Anak usia balita sangat rentan terkena penyakit gigi, misalnya karang gigi dan pembusukan gigi. Bagaimana cara yang mudah untuk cara menghilangkan karang gigi pada bayi mulai usia 1 tahun?
Mungkin banyak orang tua berpendapat bahwa tidak apa-apa gigi susu rusak karena nanti akan tanggal dan digantikan oleh gigi yang permanen.
Padahal faktanya, kesehatan gigi susu akan berpengaruh pada kesehatan gigi yang akan tumbuh selanjutnya.
Oleh karena itu, sejak gigi pertama anak tumbuh kita wajib atau menjaga dan merawatnya dengan baik.
Yuk, coba beberapa cara untuk menjaga gigi anak tetap bersih seperti berikut ini!
Artikel Terkait: Merawat Gigi Anak Sejak Dini
Bagaimana Cara Menghilangkan Karang Gigi pada Bayi 1 Tahun?

Cara menghilangkan karang gigi pada bayi mulai usia 1 tahun di antaranya dengan mengajak si Kecil sikat gigi teratur serta menggunakan benang gigi. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan Parents lengkapnya:
1. Sikat Gigi Teratur
Cara termudah untuk menghilangkan plak dan karang gigi adalah dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan pagi dan setelah makan malam.
Sebaiknya pun tunggu setengah jam setelah makan sebelum menyikat gigi dan sikatlah gigi selama tiga menit.
Gunakanlah sikat gigi yang lembut serta sesuai dengan ukuran mulut bayi.
Gantilah sikat gigi setidaknya setiap tiga hingga empat bulan, ketika bulu sikat gigi sudah mulai tidak terlihat rapi lagi.
Sejak gigi pertamanya tumbuh, anak harus sudah diajarkan menyikat gigi secara rutin.
Buatlah menyikat gigi menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi bayi. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan sikat gigi yang berwarna-warni atau menyanyikan lagu saat menyikat gigi.
2. Gunakan Pasta Gigi Berflouride
Mengapa pasta gigi komersial yang dijual di pasaran hampir selalu mengandung fluoride?
Alasannya, fluoride dapat memperkuat enamel gigi dan mengurangi risiko pembusukan gigi dari makanan dan minuman.
Enamel gigi sebagian besar terbuat dari kalsium dan fosfat. Fluoride dapat menempel di permukaan enamel gigi untuk mengurangi risiko bakteri mulut mencapai struktur utama gigi (dentin).
Fluoride juga membantu menghambat kemampuan bakteri untuk membentuk plak gigi dan menempel pada gigi, yang membatasi pengaruhnya terhadap kesehatan gigi secara keseluruhan.
Bahkan, fluoride juga sebenarnya membantu gigi yang rusak untuk sembuh dan beregenerasi.
Meski begitu, gunakan pasta gigi dalam jumlah yang tepat (kira-kira sebesar biji beras untuk balita) dan selalu awasi si Kecil agar tidak menelan pasta gigi setelah menyikat.
Selain itu, Parents juga sebaiknya menggunakan pasta gigi yang khusus dirancang untuk bayi dan balita agar lebih aman.
3. Menggunakan Benang Gigi

Saat gigi susu pertama kali tumbuh dan tidak berdekatan satu sama lain, menyikat gigi saja sudah cukup. Parents dapat mulai membersihkan gigi anak-anak segera setelah ia memiliki dua gigi yang berdampingan.
Gunakan benang gigi untuk menghilangkan plak di area di antara gigi dan di bawah gusi yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
Benang gigi juga membantu menghilangkan kotoran yang dapat menempel di ruang sempit mulut si kecil dan menghilangkan bau mulut.
Sebagian besar anak-anak belum bisa menggunakan benang gigi sendiri sampai mereka berusia sekitar enam tahun, jadi Parents harus melakukannya.
Kebiasaan sehat rutin membersihkan gigi dengan benang gigi mengajarkan mereka untuk tetap rutin melakukannya sampai mereka bisa membersihkan gigi sendiri.
Untuk menggunakan benang gigi kepada anak, Parents dapat duduk di belakang anak dan meminta mereka memiringkan kepala untuk melihat ke atas.
Kemudian letakkan kepala mereka di bahu atau lengan atas Parents dan gunakan tangan yang tidak memegang benang untuk menarik pipi dan bibirnya dengan lembut sehingga Parents dapat melihat ke dalam mulutnya.
Jika menggunakan benang gigi tradisional, pegang benang sepanjang sekitar 45 centimeter di antara ibu jari dan jari telunjuk, lalu gulung benang di sekitar jari telunjuk Parents.
Arahkan benang dengan lembut di antara dua gigi, kendurkan dan lengkungkan di sekitar gigi. Gosok ke atas dan ke bawah satu sisi gigi tersebut, lalu geser ke bawah garis gusi dan kemudian ke atas dan ke bawah sisi gigi lainnya.
Gunakan benang gigi yang baru setiap berpindah ke jajaran gigi berikutnya.
Namun begitu, selalu ingat bahwa penggunaan dental floss atau benang gigi ini juga disesuaikan dengan kemampuan motorik anak dan perlu pengawasan orang dewasa.
Artikel Terkait: Anak Terlambat Tumbuh Gigi? Jangan Panik, Ini Penjelasan Dokter Gigi
4. Gunakan Baking Soda
Menggunakan baking soda sesekali adalah cara yang bagus untuk menghilangkan plak di gigi.
Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung baking soda menghilangkan lebih banyak plak dan memiliki lebih sedikit plak yang tumbuh kembali selama 24 jam dibandingkan orang yang menyikat gigi dengan pasta gigi yang tidak mengandung baking soda.
Baking soda atau soda kue ini efektif menghilangkan plak karena merupakan pembersih alami dan bersifat abrasif.
Namun, Parents perlu hati-hati menggunakan baking soda untuk menggosok gigi pada anak yang masih kecil dan gunakan hanya sedikit.
Cara menggunakannya adalah ambil satu sendok makan soda kue dan tambahkan sedikit garam.
Kemudian, basahi sikat gigi dan celupkan ke dalam campuran tersebut. Setelah itu, bersihkan gigi seperti biasa dan bilas hingga bersih.
Penggunaan baking soda ini juga jangan terlalu sering karena bisa mengikis enamel gigi, apalagi jika dipakai dengan tekanan yang terlalu kuat.
5. Berkumur Menggunakan Minyak
Kalau anak sudah berusia 5 tahun dan sudah bisa berkumur, Parents bisa mencoba metode membersihkan karang gigi menggunakan minyak alami.
Untuk metode ini biasanya digunakan minyak yang aman jika tertelan seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.
Minyak kelapa dan zaitun diyakini sangat bermanfaat karena mengandung asam lemak seperti asam laurat, zat dengan efek antiinflamasi dan antimikroba.
Caranya mudah, ambil satu sendok makan minyak dan berkumur selama 20 hingga 30 menit kemudian keluarkan.
Saat minyak berada di dalam mulut, bakteri penyebab plak gigi pun akan tersapu dan larut.
Berkumur dengan minyak ini dapat memperkuat gigi, mencegah kerusakan gigi, menenangkan gusi yang sakit, dan menghilangkan plak.
Penggunaan minyak zaitun untuk berkumur dapat membantu membersihkan karang gigi. Namun, perlu diingat, jika karang gigi sudah menumpuk tebal, sebaiknya konsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
6. Menggunakan Kulit Jeruk
Jangan buang kulit jeruk yang digunakan untuk membuat jus buah si kecil. Kulit jeruk terbukti dapat mengurangi plak gigi.
Kulit jeruk bisa menjadi solusi yang sangat efektif untuk menghilangkan karang gigi tanpa perlu ke dokter gigi.
Vitamin C dan sifat antimikroba dalam kulit jeruk dapat memotong pembentukan karang gigi dan plak dan membunuh pertumbuhan mikroba pada gigi.
Cara menggunakannya juga sangat mudah, cukup oleskan kulit jeruk tersebut pada gigi secara rutin untuk membantu melawan mikroorganisme pembentuk karang gigi pada email gigi.
Parents juga bisa menumbuk kulitnya dan mengoleskannya ke area yang bernoda. Biarkan beberapa saat lalu bilas hingga bersih. Cara ini juga dapat dilakukan untuk memutihkan gigi.
Namun, perlu dicatat, kulit jeruk sebagai pasti gigi harus digunakan secara hati-hati karena sifat asamnya yang dapat merusak enamel gigi jika digunakan berlebihan.
Bagaimana Cara Mencegah Karang Gigi pada Anak?
Ada istilah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, cara mencegah terjadinya karang gigi yang paling utama adalah dengan menggosok gigi dengan benar dan secara teratur.
Tak lupa, perlu dibantu juga dengan menerapkan gaya hidup sehat dengan memakan makanan yang sehat dan bernutrisi. Juga, jjangan lupa untuk rajin periksa gigi secara teratur ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
Berikut ini cara mencegah terjadinya karang gigi pada anak lengkapnya:
1. Rutin ke Dokter Gigi
Sumber: Freepik
Memeriksakan gigi secara teratur ke dokter gigi juga penting dalam mencegah penumpukan plak dan karang gigi tambahan pada gigi.
Dokter gigi akan mengikis dan membersihkan gigi sehingga bebas dari plak dan karang gigi.
Selain itu, jika diperlukan juga dapat melakukan perawatan fluoride (fluoride treatment) yang dapat mencegah dan memperlambat pertumbuhan bakteri plak dan penumpukan karang gigi pada gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi.
Kunjungi dokter gigi setidaknya enam bulan sekali, tanpa menunggu sakit gigi terlebih dahulu.
Artikel Terkait: Gigi Rapuh, Masalah Gigi yang Sering Dijumpai Pada Balita
2. Mengurangi Konsumsi Makanan Manis dan Bertepung
Sumber: Freepik
Bakteri di mulut berkembang biak pada makanan manis dan bertepung. Setiap kali makan, bakteri di mulut juga ‘diberi makan’. Ketika bakteri diekspos pada jenis makanan tersebut, mereka akan melepaskan asam berbahaya penyebab plak dan karang gigi.
Cobalah makan makanan yang sehat dan batasi jumlah makanan manis yang dimakan si kecil. Berlaku juga untuk makanan ringan.
Bukan berarti anak sama sekali tidak boleh makan permen atau makanan manis, tetapi batasi agar tidak berlebihan dan hanya berikan sesekali saja. Sikatlah gigi dan minum banyak air selama dan setelah makan makanan manis.
3. Memperbanyak Asupan Buah dan Sayuran
Sumber: Freepik
Buah-buahan dan sayuran yang renyah, seperti apel, wortel, dan seledri, dapat membantu mencegah dan membersihkan plak dari gigi dan menyegarkan napas.
Banyak buah dan sayuran mengandung banyak vitamin antioksidan, seperti vitamin C, yang bisa membantu melindungi gusi dan jaringan lain dari kerusakan sel dan infeksi bakteri.
***
Itulah beberapa cara untuk cara menghilangkan karang gigi pada bayi mulai dari usia 1 tahun.
Namun, hal yang paling dasar adalah menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi secara teratur.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Baca Juga:
Mengenal Agenesis Gigi, Salah Satu Penyebab Gigi Anak Tidak Tumbuh
5 Cara Merawat Gigi Bayi dan Balita Selain Dengan Sikat Gigi
Urutan Tumbuh Gigi Anak dan Tanggalnya hingga Menjadi Permanen
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.