Parents, memaksa anak menghabiskan makanan ternyata memengaruhi kesehatannya hingga dewasa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Dampak buruk memaksa anak makan banyak, bisa membuatnya terkena gangguan pola makan, indeks massa tubuh berlebih, hingga diet yang tidak sehat.

Parents pasti pernah mengucapkan kalimat ini pada anak: “Ayo makanannya dihabiskan, nanti nasinya nangis”. Menurut pakar, memaksa anak habiskan makanan memiliki dampak buruk bagi kesehatan anak hingga ia dewasa nanti.

Maryann Jacobsean adalah seorang pakar nutrisi kesehatan keluarga. Ia mengatakan bahwa anak-anak bisa kehilangan sinyal alami dari tubuhnya jika orangtua terus-terusan memaksa anak habiskan makanannya.

Kebiasaan orangtua mengatur cara anak makan menimbulkan dampak buruk terhadap pola makan yang dimiliki anak. Penelitian juga telah mengungkapkan anak-anak yang mengalami gangguan pola makan bersumber dari kendali orangtua dalam menentukan cara makan mereka.

“Orangtua seharusnya memberikan makanan yang bergizi, bukan menentukan seberapa banyak makanan yang masuk ke mulut anak,” ujar ibu dua anak ini.

Pola asuh orangtua zaman dulu biasanya memaksa anak habiskan makanan. Akan tetapi, menurut Maryann, hal tersebut sudah seharusnya ditinggalkan.

“Pengendalian kebiasaan makan, seperti ‘makanan harus dihabiskan’, berdampak buruk pada kemampuan mengatur pola makan pada usia anak-anak.”

“Hal ini menyebabkan anak kehilangan sinyal alami tubuhnya, tentang perasaan kenyang dan lapar,” tambahnya.

“Dan ketika mereka dewasa, aturan makan dari orangtua membekas dalam dirinya. Sehingga kemampuan tubuh untuk mengenali rasa lapar dan kenyang tidak lagi mumpuni.”

Para peneliti di Universitas Minnesota menemukan fakta mencengangkan. Para remaja dan kalangan dewasa muda yang memiliki pola makan dengan menggunakan kemampuan alami tubuh untuk mengenali rasa lapar dan kenyang mempunyai indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Kasus gangguan pola makan pada kelompok ini juga lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mampu membedakan rasa kenyang dan lapar.

Artikel terkait: Awas, anak bisa kena gangguan pola makan, cegah sejak dini

“Anak gadis dalam kelompok ini juga jarang diet ataupun makan berlebihan,” ujar Maryanne seperti dikutip dari New York Times,

Dalam penelitian yang sama, ilmuwan juga menemukan bahwa anak-anak yang diijinkan makan sesuai keinginan tubuhnya tumbuh dewasa dengan kecenderungan rendah untuk diet, maupun mengalami gangguan pola makan.

Sebuah studi lain yang diterbitakan jurnal Pediatrics menemukan setengah dari orangtua yang dilibatkan dalam studi ini mengharapkan anak mereka yang remaja untuk menghabiskan makanan di piringnya.

Sedangkan sepertiga lainnya menyuruh anak untuk makan lebih meski sang anak sudah mengatakan kalau mereka kenyang.

Setelah mengetahui dampak buruk memaksa anak habiskan makanan, tentu Parents sekarang lebih menahan diri untuk tidak memarahi anak saat mereka menyisakan makanannya.

Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan ialah memberikan porsi kecil pada anak yang sekiranya mampu ia habiskan. Pastikan bahwa anak merasa nyaman untuk minta nambah jika ia merasa belum kenyang.

Ajari anak untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan. Jika sedang makan di restoran atau rumah makan, mintalah porsi setengah untuk anak.

Bila tidak habis, Bunda bisa meminta makanan dibungkus untuk dibawa pulang.

Ingat, perut anak tidak sama dengan perut orang dewasa. Tubuhnya pun masih menjalani tumbuh kembang.

Jangan sampai kita memberikan efek negatif dalam masa tumbuh kembangnya karena memaksa anak habiskan makanan.

 

Baca juga:

10 Cara Jitu Menghadapi Anak Susah Makan agar dia tidak kelaparan





Kesehatan