Ciri-ciri anak stunting bisa dilihat dari perawakan fisik dan kemampuan kognitifnya. Namun, apakah pasti bertubuh pendek?
Berikut penjelasannya, Parents.
Artikel terkait: Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!
Apa Itu Stunting?
Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), dokter anak spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik, mengatakan bahwa stunting merupakan perawakan anak pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik.
“Malnutrisi kronik itu penyebabnya bisa saja karena asupan nutrisinya yang tidak adekuat alias tidak memenuhi syarat. Selain itu, karena kebutuhan nutrisinya meningkat, misalnya akibat kondisi kesehatan tertentu, seperti ISPA yang berulang, yang harus diselesaikan dengan imunisasi sebenarnya,” kata Damayanti.
Menurut Damayanti, untuk mengenali ciri-ciri anak stunting perlu dilakukan pengukuran tinggi anak terlebih dahulu. Caranya dengan membaringkan anak atau saat anak tidur. Lalu, di-plot di dalam grafik.
“Anda mesti ngukur, ngukur-nya dengan benar. Kalau di bawah dua tahun harus tiduran, kalau di atas dua tahun berdiri. Jangan sampai salah, lalu di-plot di dalam grafik. Setelah ada plot ini Anda bisa menentukan anak stunting atau tidak,” ujar Damayanti.
Apakah Anak Stunting Selalu Bertubuh Pendek?
Slide power point Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif SpA(K) dalam acara diskusi media “MilkVersation Hari Gizi Nasional” Frisian Flag Indonesia, Rabu (23/1/2019) di Jakarta Pusat.
Tidak. Tidak semua anak yang berperawakan pendek itu stunting.
Anak berperawakan pendek juga bisa disebabkan karena short stature, di mana panjang badan atau tinggi badan menurut umur dan jenis kelamin berada di bawah rata-rata teman seusianya.
Sementara itu, anak berperawakan pendek karena stunting mengalami gagal tumbuh akibat kondisi kesehatan dan nutrisi yang tidak optimal.
“Anak yang pendek ada yang normal ada yang patologis, yang patalogis ini dilihat lagi, apakah patalogis proporsional atau tidak. Kalau tidak proporsional biasanya karena kelainan genetik seperti Ucok Baba. Jika proporsional itu salah satunya stunting,” jelas Damayanti.
Bagaimana Ciri Anak Berperawakan Pendek yang Normal?
Anak berperawakan pendek yang dikatakan normal ada dua, yaitu familial short stature dan biasanya keturunan dari kecil badannya kecil saja, tapi saat remaja pertumbuhannya kembali cepat.
Apa Saja Ciri-ciri Anak Stunting?
“Ciri-ciri anak stunting selalu dimulai dari penurunan berat badan, dari berat badan normal tiba-tiba turun. Bukan langsung pendek ya, tapi di tengah-tengah proses itu mengalami penurunan fungsi kognitif. Jadi, yang ditakutkan adalah penurunan kognitifnya,” terang Damayanti.
Dikutip dari Hello Sehat, tak hanya tubuh berperawakan pendek yang disertai dengan penurunan fungsi kognitif, ciri-ciri anak stunting lainnya yaitu:
- Badan lebih pendek
- Penurunan berat badan
- Pertumbuhan gigi terlambat
- Penurunan kemampuan fokus dan memori belajar
- Pertumbuhan melambat
- Wajah terlihat lebih muda dari anak seusianya
- Pubertas terlambat
- Usia 8-10 tahun anak menjadi pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya.
- Mudah lelah
- Perkembangan otak lambat
- Mudah sakit
Sekali lagi, ciri-ciri anak stunting ini perlu dipahami agar kita dapat mendeteksi dan mencegah kondisi ini lebih dini.
Pertanyaan Populer Terkait Ciri-Ciri Anak Stunting
Bagaimana Mengetahui Apakah Anak Stunting atau Tidak?
Anak dikatakan stunting jika tinggi badannya jauh lebih pendek dibandingkan standar tinggi badan menurut usia pada kurva pertumbuhan WHO. Lebih tepatnya yaitu di bawah -2 SD.
Kondisi ini juga hanya bisa dipastikan lewat pengukuran berat dan tinggi badan secara rutin oleh tenaga kesehatan, bukan sekadar “terlihat kecil”.
Selain itu, stunting sering juga disertai berat badan yang sulit naik, wajah tampak lebih muda dari usia sebenarnya, mudah sakit, dan dapat mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan anak seusianya.
Anak Stunting Bisa Dilihat dari Umur Berapa?
Stunting umumnya mulai bisa dikenali sejak usia 6–24 bulan karena di rentang ini, pertumbuhan panjang atau tinggi badan seharusnya pesat dan sangat dipengaruhi asupan gizi serta penyakit infeksi yang berulang.
Namun, diagnosis medis yang lebih pasti tetap menggunakan pengukuran antropometri (berat badan, panjang/tinggi badan, dan kadang lingkar kepala) yang kemudian diplot pada kurva WHO.
Bila tinggi badan menurut usia konsisten di bawah -2 SD pada beberapa kali pengukuran, anak dapat dikategorikan stunting.
Apakah Anak Stunting Aktif?
Sebagian anak stunting bisa tampak aktif bermain, tetapi banyak yang cenderung kurang bertenaga, lebih cepat lelah, dan tidak seaktif anak dengan status gizi baik karena kekurangan energi dan lebih rentan infeksi.
Jadi, anak yang tampak aktif belum tentu bebas dari stunting. Pemantauan status gizi tetap harus dilakukan lewat pengukuran rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan agar pertumbuhan dan perkembangan bisa dinilai dengan objektif.
Demikian informasi tentang ciri-ciri stunting yang Anda harus ketahui, Parents.
Yuk, pastikan si Kecil tumbuh optimal dengan memberikan gizi yang seimbang dan perhatian yang maksimal.
***
Baca Juga:
7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!
Bingung Menghadapi Sikap Anak Galak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
7 Penyebab Mengapa Anak Sering Sakit yang Wajib Diketahui Orang Tua

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.