Amandel yang sehat pada anak berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Mengenali ciri ciri amandel normal pada anak dan perbedaannya dengan amandel bermasalah sangat penting bagi orang tua. Temukan penjelasan lengkap seputar bentuk, fungsi, serta tips memantau kesehatan amandel si Kecil di bawah ini.
Bagaimana Ciri-Ciri Amandel Normal pada Anak ?

Melansir laman Healthy Children, bentuk amandel yang normal pada anak adalah massa berbentuk oval berwarna merah muda di setiap sisi.
Pada bayi, amandel berukuran kecil dan ukurannya bertambah pada tahun-tahun pertama kehidupannya. Amandel memproduksi antibodi di saat tubuh berjuang melawan infeksi.
Seperti halnya amandel, ada bagian lain yang bernama adenoid, yang merupakan bagian dari pertahanan anak Anda terhadap infeksi. Adenoid terletak di bagian paling atas tenggorokan, di atas uvula dan di belakang hidung.
Adenoid hanya dapat dilihat dengan instrumen khusus yang dimasukkan melalui hidung atau mulut, atau secara tidak langsung melalui sinar-X.
Berikut ciri-ciri amandel normal pada anak :
- Bentuk oval dan simetris, tidak menonjol berlebihan di kedua sisi tenggorokan.
- Ukuran tidak membesar, artinya tidak menghalangi jalan napas atau menelan anak.
- Warna merah muda atau kemerahan alami, tanpa bercak putih, kuning, atau keabu-abuan.
- Tekstur kenyal dan halus, tidak terasa keras atau berbintil.
- Tidak muncul bau mulut atau keluhan sakit saat menelan.
Bila Anda meminta anak membuka mulut lebar di depan cermin dengan cahaya cukup, bagian amandel akan tampak di sisi kanan dan kiri belakang tenggorokan. Selama ukurannya proporsional, simetris, dan berwarna sehat, umumnya amandel anak dalam kondisi normal.
Apa Saja Fungsi Amandel Normal pada Sistem Kekebalan Anak?
Menurut dokter anak Cindy Gellner, MD, fungsi amandel normal pada sistem kekebalan anak adalah membantu menghentikan bakteri agar tidak semakin masuk ke tenggorokan.
Beberapa orang memiliki amandel yang besar dan ada yang kecil. Kondisi
Amandel dinilai berdasarkan skala 0 hingga 4. Nol berarti amandel telah diangkat, 1 berarti amandel hampir tidak terlihat, 2 berarti amandel normal, 3 berarti amandel besar dan hampir menyentuh bagian yang menggantung di bagian belakang tenggorokan yang disebut uvula, dan 4 berarti amandel sangat besar. Amandel menyentuh atau tumpang tindih dengan uvula atau saling bersentuhan.
Some people have large tonsils and some people have small tonsils.
Apa Perbedaan Amandel Normal dan yang Bermasalah pada Anak?

Amandel normal umumnya tidak menimbulkan keluhan apa pun pada anak. Sebaliknya, amandel bermasalah atau yang biasa disebut tonsillitis bisa menimbulkan tanda-tanda di bawah ini:
- amandel berwarna merah dan bengkak
- terdapat lapisan putih atau kuning pada amandel
- suara terdengar “serak”
- sakit atau tidak nyaman saat menelan
- bengkak pada kelenjar getah bening (“kelenjar”) di leher
- demam.
Tidak mudah untuk mengetahui apakah amandel anak membesar dan butuh operasi. Pasalnya, beberapa anak terlahir dengan adenoid yang besar. Di sisi lain, adenoid anak bisa mengalami pembesaran sementara karena flu atau infeksi lainnya, yang normal terjadi pada anak kecil.
Selain itu, kronik rinitis (pilek berkepanjangan) sering kali menjadi penyebab dari gejala-gejala di atas, dan bisa diatasi dengan semprotan hidung kortikosteroid. Namun adenoid yang terus-menerus membesar atau membengkak bisa menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti infeksi telinga dan sinus.
Berikut beberapa tanda adenoid membesar:
- Bernapas melalui mulut, bukan hidung, hampir sepanjang waktu
- Hidung berbunyi “tersumbat” saat anak berbicara
- Napas berisik di siang hari
- Mendengkur di malam hari.
Kapan Amandel Anak Dianggap Tidak Normal dan Perlu Dioperasi?
Amandel anak dianggap tidak normal dan perlu dioperasi, jika dokter mendeteksi tanda ini pada anak:
- Pembengkakan amandel atau adenoid membuat pernapasan normal menjadi sulit (menyebabkan masalah seperti masalah perilaku, mengompol, sleep apnea, masalah prestasi sekolah, dll.).
- Amandel sangat bengkak sehingga anak Anda mengalami masalah menelan.
- Adenoid yang membesar membuat pernapasan menjadi tidak nyaman, sangat mengganggu kemampuan bicara, dan mungkin memengaruhi pertumbuhan normal wajah. Dalam kasus ini, pembedahan untuk mengangkat hanya adenoid mungkin direkomendasikan.
- Anak tersebut mengalami sakit tenggorokan parah yang berlebihan setiap tahun.
Ada dua jenis operasi untuk kasus amandel, yakni:
- tonsillectomy: operasi mencabut amandel
- adenoidectomy: operasi mencabut adenoid
Di masa lalu, kedua operasi ini (sering kali dikombinasikan dan disebut T&A) hampir rutin dilakukan dan tetap menjadi salah satu operasi besar yang paling umum dilakukan pada anak-anak. Namun, efektivitas jangka panjangnya baru akhir-akhir ini diuji secara memadai. Berdasarkan penelitian terkini, dokter saat ini jauh lebih konservatif dalam merekomendasikan prosedur ini, meskipun beberapa anak masih perlu menjalani operasi pengangkatan amandel dan/atau adenoid.
Setelah menjalani operasi amandel, berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah:
- Normal jika anak Anda mengalami sakit tenggorokan, telinga, bau mulut dan suara berubah dan ada bercak putih di tenggorokan setelah operasi.
- Cek anak Anda setidaknya dua kali di malam hari pada dua malam pertama setelah operasi untuk memastikan tidak ada pendarahan atau kesulitan bernapas.
- Makan dan minum merupakan hal yang sangat penting setelah operasi, berikut obat pereda sakit sesuai dengan resep dokter sebelum makan untuk mengurangi rasa sakit saat menelan.
- Berikan obat pereda rasa sakit yang diresepkan dokter selama minggu pertama setelah operasi.
- Jika ada pendarahan segar keluar dari hidung atau mulut, kesulitan bernapas, tidak bisa minum, demam, bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana Cara Memeriksa Kondisi Amandel Anak di Rumah?

Berikut beberapa cara memeriksa kondisi amandel di rumah:
- Apakah anak Anda mengeluhkan sakit atau ketidaknyamanan saat menelan?
- Cek amandel anak, apakah memiliki bintik atau lapisan putih atau kuning?
- Apakah tubuh mereka lebih panas atau lebih lelah dari biasanya. Peningkatan suhu tubuh dan malaise umum bisa menjadi tanda-tanda tonsilitis.
- Cek napas si Kecil. Bau mulut yang tidak sedap dan terus-menerus meskipun kebersihan mulut sudah terjaga dapat menjadi tanda adanya infeksi.
- Kesulitan menelan. Apakah anak Anda menolak makan atau minum? Apakah ini disebabkan sakit atau ketidaknyamanan pada tenggorokannya?
Menjaga kebersihan, asupan gizi, dan memantau kesehatan amandel secara rutin sangat penting untuk mendukung sistem imun anak. Jangan ragu untuk bertanya pada tenaga medis jika Anda menemukan hal yang mengkhawatirkan.
Semoga informasi tentang ciri ciri amandel normal pada anak ini bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
6 Makanan Sederhana Terampuh Atasi Radang Tenggorokan Anak
Mitos dan Fakta Seputar Amandel pada Anak, Parents Wajib Tahu!
Bayi tidak ingin makan dan menyusu? Waspada terkena penyakit ini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.