TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal

Bacaan 5 menit
Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal

Banyak peneliti yang berlomba melakukan studi untuk membuat vaksin Covid-19. Saat ini uji coba vaksin corona telah dilakukan pada manusia.

Segala upaya pencegahan Covid-19 seperti cuci tangan dan social distancing telah dilakukan. Namun, tindakan ini hanya untuk memperlambat penyebaran penyakit, bukan mengatasi. Oleh sebab itu vaksin corono sangat dibutuhkan. Kabar baiknya, saat ini peneliti sedang melakukan uji coba vaksin corona dengan harapan dapat segera digunakan.

Peneliti mempelajari virus Covid-19 dan berlomba membuat vaksinnya

uji coba vaksin corona

Presiden Xi Jinping mempelajasi perkembangan vaksin di Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing (Foto: Ju Peng/AP)

Pada awal Januari, China telah mengurutkan bahan genetik Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19 dan membagikannya. Dengan demikian, memungkinkan kelompok penelitian di seluruh dunia untuk mempelajari bagaimana virus itu menyerang sel manusia dan membuat vaksin.

Semua vaksin bekerja sesuai dengan prinsip dasar yang sama. Mereka menyajikan sebagian atau semua patogen ke sistem kekebalan manusia, biasanya dalam bentuk injeksi dan dengan dosis rendah, untuk mendorong sistem untuk menghasilkan antibodi terhadap patogen.

Pertama kali uji coba vaksin corona pada sukarelawan di Amerika

Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal

Jennifer Haller, relawan uji coba vaksin corona (Foto: tangkapan layar video Time.com)

Senin (16/3/2020), peneliti Amerika Serikat menyuntikkan Vaksin Virus Corona atau Coronavirus kepada seorang sukarelawan untuk yang sehat pertama kalinya. Para ilmuwan di Kaiser Permanente Washington Research Institute di Seattle, AS, memulai penelitian tahap pertama yang ditunggu-tunggu dengan cemas tentang potensi vaksin COVID-19 seperti dilansir Time.com,

“Kami tim corona virus sekarang,” kata pemimpin studi Kaiser Permanente, Dr. Lisa Jackson pada malam sebelum percobaan.

“Semua orang ingin melakukan apa yang mereka bisa dalam keadaan darurat ini,” sambung Lisa.

Artikel terkait: Mirip tapi tidak sama! Ini perbedaan gejala covid-19, flu, dan pilek

Seorang manajer operasi di perusahaan teknologi kecil menjadi peserta studi pertama yang menerima suntikan di dalam ruang pemeriksaan. Tes ini akan melibatkan sebanyak 45 sukarelawan,  masing-masing akan menerima dua dosis suntikan dengan jarak satu bulan.

“Kita semua merasa sangat tidak berdaya. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya untuk melakukan sesuatu,” kata Jennifer Haller (43 tahun), relawan dari Seattle. Dia adalah seorang ibu dari dua remaja. Kedua anaknya senang mengetahui ibunya mengambil bagian dalam penelitian ini.

Senin kemarin menjadi tonggak sejarah yang menandai awal dari serangkaian studi pada relawan yang diperlukan untuk membuktikan apakah suntikan itu aman dan bisa bekerja. Bahkan jika penelitian berjalan dengan baik, vaksin belum dapat digunakan secara luas hingga 12 hingga 18 bulan ke depan, kata Dr. Anthony Fauci dari Institut Kesehatan Nasional AS. 

Selain di Amerika, ada banyak studi dan uji coba vaksin corona

uji coba vaksin corona

Relawan disuntik vaksin Covid-19 (Foto: tangkapan layar video Time.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Kandidat vaksin ini, yang diberi nama kode mRNA-1273, dikembangkan oleh NIH dan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts, Moderna Inc. Tidak ada kemungkinan peserta dapat terinfeksi dari suntikan karena mereka tidak mengandung coronavirus itu sendiri.

Ini bukan satu-satunya vaksin potensial. Banyak kelompok riset di seluruh dunia berlomba untuk membuat vaksin melawan COVID-19. Kandidat lain, yang dibuat oleh Inovio Pharmaceuticals, diperkirakan akan memulai studi keselamatan sendiri – di AS, Cina dan Korea Selatan – bulan depan (4/2020).

Artikel terkait: Penelitian terbaru: Virus Covid-19 bertahan 5 minggu dalam tubuh setelah terinfeksi

Masih dibutuhkan lebih banyak penelitian

virus corona hidup di udara

“Kami tidak tahu apakah vaksin ini akan memicu respons kekebalan, atau apakah itu aman. Itu sebabnya kami melakukan percobaan,” dokter Lisa menekankan. “Kita belum pada tahap di mana akan mungkin atau bijaksana untuk memberikannya kepada populasi umum.”

Sebagian besar penelitian vaksin yang sedang berlangsung secara global menargetkan protein yang dinamai “spike” yang mengikat permukaan corona virus baru dan memungkinkannya menyerang sel manusia. Memblokir protein itu dan tidak akan menginfeksi manusia.

Para peneliti di NIH menyalin bagian dari kode genetik virus yang berisi instruksi bagi sel untuk membuat protein spike. Kemudian “messenger RNA” itu dibungkus ke dalam vaksin.

Idenya, tubuh akan menjadi pabrik mini, menghasilkan beberapa protein spike yang tidak berbahaya. Ketika sistem kekebalan bertemu protein asing, itu akan membuat antibodi untuk menyerang – dan siap untuk bereaksi dengan cepat jika orang tersebut kemudian menemukan virus yang sebenarnya.

Cara ini jauh lebih cepat untuk menghasilkan vaksin dibanding pendekatan tradisional yang menumbuhkan virus di lab dan menyiapkan suntikan dari versi yang terbunuh atau yang dilemahkan.

Akan tetapi, perlu waktu untuk mengujinya dalam jumlah yang cukup besar untuk menemukan apakah ada efek samping yang tidak biasa dari vaksin tersebut, kata Dr. Nelson Michael dari Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed, yang sedang mengembangkan kandidat vaksin yang berbeda.

Vaksin corona akan diproduksi secara massal

Sebelum vaksin corona dipasarkan dan digunakan seluruh masyarakat, tentu saja memerlukan proses yang tidak sebentar. Namun, setelah Amerika melakukan uji coba, kini ada kabar baiknya dari China.

Tak hanya melakukan percobaan klinis penggunaan vaksin COVID-19, di China akan segera memasarkan secara massal.

New York Post melaporkan, Administrasi Produk Medis Nasional telah menyetujui tes untuk vaksin COVID-19 pertama di negara itu pada Selasa (17/3/2020).

Vaksin tersebut dikembangkan oleh para peneliti di Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

Para peneliti ini telah melakukan penelitian menemukan vaksin COVID-19 sejak tiba di Wuhan pada 26 Januari dan kini telah siap untuk memproduksi vaksin dalam skala besar.

Chen Wei, pakar biowarfare militer terkemuka yang memimpin tim mengatakan, “Kami adalah komunitas masa depan bersama bagi umat manusia, dan vaksin adalah salah satu senjata ilmiah dan teknologi paling kuat untuk mengakhiri epidemi virus corona baru.”

Sumber: Time.com, The Guardian, CNBC Indonesia

Baca juga:

Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kabar baik! Setelah uji coba pada manusia, vaksin corona akan diproduksi massal
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti