukur dan Peneguhan Iman

    150 Ayat Alkitab yang Bagus untuk Doa Bersyukur dan Peneguhan Iman

  • Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

    Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • 150 Ayat Alkitab yang Bagus untuk Doa Bersyukur dan Peneguhan Iman

    150 Ayat Alkitab yang Bagus untuk Doa Bersyukur dan Peneguhan Iman

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti