TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Psikiater: "Seorang Ibu Perlu Utamakan Mencintai Diri Sendirinya Lebih Dulu"

Bacaan 5 menit
Psikiater: "Seorang Ibu Perlu Utamakan Mencintai Diri Sendirinya Lebih Dulu"

Sebelum mencintai orang lain, sudahkah kita mencintai diri kita dengan baik?

Setelah menikah dan memiliki anak, tidak sedikit perempuan yang lupa untuk cinta diri sendiri. 

Pikiran, perhatian, dan tenaga kerap fokus untuk keluarga. Memikirkan apakah sudah melakukan yang terbaik untuk suami dan anak? Apakah kebutuhan suami dan anak sudah tercukupi dengan baik? Bagaimana dengan nutrisinya? Apakah suami dan anak sehat-sehat saja? Termasuk memikirkan hal lain yang tak kalah menguras emosi.

Alih-alih, kebutuhan diri sendiri justru terlupakan. Atau justru jadi nomor kesekian yang perlu diingat lantaran dianggap bukan lagi prioritas. 

Siapa yang setuju dan merasa melakukannya?

Bunda, Jangan Lupa untuk Cinta Diri Sendiri

Psikiater: Seorang Ibu Perlu Utamakan Mencintai Diri Sendirinya Lebih Dulu

Artikel terkait: Kesehatan Mental Terjaga, Tanamkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini dalam Keluarga

“Setelah menikah, buat saya anak dan suami itu paling utama. Mereka yang harus saya perhatikan dulu. Saya merasa ini bagian dari tanggung jawab saya sebagai istri dan seorang ibu,” ujar Ika, ibu dari Lintang dan Bintang.

“Memang, ya, kalau sudah punya anak, apa-apa yang dipikirin itu anak terus, bahkan kalau lagi ngobrol sama suami, yang dibahas itu anak terus. Cerita perkembangan tumbuh kembangnya lah, ada masalah apa sama anak, apa-apa yang diomongin itu, ya, selalu anak. Mikirin anak terus, deh,” papar Nita, ibu dari Rintik Rindu.

Senada dengan Ika dan Nita, Mira mengatakan, “Mengingat anak nanti akan mandiri, punya kehidupan sendiri setelah besar dan menikah, saya sadar bahwa menjaga hubungan dengan suami itu sangat penting. Biar bagaimana pun, masa tua nanti akan lebih banyak dihabiskan bersama suami. Jadi, memang yang perlu diutamakan itu tentu saja suami.”

Apa yang diungkapkan 3 orang perempuan di atas, setidaknya bisa menggambarkan bahwa pada umumnya para istri sekaligus ibu kerap lupa untuk mencintai dirinya sendiri. Jika tidak disadari dan dilakukan terus menerus tentu saja bisa berdampak buruk, khususnya bagi kesehatan mental. Setidaknya, hal inilah yang ditegaskan oleh dr Santi Yuliani, MSc.,Sp.KJ.

“Risikonya tentu saja bisa membuat kita jadi mudah depresi. Kenapa? Kalau kita terlalu menomor satukan orang lain, pada saat kita sedang merasa tidak nyaman dan kelelahan, umumnya akan muncul pertanyaan ‘Kenapa aku yang harus terus mengalah?’, ‘Kenapa nggak ada yang ngertiin aku?’, ‘Kenapa aku yang harus menanggung ini semua sendirian?’. Nah, ketika perasaan ini sering muncul, tentu saja akan menimbulkan gangguang perasaan yang akan berujung pada depresi dan rasa pesimis.”

Keluarga Bisa Bertumbuh dengan Baik

Psikiater RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang ini melanjutkan, seorang perempuan yang telah menjadi istri sekaligus ibu tentu saja perlu membagi perhatian dan cintanya pada keluarganya. Namun, bukan berarti jadi melupakan kebutuhan diri sendiri sebagai individu. Toh, sebenarnya ada banyak cara sederhana untuk bisa mencintai diri sendiri.

“Selama kita bisa memosisikan diri dengan baik, menomor satukan suami di waktu yang tepat tentu saja boleh saja. Namun, yang tidak saya sarankan adalah terus menerus memosisikan orang lain menjadi nomor satu dibandingkan diri sendiri. Ada saatnya kita harus menomor satukan diri sendiri. Self love itu sangat penting.”

Artikel terkait: Hangout dengan Teman Tingkatkan Kesehatan Mental Ibu, Ini Kata Penelitian

ciinta diri sendiri

Dijelaskan dokter Santi, self love artinya mencintai diri sendiri, tetapi tentu saja bukan berarti egois dan melupakan orang lain khususnya keluarga. Cinta diri sendiri juga bukan berarti harus memenuhi keinginan diri sendiri dan mengesampingakan kebutuhan dan keinginan orang lain.

Self love di sini lebih dimaksudnya bagaimana kita bisa memperlakukan, menerima diri sendiri dengan baik, termasuk memenuhi kebutuhan sebagai invididu. 

“Ada yang suka bilang, saya mencintai suami melebihi rasa cinta pada diri sendiri. Ini cuma ada di dalam sinteron, justru pada saat kita merasa saya mencintai suami melebihi saya mencintai diri sendiri, it’s a mistake. Coba dikurangi. Biar bagaimana pun kita perlu mencintai diri sendiri lebih dulu. Kita harus tetap memiliki porsi untuk diri sendiri, ini pun berlaku untuk para suami, kok.”

Artikel terkait: Penelitian: Mood Ayah Pengaruhi Kesehatan Mental dan Perkembangan Anak

Cintai Diri Sendiri Bukan Berarti Egois

cinta diri sendiri

Lebih lanjut dokter Santi memaparkan, hal ini bukan berarti tidak cinta, bukan juga memiliki arti bahwa tidak percaya dengan suami. Hanya saja, dokter Santi mengingatkan agar setelah menikah, semua perempuan itu jangan sekadar figuran.

“Pada saat menikah dan memiliki anak, perempuan itu tetap perlu power, punya bargaining power untuk menyampaikan pendapatnya. Ini bukan sekadar persoalan finansial saja. Seorang isrti tidak harus mengikuti kata suami terus menerus.”

Kondisi ini tentu saja bisa dicapai jika perempuan juga bisa cinta diri sendiri, sehingga bisa bertumbuh sebagai pribadi yang utuh.

Dewasa ini ungkapan self love di mana seseorang perlu cinta diri sendiri memang semakin sering digaungkan. Ada banyak alasan mengapa seorang ibu perlu memiliki self love yang baik, salah satunya tentu saja terkait dengan kesehatan mental.

Self love ini bahkan bisa diibaratkan sebagai pondasi dalam menjalin hubungan dengan orang lain, khususnya dengan keluarga. Tanpa disadari self love justru bisa membantu seseorang bisa berpikir dan bertindak dengan lebih baik dan bijaksana.

Jika kita belum mampu cinta diri sendiri, bagaimana bisa mencintai orang lain dengan baik?

Baca juga :

5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil yang Membahayakan Ibu dan Janin

Demi Kesehatan Mental Anak, Jangan Lakukan 7 Hal ini Pada Mereka

Pernah cemas hingga berbulan-bulan? Waspada alami gangguan kesehatan mental ini!

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Psikiater: "Seorang Ibu Perlu Utamakan Mencintai Diri Sendirinya Lebih Dulu"
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti