TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Membedakan Nyeri Haid Biasa dan Nyeri karena Endometriosis pada Remaja

Bacaan 4 menit
Membedakan Nyeri Haid Biasa dan Nyeri karena Endometriosis pada Remaja

Para remaja biasanya sulit membedakan antara nyeri haid biasa dan nyeri yang disebabkan oleh adanya endometriosis.

Endometriosis adalah penyakit inflamasi yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan abnormal yang menyerupai endometrium dan memicu reaksi peradangan. Penyakit ini biasanya disertai rasa nyeri yang sangat hebat dan bisa menyerang perempuan sejak usia remaja. Penanganan yang terlambat akan semakin memperparah kondisi pasien endometriosis. Oleh sebab itu, di bawah ini akan diulas cara pencegahan endometriosis pada remaja. 

Endometriosis pada Remaja: Mitos yang Dibiarkan dan Berakibat Buruk

endometriosis pada remaja

Sumber: iStockphoto

Tak sedikit perempuan di Indonesia yang menderita penyakit endometriosis. Penyakit ini biasanya menyebabkan nyeri hebat yang sering kambuh terutama ketika datang bulan. Nyeri kronis yang dirasakan saat haid bahkan sering kali menghambat produktivitas perempuan. 

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, Dokter pendiri SMART IVF dan Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia mengatakan, studi di berbagai negara telah membuktikan bahwa penderita endometriosis sering kali menjadi tidak produktif setiap kali penyakit ini kambuh. 

“Studi tentang endometriosis di berbagai negara menunjukan bahwa penderita endometriosis cenderung terpaksa izin atau tidak masuk sekolah maupun tempat bekerja akibat keluhan nyeri yang sangat hebat,” ungkapnya dalam acara konferensi pers virtual bertajuk “Peluncuran Kampanye ENDometriosis untuk Mempercepat Diagnosa dan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien” pada Senin (14/6/2021). 

Ia juga mengatakan bahwa penyakit ini membutuhkan komitmen panjang untuk pengobatan dan biaya yang besar. Hal ini dikarenakan diagnosis yang terlambat 7 hingga 10 tahun sejak gejala awal. Mengapa hal ini bisa terjadi? 

Dr. dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG(K), MPH mengatakan, hal ini karena adanya mitos seputar penyakit endometriosis. Rata-rata pasien telah merasakan gejala penyakit ini sejak masih usia remaja. Namun, ketika mengeluhkan rasa nyeri, banyak orangtua yang menganggap enteng hal tersebut. 

Pendapat yang muncul sering kali adalah nyeri tersebut dianggap normal, akan menghilang dengan sendirinya ketika menikah, dan bisa sembuh hanya dengan minum obat anti nyeri. Jadi, yang menjadi fokus hanya soal bagaimana menghilangkan rasa nyeri, tetapi tidak ditelusuri penyebabnya. 

Artikel terkait: Endometriosis, Penyakit yang Membuat Perempuan Sulit Punya Anak

3 Cara Membedakan Nyeri Haid dan Nyeri Endometriosis pada Remaja

Selain karena mitos seputar penyakit endometriosis, para remaja biasanya juga sulit membedakan antara nyeri haid biasa dan nyeri yang disebabkan oleh adanya endometriosis. Hal ini kemudian menyebabkan misdiagnosis atau keterlambatan diagnosis yang bisa mengakibatkan efek jangka panjang pada pasien endometriosis. 

Prof. Wiweko mengatakan, ada 3 cara untuk mengenali apakah nyeri yang muncul setiap datang bulan disebabkan oleh nyeri haid biasa (dismenorea) atau karena endometriosis, yaitu:

1.  Durasi Nyeri yang Dirasakan

endometriosis pada remaja

Sumber: Shutterstock

Menurut Prof. Wiweko, nyeri pada saat haid adalah hal yang lumrah. Namun, biasanya hanya terjadi satu sampai dua hari. Jika lebih dari itu apalagi sampai mengganggu aktivitas normal, maka hal ini perlu diwaspadai. Nyeri yang diakibatkan oleh endometriosis biasanya terjadi bahkan sebelum, selama, dan sesudah haid. 

“Kalau nyeri haid yang ditimbulkan oleh endometriosis umumnya bisa terjadi sebelum haid, dia sudah nyeri, pada saat haid makin nyeri, sepanjang haid dia nyeri, dan sesudah haid dia juga nyeri,” katanya. 

Artikel terkait: Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

2. Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Membedakan Nyeri Haid Biasa dan Nyeri karena Endometriosis pada Remaja

Sumber: Shutterstock

Selain lamanya rasa nyeri, ciri-ciri berikutnya terletak pada seberapa besar dampak dari rasa nyeri tersebut. Apakah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak.

Nyeri yang disebabkan oleh haid umumnya tidak sampai mengganggu aktivitas perempuan. Pada siswa sekolah, biasanya saat nyeri haid datang, mereka masih bisa mengikuti pelajaran. 

“Kata kunci keduanya adalah dia mengganggu rutinitas dan aktivitas. Karena nyeri haidnya luar biasa, pasien tidak bisa melakukan aktivitas yang normal,” kata Prof. Wiweko. 

Tak hanya itu, biasanya nyeri yang disebabkan oleh penyakit endometriosis juga telah membentuk siklus. Jadi, tidak hanya terjadi sekali dua kali tetapi berulang dan biasanya berbarengan dengan datang bulan. 

“Nyerinya ini sifatnya cyclic. Tidak timbul sewaktu-waktu tetapi rutin dan terkait dengan haid,” tambahnya. 

Artikel terkait: Waspada Endometriosis! Penyebab Nyeri Haid Tak Normal yang Ganggu Kesuburan

3. Disertai Nyeri yang Lain

Membedakan Nyeri Haid Biasa dan Nyeri karena Endometriosis pada Remaja

Sumber: Shutterstock

Berbeda dengan nyeri haid, nyeri yang disebabkan oleh endometriosis sering kali disertai dengan nyeri pada area tubuh lainnya. Oleh sebab itu, perlu diamati apakah muncul gejala nyeri di bagian tubuh yang lain seperti nyeri saat buang air kecil atau buang air besar. 

“Nyeri haidnya sering ditemani dengan nyeri-nyeri yang lain, yaitu nyeri saat hubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat buang air besar terutama pada saat siklus haid. Nah, ini yang harus dipahami betul oleh remaja,” terang Prof. Wiweko. 

Hidup dengan penyakit endometriosis adalah hidup dengan rasa sakit. Oleh sebab itu, perlu deteksi sejak dini untuk mengetahui gejala endometriosis pada remaja. Jangan sampai terlambat ditangani sehingga keluhan semakin kronis. Semoga informasi di atas bisa membuat kita semakin waspada, ya, Parents.

Baca juga:

Tersiksa nyeri karena endometriosis? Ini 9 cara untuk mengurangi gejalanya!

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Pengakuan Seorang Istri "Beginilah Rasanya Hidup dengan Endometriosis"

Sakit saat berhubungan seksual karena endometriosis? Coba tips ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Membedakan Nyeri Haid Biasa dan Nyeri karena Endometriosis pada Remaja
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti