TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

"Hidupku hampa, hanya anak yang menguatkanku saat ingin menyerah" kisah seorang ibu

Bacaan 4 menit
"Hidupku hampa, hanya anak yang menguatkanku saat ingin menyerah" kisah seorang ibu

Menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah dilakukan, kisah berikut menjadi salah satu contoh nyata..

Menjalani peran sebagai istri sekaligus ibu adalah hal yang tidak mudah. Tak sedikit pula perempuan yang memiliki peran ganda dengan bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Sayangnya, beragam stigma masih didapat oleh ibu rumah tangga yang dinilai tak lebih hebat daripada ibu bekerja. Padahal, ada banyak cerita ibu rumah tangga di luar sana yang bisa merasakan lelah dan tidak berharga di tengah banyaknya hal yang harus ia lakukan.

Hidupku hampa, hanya anak yang menguatkanku saat ingin menyerah kisah seorang ibu

Era yang kian modern rupanya tak membuat perdebatan berhenti, siapa yang lebih hebat: ibu rumah tangga atau ibu yang juga bekerja. Seorang ibu rumah tangga tak jarang hanya lekat dengan perihal urusan domestik, sementara ibu yang bekerja memiliki ritme kehidupan yang dinamis karena ia tak setiap saat ada di rumah.

Cerita ibu rumah tangga: ”Aku lelah dan merasa kosong”

Padahal, kelelahan bisa dirasakan ibu rumah tangga yang kerap mendapat stempel ‘hanya di rumah saja’. Cerita seorang Bunda di aplikasi theAsianparent berikut adalah segelintir contoh. Sebut saja Bunda Ria, ia membagikan kisahnya pada pembaca. Dia merasakan keluh kesahnya menjadi seorang ibu rumah tangga yang memengaruhi kehidupannya.

“Semenjak resign dari kerjaan dan memilih menjadi ibu rumah tangga demi anak, dunia serasa tidak berputar lagi. Sehari-hari yang ditemui hanya anak-anak, lalu juga suami walau hanya beberapa jam dalam sehari,” ungkap Bunda Ria. Aku merasakan temanku perlahan menghilang, mereka melupakanku. 

Suami punya dunianya sendiri, enggan menghabiskan waktu bersama anak dan istri

Suami? Jangan tanya, nampaknya ia tak seperti yang kuharapkan selama ini. Kurasa ia punya dunianya sendiri, serasa masih single saja. Buktinya, ia lebih sering ada di luar rumah seperti nggak betah ada di rumah terlalu lama.

Artikel terkait: Surat Terbuka Seorang Ibu Rumah Tangga yang Hampir Depresi

Hidupku hampa, hanya anak yang menguatkanku saat ingin menyerah kisah seorang ibu

“Jiwa mudanya masih seperti dulu saat belum menikah, setiap pulang bekerja tidak selalu langsung pulang, Pasti dia mampir entah kemana dengan teman-temannya,” sambung Bunda Ria dalam ceritanya. Saat weekend, aku berharap dia menemani aku dan anak. Tetapi, ada saja alasan yang dia cari untuk berkumpul dengan teman-temannya. Kadang aku bertanya, apakah dia merasakan ada keluarga? Mengeluh rasanya sudah tak sanggup aku lakukan. “Mengobrol dari hati ke hati hampir sangat jarang untuk aku lakukan. Diri ini merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Seolah nggak ada seorang pun yang menyadari aku ini ada di dunia. Sepi..sepi..hampa..hampa..kosong..kosong..,” tukasnya.

Saat ingin menyerah, tatapan buah hati menyadarkanku

Namun, aku tahu aku harus senantiasa bersyukur. Saat ingin menyerah, tatapan mata mungil itu menyadarkanku. Ya, ada buah hati yang seolah berkata: “Bu, aku butuh ibu”. Seketika aku tersadar, masih ada anakku yang membutuhkan aku. “Ya nak, sampai kapan pun terus ada di sisi ibu ya. Hanya kamu yang ibu punya. Kamu adalah hartaku yang paling berharga,” pungkas Bunda Ria.

Cerita ibu rumah tangga buktikan depresi stay-at-home mom itu nyata

cerita ibu rumah tangga

Sekitar 27% perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, demikian data yang ditunjukkan oleh U.S. Census Bureau data, Pew Research Center pada 2016. Rasa depresi, sedih, dan kesepian akan dirasakan seorang ibu rumah tangga yang tadinya bekerja.

Bukan tanpa alasan, kebanyakan orangtua yang akhirnya memantapkan hati menjadi ibu rumah tangga seutuhnya pernah merasakan nikmatnya dunia kerja. Entah itu menjadi banker, pengacara, jurnalis, dan bidang karir lainnya.

Gairah terasa nyata saat Anda disibukkan dengan aneka pekerjaan di luar rumah. Semua tentunya akan berubah saat Bunda hamil lalu memasuki fase harus mengurus si kecil. Ini mungkin membuat Anda merasa bingung, marah, sedih, dan sendirian.

Rachel, seorang ibu yang tinggal di New York City menuturkan kisahnya saat memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai manajer kantor. “Saya berjuang setiap hari mencoba untuk mencari tahu di mana saya cocok dengan dunia saya sekarang. Impian dan tujuan saya masih berjalan dan menjadi pikiran saya setiap hari dan saya terus berusaha memikirkan bagaimana caranya bahagia dengan kegiatan saya sekaligus membesarkan anak-anak. ” tuturnya.

Artikel terkait: Depresi Ibu Rumah Tangga itu nyata! Ini kisah ibu yang mengalaminya

cerita ibu rumah tangga

Bayangkan, menjadi ibu rumah tangga benar-benar melelahkan. Anda harus meluangkan waktu untuk menyiapkan makan untuk keluarga, mengantar anak ke sekolah, dan seabrek kegiatan rumah lainnya yang harus dibereskan.

Tak heran, data Gallup pada 2012, yang melibatkan lebih dari 60.000 perempuan di Amerika Serikat melaporkan cenderung merasa lebih sedih, stres, marah, khawatir, dan depresi daripada ibu yang bekerja.

Oleh karena itu, penting untuk perlahan mengurangi stigma yang masih kerap beredar di tengah masyarakat. Sesungguhnya menjadi ibu rumah tangga maupun bekerja bukanlah ajang unjuk kehebatn, namun sejatinya merupakan pilihan.

Sumber: Aplikasi theAsianparent, Parents.com

Baca juga : 

Kisah merawat mertua yang sakit: "Awalnya beban kini jadi berkah kehidupan"

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • "Hidupku hampa, hanya anak yang menguatkanku saat ingin menyerah" kisah seorang ibu
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti