TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kasus Tyas Mirasih: Benarkah ia mengeksploitasi anak di media sosial?

Bacaan 3 menit
Kasus Tyas Mirasih: Benarkah ia mengeksploitasi anak di media sosial?

Bila ingin menjadikan anak sebagai selebgram, Parents harus memperhatikan beberapa hal berikut agar tidak mengeksploitasi anak.

Akhir-akhir ini bintang film dan sinetron Tyas Mirasih menjadi pemberitaan karena munculnya tuduhan penculikan anak. Kasus ini kemudian berkembang menjadi persoalan eksploitasi anak di media sosial.

Tak hanya dituduh menculik, Tyas Mirasih dianggap eksploitasi anak di media sosial

Awalnya, Tyas diduga membawa lari anak berinisial ACB yang berusia 5 tahun. ACB adalah anak dari sepupu Tyas Mirasih, Sisil, yang meninggal dunia pada 3 September 2017.

Ayah ACB sudah meninggal sejak tahun 2012, sehingga ACB menjadi anak yatim piatu sepeninggal ibunya. Tyas membawa ACB tinggal bersamanya dan suami selama tiga minggu.

Tyas dan suaminya, Raiden Soedjono merawat ACB dan menyekolahkannya. Namun, nenek dari ACB, Maryke Harris Pohu tiba-tiba melaporkan Tyas ke KPAI dengan tuduhan penculikan anak.

Selain itu, Tyas juga dianggap mengeksploitasi ACB karena menjadikannya bintang iklan di media sosial demi mendapatkan endorsement.

“Iya, eksploitasi anak. Di-endorse si ACB dengan alasan anak yatim piatu. Ini kan anak di bawah umur. Saya masuk (memberi komentar) ke akun ini, saya bilang, ‘Stop, saya omanya ACB’. Makanya, semua yang endorse pada minta maaf,” ujar Maryke, nenek ACB.

Tyas membantah kabar bahwa dirinya melakukan eksploitasi anak di media sosial. “Soal eksploitasi, sebenarnya sejak Sisil masih hidup pun sudah dilakukan. ACB sudah mendapatkan endorse sejak kecil, saya sudah bantu untuk endorse-an dari dia masih kecil. Kebetulan almarhumah (Sisil) itu Instagramnya di-lock jadi nggak bisa dibuka,” ujar Tyas.

Permasalahan ini sebenarnya merupakan ranah keluarga, tetapi ada bocah 5 tahun yang menjadi ‘rebutan’. Ditambah lagi, kedua belah pihak juga saling melaporkan ke pihak berwajib.

Menjadikan anak selebgram, apakah termasuk eksploitasi anak di media sosial?

Salah satu tudingan yang ditujukan pada Tyas Mirasih adalah bahwa ia mengeksploitasi keponakannya, ACB, yang masih berusia 5 tahun. ACB telah dibuatkan akun Instagram dan mendapatkan banyak endorsement.

Bagaimanakah persoalan endorsement ini dari kacamata perlindungan anak? Menurut KPAI, masih banyak orangtua yang belum memahami bahayanya anak sering diekspos ke media sosial.

Artikel terkait: Jangan Terlalu Mengeksploitasi Bakat Anak

Beberapa hal yang perlu Parents perhatikan sebelum menjadikan anak selebgram:

1. Harus ada pengawasan

Erlinda, Komisioner KPAI, menyebut bahwa Parents haruslah bijaksana terkait dengan aktivitas endorsement anak.

“Artinya, tren ini tidak bisa semata-mata dinilai sebagai hal yang benar atau salah. Ini adalah masalah sosial. Pada kondisi tertentu, menjadikan anak selebgram sebenarnya tidak masalah sejauh ada pengawasan orangtua 100%,” ujar Erlinda.

Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah aktivitas endorsement ini mengganggu tumbuh kembang anak.

2. Lindungi anak dari bahaya predator seksual

Para predator yang bermunculan di dunia maya biasanya mengincar anak-anak di bawah usia 10 tahun. Ketika menerima tawaran endorsement, jangan sekali-sekali memberi informasi terlalu detil tentang alamat sekolah dan kegiatan anak sehari-hari.

Update kegiatan terlalu sering di media sosial juga berpotensi membahayakan anak karena dapat ditelusuri oleh para predator.

3. Jangan terlalu memaksakan anak

Terkadang, orangtua terlalu terobsesi menjadikan anaknya selebgram, sampai lupa memikirkan apakah sang anak senang melakukannya. Parents harus mengkomunikasikan pada anak mengenai endorsement ini.

Pastikan anak menikmati semua kegiatan ini tanpa mengurangi perlindungan padanya. Sebagai orangtua, Anda harus memahami kapan anak perlu diekspos dan kapan berhenti.

KPAI sendiri memberikan advokasi dan perlindungan jika ada anak yang dieksploitasi oleh orangtuanya. Bahkan, orangtua yang ‘bandel’ bisa dijerat hukum pidana karena melanggar UU Perlindungan Anak.

Semoga kasus yang dialami Tyas Mirasih dan ACB bisa diselesaikan dengan baik tanpa perlu mengorbankan kebahagiaan anak.

 

Referensi: Bisnis.com, Kumparan, Tribunnews, Kompas

Baca juga:

Apakah Kita Melakukan Eksploitasi Anak Tanpa Menyadarinya?

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Kasus Tyas Mirasih: Benarkah ia mengeksploitasi anak di media sosial?
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti