TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak sering mendengkur dan bernapas lewat mulut? Waspadai gejala adenoid!

Bacaan 3 menit
Anak sering mendengkur dan bernapas lewat mulut? Waspadai gejala adenoid!

Pembengkakan adenoid adalah kondisi normal yang terjadi pada anak usia 0 hingga 5 tahun. Tak jarang, kondisi ini juga membuat anak menjadi sulit bernapas.

Sebelum membahas tentang penyakit peradangan adenoid atau adenoiditis, apakah Parents sudah tahu apa itu adenoid? Adenoid adalah kumpulan jaringan-jaringan limfatik yang terletak di tenggorokan atau faring, tepatnya di belakang hidung.

Fungsi adenoid adalah untuk mencegah organisme berbahaya masuk ke dalam tubuh dan memproduksi antibodi yang bertugas melawan infeksi. Pada anak kecil, adenoid sangat riskan mengalami infeksi berupa pembesaran atau pembengkakan.

Walau demikian, Parents tidak perlu terlalu khawatir, karena infeksi adenoid (adenoiditis) merupakan kondisi yang normal pada anak. Si kecil yang rentan mengalami pembengkakan adenoid yaitu ketika berusia 0 sampai 5 tahun.

Kemudian, adenoid yang membengkak akan menyusut dengan sendirinya setelah anak melewati usia 5 tahun. Peradangan adenoid juga akan menghilang saat si kecil mulai memasuki usia remaja.

Artikel terkait : Anak sering ingusan bisa jadi sakit polip? Ketahui gejala dan penanganannya!

Pembengkakan adenoid adalah ‘penyakit’ sementara pada si kecil

adenoid adalah

Penyebab adenoid membengkak yaitu karena ada kuman yang masuk ke dalam tubuh, sementara adenoid mencoba untuk melawannya. Saat melawan bakteri yang masuk, jaringan adenoid akan membengkak hingga menjadi semakin besar.

Terkadang pembengkakan tersebut akan membaik, tapi ada juga yang bisa terinfeksi. Jika terinfeksi, maka akan membuat anak menjadi sulit bernapas dan menyebabkan beberapa masalah lain, seperti berikut ini:

  • Hidung yang tersumbat, sehingga seorang anak hanya dapat bernapas melalui mulutnya
  • Sulit tidur nyenyak
  • Pembengkakan kelenjar di leher
  • Adanya gangguan di telinga

Apabila sudah terjadi masalah kesehatan seperti itu, sebaiknya Parents segera membawa si kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

adenoid adalah

Pemeriksaan dan penanganan pembengkakan adenoid pada anak

Hal pertama yang dilakukan yaitu pemeriksaan fisik oleh dokter, terutama di area telinga, hidung dan tenggorokan. Kemudian, dokter juga akan melakukan rontgen dan melihat kondisi adenoid menggunakan teleskop kecil melalui rongga hidung.

Jika adenoid terinfeksi, dokter akan memberikan antibiotik (penisilin atau amoxicilin) dan kortikosteroid semprot hidung (fluticasone). Antibiotik jika penyebab pembesaran adenoid adalah infeksi bakteri, sedangkan kortikosteroid semprot jika penyebabnya alergi.

Apabila penanganan menggunakan obat tidak efektif, maka tindakan selanjutnya yang dianjurkan dokter yaitu melakukan operasi pengangkatan adenoid atau adenoidektomi. Operasi ini aman dan umum untuk anak-anak.

adenoid adalah

Selama operasi, anak-anak diberikan anestesi yang membuatnya tertidur. Anestesi memastikan buah hati Parents tidak merasakan sakit saat operasi sedang dilakukan.

Operasi yang dilakukan tidak membutuhkan jahitan, serta area yang mendapat tindakan pun akan sembuh dengan sendirinya, meski butuh beberapa waktu. Namun, operasi pengangkatan adenoid berpotensi menimbulkan efek samping berupa:

  • Hidung tersumbat
  • Perdarahan minor
  • Telinga terasa sakit
  • Sakit tenggorokan

Meski demikian, risiko terjadinya efek samping dari tindakan operasi ini sangat kecil. Akan tetapi, akan lebih baik jika diskusikan terlebih dahulu dengan dokter tentang manfaat dan risiko operasi.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi : KidsHealth dan Alodokter

Baca juga :

Mengapa seringkali bayi menjulurkan lidahnya? ini penyebabnya

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Anak sering mendengkur dan bernapas lewat mulut? Waspadai gejala adenoid!
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti