Screen time meningkat saat pandemi, ini 8 cara jaga kesehatan mata anak

Screen time meningkat saat pandemi, ini 8 cara jaga kesehatan mata anak

Belajar di rumah menggunakan gadget, sangat berisiko untuk kesehatan mata anak. Berikut 8 cara menjaga kesehatan mata anak selama belajar secara online.

Kebijakan di rumah saja, termasuk melakukan kegiatan pembelajaran di tengah pandemic COVID-19, mau tidak mau waktu screen time akan kian bertambah. Belum lagi dengan ‘longgar’ peraturan dalam menggunakan gawai. Untuk mencegah dampak buruk yang timbul, Parents tentu saja perlu mengetahui bagaimana cara untuk menjaga kesehatan mata anak di situasi seperti sekarang ini.

Jika tidak diperhatikan dengan benar, berhadapan dengan gadget sehari-harinya dengan waktu yang lama bisa mengganggu kesehatan mata anak. Lantas, apa yang perlu dilakukan?

Artikel terkait: Hindari kerusakan mata anak sejak dini, ikuti 6 tips kesehatan mata berikut!

Peningkatan minus atau myopia pada anak-anak

Screen time meningkat saat pandemi, ini 8 cara jaga kesehatan mata anak

Dikutip dari Suara.com, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), dr. Sawitri Boengas, Sp.M mengingatkan bahwa ada peningkatan minus atau rabun jauh pada anak dibandingkan dengan zaman dahulu dimana penggunaan gadget belum dikenal.

“Sekarang ini terjadi peningkatan angka mata minus atau myopia pada anak-anak. Jika sekitar 10 tahun lalu yang sering mengalami rabun jauh yaitu anak yang duduk di bangku SMP dan SMA, saat ini sudah berbeda. Anak SD bahkan TK sudah ada yang mengalami mata minus,” ujar dr. Sawitri.

Menurut dr. Sawitri, kondisi ini disebabkan oleh era yang sudah berbeda. Ketika anak sudah bisa duduk, orangtua zaman sekarang sudah mengenalkan gadget kepadanya.

Screen time meningkat saat pandemi, ini 8 cara jaga kesehatan mata anak

Anak memiliki daya akomodasi mata yang lebih besar dan berbeda dari orang dewasa. Oleh karena itu, mereka tidak akan lelah jika melihat jarak dekat kepada laptop atau ponsel. Berbeda dengan orang dewasa yang daya akomodasinya lebih kecil sehingga mata mudah lelah.

Namun, anak dapat mengalami perpanjangan bola mata yang dapat menyebabkan rabun jauh. Jika bola mata semakin memanjang atau berubah menjadi lonjong, maka minus yang diderita anak akan semakin tinggi.

Dr. Sawitri juga menjelaskan bahwa selama proses pertumbuhan, akan ada pertambahan bentuk tulang-tulang mata sehingga bola mata akan semakin besar dan sifatnya lebih elastis.

“Jika anak bermain gadget selama satu hari penuh, rata-rata tidak memberikan gejala apa-apa. Namun, gejala akan muncul ketika anak harus melihat jauh dan penglihatan menjadi buram,” jelasnya.

Artikel terkait: Waspada rabun mata pada anak, kenali gejala dan pencegahannya di sini!

Cara menjaga kesehatan mata anak yang sehari-hari terpapar gadget

Screen time meningkat saat pandemi, ini 8 cara jaga kesehatan mata anak

Sebenarnya, pemberian gadget tidak disarankan untuk anak di bawah usia 10 tahun. Pada usia tersebut, bola mata sedang melalui proses pertumbuhan.

Akan tetapi kondisi pandemi sekarang ini membuat anak tidak memiliki pilihan lain selain harus menggunakan laptop atau handphone untuk mengikuti pelajaran berbasis online.

“Kita harus menerapkan visual hygiene, yaitu cara menggunakan mata dengan baik sehingga tidak membuat gangguan penglihatan yang belum ada menjadi ada atau yang sudah ada menjadi lebih buruk.” dr. Sawitri berkata.

Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan visual hygiene dan penggunaan mata yang benar.

  • Jarak antara mata dan layar
    Menggunakan gadget sebaiknya dengan posisi duduk yang nyaman dan dengan jarak sekitar 60 sentimeter.
  • Penerangan yang cukup
    Jangan melihat gadget saat ruangan gelap dan atur brightness layar agar tidak terlalu terang atau redup. Pastikan tidak ada pantulan cahaya yang dapat membuat silau mata.
  • Durasi menggunakan gadget
    Disarankan untuk hanya menggunakan gadget selama 60 menit lalu lakukan istirahat mata.
  • Senam bola mata
    Saat istirahat, gerakkan bola mata ke seluruh arah dan berputar agar otot mata lebih lentur dan kelelahan mata tidak semakin parah.
  • Cukup minum air putih
    Konsumsi air putih dan ruangan yang tidak kering bisa membantu agar mata tidak kering dan kelelahan.
  • Berjemur di pagi hari
    Melakukan aktivitas di luar ruangan, di bawah sinar matahari baik untuk mengurangi laju produktivitas hormon perpanjangan bola mata yang diakibatkan oleh genetic.
  • Konsumsi buah dan sayur
    Memakan buah atau sayur berwarna jingga baik untuk menjaga sel-sel penglihatan dan kesehatan mata. Contohnya seperti wortel atau labu kuning. Nutrisi yang baik untuk mata adalah antioksidan, vitamin C, vitamin E, seng, omega-3, dan lutein.
  • Kompres mata
    Untuk mencegah mata kelelahan, setelah menggunakan gadget lakukan kompres mata dengan handuk yang diberi air hangat selama 15 menit sebanyak tiga kali sehari. Yaitu pagi, siang,dan malam. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kekeringan pada mata.

***

Sumber: Suara.com, Halodoc

Baca juga:

Gadget bikin Mata Anak Rusak, ini penjelasan dan Cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner