Penelitian: Daging olahan sebabkan kanker payudara, Bunda wajib waspada!

lead image

Hasil analisis studi terbaru di Inggris mengungkap bahwa konsumsi daging olahan tinggi bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

Daging olahan seperti sosis, daging asap, daging ham, bacon dan berbagai olahan lainnya seringkali menjadi makanan favorit kita. Rasanya yang lezat dan mudah dimasak membuat makanan olahan ini pilihan masakan praktis. Tapi tahukah Anda, daging olahan tersebut bisa meningkatkan risiko kanker payudara? 

Sebuah pengamatan terhadap beberapa studi yang telah dilakukan, menyebut bahwa para wanita yang suka mengonsumsi daging olahan memiliki risiko terkena kanker payudara 9% lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Meski demikian, para pakar kesehatan mengatakan bahwa kemungkinan daging olahan menjadi penyebab kanker sangat kecil. 

Penelitian tentang kaitan antara konsumsi daging olahan dengan kanker payudara

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/sausages 1538977652.jpg Penelitian: Daging olahan sebabkan kanker payudara, Bunda wajib waspada!

Analisis tentang kemungkinan daging yang telah diolah menjadi pemicu kanker dilakukan para peneliti di the International Journal of Cancer. Para ilmuwan mengumpulkan data dari 16 studi observasi prospektif yang berkaitan dengan kanker payudara dan makanan olahan terutama daging.

Hasil analisis merek mengungkapkan, konsumsi daging merah olahan bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 9%. Sedangkan mereka yang mengonsumsi daging merah segar tidak terlalu signifikan. 

Pimpinan dalam analisis studi ini, Maryam S. Farvid, mengatakan bahwa belum diketahui mengapa hal ini bisa terjadi. Namun, kemungkinan tambahan bahan pengawet dan pewarna dalam makanan olahan yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. 

Haruskah kita berhenti konsumsi daging olahan?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/sausages 1538977755.jpg Penelitian: Daging olahan sebabkan kanker payudara, Bunda wajib waspada!

Dr. Maryam Farvid, dari Harvard TH Chan School of Public Health di Amerika Serikat mengatakan bahwa kita tidak perlu berhenti mengonsumsi daging olahan sama sekali. Cukup mengurangi asupannya saja. 

“Saran saya, kurangi asupan makanan olahan dari daging,” kata Maryam.

Dr. Gunter Kuhnle, Profesor di bidang nutrisi dan kesehatan di University of Reading mengatakan, studi ini masih perlu dipertanyakan keabsahannya. Apakah memang konsumsi daging merah dan olahannya harus dibatasi. Hal ini karena risiko bagi individu cenderung rendah dibandingkan risiko secara populasi.

Meski pakar mengatakan risiko makanan olahan sebagai penyebab kanker cenderung kecil, tidak ada salahnya Anda mengurangi asupan frozen food dalam menu makanan keluarga.

Tak hanya mengandung bahan pengawet dan pewarna, menurut penelitian tersebut beberapa produk daging olahan juga mendapatkan penambahan hormon. Jadi, bila berlebihan mengonsumsinya bisa menyebabkan kualitas sperma menurun.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Sumber: The New York Times, BBC

Baca juga: 

Mitos-fakta 8 hal penyebab kanker, Parents harus tahu kebenarannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.