TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengapa Malam Lebih Dingin, Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau? Yuk Pahami Fenomena Bediding

Bacaan 3 menit
Mengapa Malam Lebih Dingin, Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau? Yuk Pahami Fenomena Bediding

Ini fenomena bediding yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Daerah apa saja?

Beberapa daerah di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan cuaca yang cukup ekstrim. Perubahan cuaca ini meliputi udara malam hari terasa lebih dingin dari biasanya, meski di siang hari terasa panas.

Perubahan ini ternyata merupakan suatu hal ilmiah yang disebut fenomena bediding. Sebelum dijelaskan oleh BMKG, masyarakat sudah merasakan keanehan. Keanehan ini berupa musim kemarau yang seharusnya identik dengan suhu panas baik pada siang dan malam hari.

Namun masyarakat justru merasakan suhu dingin yang menusuk di malam hari walaupun sedang berada di musim kemarau.

Fenomena Bediding

Fenomena bediding

unsplash

Keanehan masyarakat ini kemudian dijawab oleh BMKG yang menyebut bahwa fenomena yang terjadi ini merupakan hal ilmiah yang disebut fenomena bediding.

Dr. Emilya Nurjani, M. Si yang menrupakan pakar iklim Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa istilah bediding berasal dari bahasa jawa yang berarti fenomena suhu dingin setelah tengah malam hingga pagi hari ketika memasuki musim kemarau.

Perubahan cuaca yang disebut fenomena bediding ini terjadi di musim kemarau saat kondisi langit cerah tanpa awan atau tanpa sedikit awan.

Akibatnya, suhu di siang hari meningkat dan menjadi lebih panas. Sebaliknya pada malam hari suhu berkurang disebabkan adanya pelepasan panas atau hilangnya panas akibat pelepasan radiasi bumi sehingga pada malam hingga pagi suhu menjadi lebih dingin.

fenomena bediding

Pexels

Udara menjadi lebih dingin disebabkan fenomena embun upas Bediding. Ini akan terjadi dan mencapai puncaknya pada saat musim kemarau.

“Fenomena ini memang sepertinya menandai masuknya musim kemarau di suatu wilayah,” ujarnya, dilansir dari laman UGM,” ujar pakar UGM Emilya Nurjani pada laman UGM.

Salah satu contohnya yaitu perubahan ekstrem yang terjadi di dataran tinggi Dieng. Disana, saat suhu udara mencapai minus, maka akan ada fenomena embun upas (embun es/tropical frost) pada dini hari hingga pagi harinya.

Sedangkan di daerah lain, perubahan suhu ini juga akan terasa sangat mencolok berupa perubahan suhu siang yang panas namun segera berubah dingin menusuk saat memasuki malam hari terutama pada tengah malam menuju subuh.

Artikel Terkait: Jangan Diabaikan! Ini Fenomena Ekuiluks yang Akan Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia

Pertanda Masuknya Musim Kemarau

fenomena bediding

pexel

Fenomena ini juga merupakan pertanda masuknya musim kemarau di suatu wilayah terutama yang mempunyai hujan monsunal.

Wilayah-wilayah yang mempunyai pola hujan monsunal yaitu wilayah yang puncak hujannya sekitar Desember-Februari dan mengalami musim kemarau sekitar bulan Agustus-September.

Wilayah yang dihinggapi hujan monsunal ini meliputi Lampung, Sumatera, Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Mengutip dari laman Stasiun klimatologi Palembang yang turut membahas fenomena ini menjelaskan bahwa fenomena bediding dalam konteks klimatologi merupakan hal yang normal karena memang terkait dengan kondisi atmosfer saat musim kemarau.

Fenomena bediding ini biasanya akan cukup terasa pada bulan Juli di mana angin timuran atau monsun Australia yang kering mengalir melewati wilayah-wilayah tersebut.

Baca juga: 

4 Fakta Menarik Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Terjadi di Beberapa Kota Indonesia

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yesica Tria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengapa Malam Lebih Dingin, Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau? Yuk Pahami Fenomena Bediding
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti