Penelitian: Daging olahan sebabkan kanker payudara, Bunda wajib waspada!

Penelitian: Daging olahan sebabkan kanker payudara, Bunda wajib waspada!

Hasil analisis studi terbaru di Inggris mengungkap bahwa konsumsi daging olahan tinggi bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

Daging olahan seperti sosis, daging asap, daging ham, bacon dan berbagai olahan lainnya seringkali menjadi makanan favorit kita. Rasanya yang lezat dan mudah dimasak membuat makanan olahan ini pilihan masakan praktis. Namun tahukah Bunda bila daging olahan tersebut bisa meningkatkan risiko kanker payudara?

daging olahan

Sebuah pengamatan terhadap beberapa studi yang telah dilakukan, menyebut bahwa para wanita yang suka mengonsumsi olahan daging memiliki risiko terkena kanker payudara 9% lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Meski demikian, para pakar kesehatan mengatakan bahwa kemungkinan mengonsumsi daging yang telah diolah menjadi penyebab kanker sangat kecil.

Penelitian tentang kaitan antara konsumsi daging olahan dengan kanker payudara

daging olahan

Analisis tentang kemungkinan daging yang telah diolah menjadi pemicu kanker dilakukan para peneliti di the International Journal of Cancer. Para ilmuwan mengumpulkan data dari 16 studi observasi prospektif yang berkaitan dengan kanker payudara dan makanan olahan.

Hasil analisis merek mengungkapkan, konsumsi daging merah yang telah diolah bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 9%. Sedangkan mereka yang mengonsumsi daging merah segar tidak terlalu signifikan.

Pimpinan dalam analisis studi ini, Maryam S. Farvid, mengatakan bahwa belum diketahui mengapa hal ini bisa terjadi. Namun, kemungkinan tambahan bahan pengawet dan pewarna dalam makanan olahan yang menyebabkan hal ini bisa terjadi.

Artikel terkait: Cara mengolah daging yang tepat bagi ibu hamil, jangan sampai salah!

Bahaya mengonsumsi daging olahan

daging olahan

Selain dapat meningkatkan risiko kanker payudara, berikut ini beberapa bahaya lain yang perlu Bunda waspadai:

1. Meningkatkan risiko diabetes

Sebuah studi yang dilakukan selama 17 tahun pada 8.000 subyek manusia menunjukkan bahwa orang yang makan daging olahan 38% lebih mungkin mengembangkan diabetes.

Diabetes adalah gangguan pada kemampuan tubuh untuk memproduksi dan merespons insulin. Akibatnya, pasien menderita peningkatan kadar glukosa dan tingkat metabolisme yang abnormal.

Memang ada begitu banyak faktor berperan sebelum seorang pasien menderita diabetes. Misalnya, genetika dan gaya hidup.

Meskipun Anda tidak dapat benar-benar mengubah genetika Anda, tetapi orang yang berisiko diabetes dapat melakukan perubahan gaya hidup yang kecil dan sehat seperti menghindari daging olahan.

2. Meningkatkan tekanan darah

Profesional medis biasanya menyarankan pasien hipertensi untuk menjaga pola makan yang sehat. Salah satunya dengan menghindari daging olahan. Sebab daging olahan cenderung memiliki lemak dan gula yang tidak sehat.

Sebuah penelitian pada tahun 1988 menunjukkan bahwa pengawet daging seperti nitrit dan elastin menyebabkan arteri menjadi kaku. Seiring waktu, ini dapat berkembang menjadi komplikasi kesehatan yang lebih serius.

3. Menyebabkan penyakit jantung

Daging yang telah diolah seperti bacon dapat menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Sebab makanan ini mengandung banyak garam, nitrat, serta lemak tidak sehat yang berbahaya dan menyebabkan kekakuan arteri.

Faktanya, sebuah penelitian pada tahun 2010 membuktikan bahwa orang yang secara teratur makan daging olahan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner daripada mereka yang memilih daging merah. Para responden hanya mengkonsumsi 100 gram sehari, tetapi risikonya meningkat lebih dari 90%.

Pasien yang sudah berisiko terserang penyakit jantung umumnya harus menghindari daging olahan. Pilihlah alternatif yang lebih ramping dengan lemak sehat seperti salmon, tuna, dan dada ayam.

4. Meningkatkan berat badan

Daging olahan mengandung banyak lemak tidak sehat yang dapat membuat perut Anda buncit. Untuk itu, sebaiknya hindari makanan yang mengandung daging olahan untuk menghindari peningkatan berat badan yang tidak diinginkan.

5. Berisiko meningkatkan kanker usus

Mengonsumsi makanan ini secara teratur dapat membuat seseorang berisiko terkena kanker usus besar. Ini adalah jenis kanker yang berkembang dari usus besar atau dubur.

Gejala kanker usus besar termasuk buang air besar yang tidak teratur dan sampel feses berdarah.

Hubungan utama antara daging olahan dan kanker adalah nitrit pengawet makanan. Kandungan ini adalah bahan kimia berbahaya yang dapat segera menjadi senyawa N-nitroso yang merusak kesehatan.

Nitrit adalah bahan kimia yang sama dengan yang Anda temukan dalam asap tembakau, air yang terkontaminasi, dan makanan yang diasinkan. Coba hindari ini sebanyak yang Anda bisa untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar.

Haruskah berhenti mengonsumsi?

daging olahan

Dr. Maryam Farvid, dari Harvard TH Chan School of Public Health di Amerika Serikat mengatakan bahwa kita tidak perlu berhenti mengonsumsi olahan daging sama sekali. Cukup mengurangi asupannya saja.

“Saran saya, kurangi asupan makanan daging yang telah diolah,” kata Maryam.

Dr. Gunter Kuhnle, Profesor di bidang nutrisi dan kesehatan di University of Reading mengatakan, studi ini masih perlu dipertanyakan keabsahannya.

Apakah memang konsumsi daging merah dan olahannya harus dibatasi. Hal ini karena risiko bagi individu cenderung rendah dibandingkan risiko secara populasi.

Meski pakar mengatakan risiko makanan olahan sebagai penyebab kanker cenderung kecil, tidak ada salahnya Anda mengurangi asupan frozen food dalam menu makanan keluarga.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi: The New York Times, BBC, tyentusa.com

Baca juga

Mitos-fakta 8 hal penyebab kanker, Parents harus tahu kebenarannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner