6 Fakta Efusi Pleura, Kondisi yang Dialami Istri Indra Bekti Hingga Koma

6 Fakta Efusi Pleura, Kondisi yang Dialami Istri Indra Bekti Hingga Koma

Dalam sebuah video wawancara bersama Melaney Ricardo, Indra Bekti menceritakan perjuangan sang istri, Aldilla Jelita, selama mengalami efusi pleura.

Lewat video yang tayang di channel Youtube Melaney Ricardo berjudul Perjuangan Indra Bekti Melawan Sakit Sang Istri! “Dulu Dilla Ternyata Sempat Koma!” yang tayang Senin, 28 September 2020, Indra menceritakan istrinya itu sampai kesulitan bernapas karena beberapa liter cairan yang menumpuk di paru-parunya.

Berikut ini penjelasan mengenai fakta efusi pleura atau pleural effusion, dari mulai gejala, diagnosis hingga pengobatan seperti ditulis dilaman kesehatan WebMD.

6 Fakta Efusi Pleura, Cairan yang Menggenang di Paru-paru

1. Apa itu efusi pleura?

6 Fakta Efusi Pleura, Kondisi yang Dialami Istri Indra Bekti Hingga Koma

Menurut WebMD, efusi pleura (pleural effusion) adalah akumulasi cairan yang berlebihan di rongga pleura pada paru-paru, yang menunjukkan ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan. Agar paru-paru bergerak lancar, normalnya cairan di rongga pleura hanya satu sendok teh saja. Lebih dari itu pasien pasti akan merasa sesak dan sulit bernapas.

Akumulasi cairan pleura ini bukanlah penyakit spesifik, melainkan cerminan dari penyakit serius lainnya yang dialami pasien. Misalnya saja gangguan paru, pleura, dan gangguan sistemik.

Itulah mengapa, pasien dengan efusi pleura, tidak bisa hanya datang ke dokter paru tapi juga harus memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam, rheumatologi, gastroenterologi, nefrolog, atau ahli bedah.

Untuk dapat mengatasinya dengan tepat, haruslah diketahui dulu dengan pasti penyebab efusi.

Artikel terkait: Ingin Paru-paru Tetap Sehat? Konsumsi 15 Makanan Ini

2. Faktor yang menyebabkannya

Berbagai macam hal dapat menyebabkan penyakit yang satu ini. Beberapa yang lebih umum adalah:

  • Kebocoran dari organ lain. Biasanya dialami pasien gagal jantung kongestif saat jantungnya tidak memompa darah ke tubuh dengan benar. Tapi juga bisa berasal dari penyakit lever atau ginjal, ketika cairan menumpuk di tubuh dan bocor ke rongga pleura.
  • Kanker. Biasanya kanker paru-paru yang menjadi masalah.
  • Infeksi, seperti pneumonia atau tuberkulosis.
  • Kondisi autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Emboli paru. Yakni penyumbatan arteri di salah satu paru-paru yang dapat menyebabkan efusi pleura.

3. Tanda dan gejala

fakta efusi pleura

Banyak pasien tidak memiliki gejala pada saat efusi pleura ditemukan. Beberapa hal yang menjadi tanda dari efusi pleura yang paling umum terjadi adalah nyeri dada pleuritik (nyeri radang selaput dada), dispnea, dan batuk kering yang tidak produktif.

Nyeri dada ini disebabkan oleh peradangan pleura pada pleura parietal yang diakibatkan gesekan antar dua permukaan pleura. Nyeri biasanya bisa terasa lebih sakit jika pasien menarik napas, batuk, atau bersin. Selain itu pasien merasakan sesak napas dan demam.

4. Diagnosa dokter mengenai penyakit ini

Setelah mengenali gejala yang pasien rasakan, dokter biasanya akan memeriksa paru-paru dengan menggunakan dengan stetoskop. Dan untuk memastikan kondisi penyakit ini. Kemudian akan ada beberapa tes lanjutan yang perlu dilakukan. Di antaranya:

  • Rontgen dada. Efusi pleura tampak putih pada sinar-X, sedangkan ruang udara tampak hitam.
  • Computed Tomography (CT scan). Pemindai CT akan menunjukkan gambar keseluruhan dada lebih detail.
  • USG. Untuk melihat gambar bagian tubuh melalui layar video.
  • Thoracentesis, yaitu mengambil sedikit cairan untuk diuji. Untuk melakukan ini, dokter akan memasukkan jarum dan tabung yang disebut kateter di antara tulang rusuk ke dalam rongga pleura.

Artikel terkait: Suami perokok? Bersihkan paru-parunya dari racun dengan 6 makanan ini Bun!

5. Terdiri dari dua jenis 

6 Fakta Efusi Pleura, Kondisi yang Dialami Istri Indra Bekti Hingga Koma

Ada dua jenis efusi pleura, yakni transudatif dan eksudatif.

Transudatif: Cairan efusi pleura mirip dengan cairan yang biasanya ada di rongga pleura. Cairan bocor umumnya karena peningkatan tekanan di pembuluh darah atau kadar protein dalam darah rendah sehingga cairan merembes ke pleura. Biasanya terjadi pada pasien gagal jantung kongestif, sirosis hati, kanker, emboli paru, hypoalbuminemia, dan gangguan ginjal. Cairan jarang perlu dikeringkan kecuali volumenya sangat besar.

Eksudatif: Terbentuk akibat peradangan (inflamasi), cedera paru, tumor. Dan sejumlah penyakit yang menyebabkan efusi pleura adalah infeksi paru (pneumonia, tuberkulosis), kanker paru-paru atau payudara, autoimun (lupus, rheumatoid arthritis).

Mengonsumsi obat-obatan tertentu (obat kemoterapi, misalnya), operasi bagian perut atau dada, atau sedang menjalani terapi radiasi juga biasanya bisa menyebabkan efusi pleura. Selain itu juga beberapa factor seperti hipertensi, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, dan terlalu sering terpapar debu asbes.

6. Pengobatan pada pasien

fakta efusi pleura

Prosedur untuk mengobatinya meliputi:

  • Thoracentesis
  • Tube thoracostomy (chest tube). Sayatan kecil di dinding dada untuk memasukkan selang plastik ke dalam rongga pleura selama beberapa hari.
  • Pleural drain. Kateter jangka panjang melalui kulit ke dalam rongga pleura sehingga cairan bisa dikeluarkan selama pasien di rumah.

Itulah beberapa fakta efusi pleura yang perlu Anda ketahui. Jika Anda atau orang terdekat memiliki gejala yang sama, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga:

Merokok atau Tidak, Waspadai 8 Gejala Awal Kanker Paru-paru ini

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner