TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Parents, memaksa anak menghabiskan makanan ternyata memengaruhi kesehatannya hingga dewasa

Bacaan 3 menit
Parents, memaksa anak menghabiskan makanan ternyata memengaruhi kesehatannya hingga dewasa

Dampak buruk memaksa anak makan banyak, bisa membuatnya terkena gangguan pola makan, indeks massa tubuh berlebih, hingga diet yang tidak sehat.

Parents pasti pernah mengucapkan kalimat ini pada anak: “Ayo makanannya dihabiskan, nanti nasinya nangis”. Menurut pakar, memaksa anak habiskan makanan memiliki dampak buruk bagi kesehatan anak hingga ia dewasa nanti.

Maryann Jacobsean adalah seorang pakar nutrisi kesehatan keluarga. Ia mengatakan bahwa anak-anak bisa kehilangan sinyal alami dari tubuhnya jika orangtua terus-terusan memaksa anak habiskan makanannya.

Kebiasaan orangtua mengatur cara anak makan menimbulkan dampak buruk terhadap pola makan yang dimiliki anak. Penelitian juga telah mengungkapkan anak-anak yang mengalami gangguan pola makan bersumber dari kendali orangtua dalam menentukan cara makan mereka.

“Orangtua seharusnya memberikan makanan yang bergizi, bukan menentukan seberapa banyak makanan yang masuk ke mulut anak,” ujar ibu dua anak ini.

Pola asuh orangtua zaman dulu biasanya memaksa anak habiskan makanan. Akan tetapi, menurut Maryann, hal tersebut sudah seharusnya ditinggalkan.

“Pengendalian kebiasaan makan, seperti ‘makanan harus dihabiskan’, berdampak buruk pada kemampuan mengatur pola makan pada usia anak-anak.”

“Hal ini menyebabkan anak kehilangan sinyal alami tubuhnya, tentang perasaan kenyang dan lapar,” tambahnya.

“Dan ketika mereka dewasa, aturan makan dari orangtua membekas dalam dirinya. Sehingga kemampuan tubuh untuk mengenali rasa lapar dan kenyang tidak lagi mumpuni.”

Para peneliti di Universitas Minnesota menemukan fakta mencengangkan. Para remaja dan kalangan dewasa muda yang memiliki pola makan dengan menggunakan kemampuan alami tubuh untuk mengenali rasa lapar dan kenyang mempunyai indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Kasus gangguan pola makan pada kelompok ini juga lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mampu membedakan rasa kenyang dan lapar.

Artikel terkait: Awas, anak bisa kena gangguan pola makan, cegah sejak dini

“Anak gadis dalam kelompok ini juga jarang diet ataupun makan berlebihan,” ujar Maryanne seperti dikutip dari New York Times,

Dalam penelitian yang sama, ilmuwan juga menemukan bahwa anak-anak yang diijinkan makan sesuai keinginan tubuhnya tumbuh dewasa dengan kecenderungan rendah untuk diet, maupun mengalami gangguan pola makan.

Sebuah studi lain yang diterbitakan jurnal Pediatrics menemukan setengah dari orangtua yang dilibatkan dalam studi ini mengharapkan anak mereka yang remaja untuk menghabiskan makanan di piringnya.

Sedangkan sepertiga lainnya menyuruh anak untuk makan lebih meski sang anak sudah mengatakan kalau mereka kenyang.

Setelah mengetahui dampak buruk memaksa anak habiskan makanan, tentu Parents sekarang lebih menahan diri untuk tidak memarahi anak saat mereka menyisakan makanannya.

Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan ialah memberikan porsi kecil pada anak yang sekiranya mampu ia habiskan. Pastikan bahwa anak merasa nyaman untuk minta nambah jika ia merasa belum kenyang.

Ajari anak untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan. Jika sedang makan di restoran atau rumah makan, mintalah porsi setengah untuk anak.

Bila tidak habis, Bunda bisa meminta makanan dibungkus untuk dibawa pulang.

Ingat, perut anak tidak sama dengan perut orang dewasa. Tubuhnya pun masih menjalani tumbuh kembang.

Jangan sampai kita memberikan efek negatif dalam masa tumbuh kembangnya karena memaksa anak habiskan makanan.

 

Baca juga:

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

10 Cara Jitu Menghadapi Anak Susah Makan agar dia tidak kelaparan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Parents, memaksa anak menghabiskan makanan ternyata memengaruhi kesehatannya hingga dewasa
Bagikan:
  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti