Empati Menjadikan Anak Sukses Di Masa Depan

Empati Menjadikan Anak Sukses Di Masa Depan

Seseorang menjadi sukses bukan karena kepandaiannya, namun juga karena sebuah faktor non teknis yang bernama empati. Bacalah ulasannya di sini.

Rukun dengan kakak/adik adalah salah satu bentuk empati terhadap sesama.

Rukun dengan kakak/adik adalah salah satu bentuk empati terhadap sesama.

Empati, barang langka di era modern?

Pengguna jejaring sosial Path mungkin masih ingat ketika setahun yang lalu. Sebuah akun yang dimiliki seorang remaja perempuan bernama Dinda dengan ‘lugu’nya menyebarkan ketidaksukaannya ketika ia diminta menyerahkan tempat duduk kepada seorang ibu hamil saat naik KRL.

Ironisnya, pernyataan tidak sukanya itu malah mendapat dukungan dari beberapa kawan Path-nya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan ibu-ibu biasa melakukan hal semacam itu agar mendapat tempat duduk di KRL.

Dinda memang sudah menyampaikan permintaan maaf setelah panen kecaman dari ratusan orang di Path yang miris membaca statement-nya. Namun, kisah ini mau tak mau menerbitkan sebuah pertanyaan, sudah hilangkah kepekaan sosial dari hati para remaja di negeri ini?

Padahal kita tahu, mereka pasti pernah bersekolah dan sama-sama diajarkan tentang gotong royong dan tolong menolong terhadap sesama oleh bapak/ibu gurunya masing-masing. Mengapa mereka dapat dengan mudah melupakan semua ajaran tentang perbuatan baik itu, padahal mereka mendapatkannya selama 12 tahun sejak mereka masih SD hingga SMA.

Hubungan empati dan sukses di masa dewasa

Tak seorang pun orangtua di muka bumi ini yang tak menginginkan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk di antaranya adalah memperoleh kesuksesan dalam bidang yang ditekuni anak. Kita pun membekali anak dengan segala hal yang kita perkirakan akan mereka butuhkan sebagai sarana meraih sukses, seperti pendidikan di sekolah terbaik, les ini itu, makanan bergizi, pengetahuan agama, dan banyak lagi.

Ini saatnya kita me-review kembali, adakah kita sudah memasukkan ‘materi’ tentang cara berempati sebagai amunisi anak untuk menuju sukses? Sudahkah mereka menjadi anak-anak yang tak segan menunjukkan kasih sayang kepada saudara-saudaranya? Apakah yang ia tanyakan pada Anda ketika ia melihat anak yang seusia dengannya mengamen di lampu merah?

Empati yang Anda tanam dan pupuk di dalam hati seorang anak akan tumbuh menjadi besar seiring dengan kematangan usianya. Rasa empati akan membuatnya berpikir dua kali sebelum bertindak, apakah hal yang akan ia lakukan akan merugikan orang lain atau tidak.

Karena memiliki empati, si anak yang telah dewasa akan selalu mengedepankan rasa toleransi dan tenggang rasa, sesuatu yang pernah dibanggakan para generasi lama di negeri ini dan yang kini telah hilang entah kemana.

Bekerja dalam tim bukan lagi sesuatu yang sulit bagi si anak jika ia telah mengetahui cara menempatkan dirinya sendiri dalam pergaulan.

Meski diri anak harus berulang kali berganti pekerjaan, ia tak merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan hasratnya untuk belajar serta memperbaiki diri pun tak akan pernah padam. Anak juga tak akan mudah iri terhadap prestasi rekan sekerjanya, sehingga ia pun tetap fokus dan melihat ke depan.

‘Hadiah’ karena memelihara empati

Anda dan saya tak akan selamanya bisa mendampingi Si Kecil. Suatu hari kita akan berpisah dengan mereka, entah karena kematian atau sebab lainnya. Lalu, siapakah yang akan menjaga anak ketika kita sudah tak bisa lagi bersamanya?

Ya, anak harus mampu menjaga dirinya sendiri dan itu sebaiknya telah kita biasakan sejak mereka berusia dini. Memupuk empati dalam hati anak bukan hanya akan membuat dirinya menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat. Namun kita juga telah mempersiapkan mereka untuk menerima banyak cinta dari orang-orang di sekelilingnya.

Teman-temannya akan segan karena ia selalu tahu cara mencari jalan tengah dari berbagai persoalan. Rekan kerja senior dan para tetangga akan menyukainya karena sikapnya yang selalu menjaga perasaan orang yang lebih tua. Sedangkan para lawan jenis akan mendambakan dirinya karena ia pandai membuat orang di sisinya merasa bahagia.

Nah, Parents, sudah siapkah Anda menanam bibit empati bersama anak hari ini?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengajar Anak tentang Memaafkan

Mengajar Anak Menabung Sejak Dini

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner