TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bahaya Mengisap Jempol pada Anak dan 6 Tips Mengatasinya

Bacaan 3 menit
Bahaya Mengisap Jempol pada Anak dan 6 Tips Mengatasinya

Si kecil masih mengisap jempol? Yuk simak artikel berikut, mengapa mengisap jempol adalah kebiasaan yang buruk dan bagaimana cara menghentikannya.

Bagi sebagian bayi, mengisap jempol dapat membuat diri mereka nyaman dan merasa tenang. Sebagian dari mereka melakukannya ketika merasa lapar. Terlepas dari itu semua, terutama saat si kecil sudah melewati masa TK, apakah masih wajar bagi mereka mengisap jempol?

Berikut 4 alasan mengapa mengisap jempol dapat berbahaya bagi anak.

4 alasan mengapa mengisap jempol berbahaya

1. Masalah Gigi

Jika mengisap jempol telah menjadi kebiasaan, maka akan berpotensi menyebabkan anak memiliki gigi tonggos. Ada indikasi bahwa dorongan isapan jempol secara terus-menerus di dalam mulut akan membuat gigi depan bagian atas menjadi tidak rata dengan susunan gigi lainnya.

2. Infeksi

Ini cukup umum terjadi bagi anak yang suka menggigit kuku atau mengisap jarinya. Bakteri yang ada di mulut masuk ke dalam kulit dan akan menyebabkan infeksi.

Jempol si kecil nantinya akan memerah, bengkak, sakit jika disentuh, dan butuh penanganan dari dokter untuk mengeluarkan nanah yang ada di dalamnya dengan menggunakan jarum bersih. Kemudian, ibu jari sebaiknya diperban dan terkadang memerlukan konsultasi berkala demi menghindari adanya infeksi lebih lanjut.

3. Penyebaran bakteri

Bagi si kecil yang sedang duduk di bangku Prasekolah atau sedang bersama temannya, menyentuh mainan (dengan kuman dan bakteri dari anak-anak yang lain) dan memasukkan jarinya ke dalam mulut akan meningkatkan risiko anak untuk jatuh sakit. Kemungkinan lainnya sang buah hati akan mengalami sakit perut.

4. Masalah Sosial

Anak-anak yang lebih tua dan masih mengisap jempolnya mungkin akan diejek oleh temannya. Ia akan dianggap sebagai anak yang tidak bersih, berlagak seperti bayi, atau terlihat jorok.

Bagi mereka yang sudah di tingkat akut dalam mengisap jempolnya, akan sulit bagi mereka untuk berteman, tersenyum, maupun berinteraksi dengan yang lain.

6 tips mengatasi kebiasaan anak mengisap jempol

1. Berikan rasa nyaman

Bagi bayi yang suka mengisap jempol demi rasa nyaman, cobalah cari cara lain untuk memberikan rasa yang sama, seperti memutar lagu yang tenang, memegang tangan si kecil, dan memberikan mereka lebih banyak perhatian.

Umumnya, semakin banyak perhatian dan kehangatan yang diberikan kepada anak sejak masih bayi, semakin besar juga kemungkinan mereka cepat merasa mandiri seiring bertumbuh besar.

2. Perhatikan tanda-tanda jika ia lapar

Jika anak sering mengisap jempol beberapa jam setelah makan terakhir, ini bisa berarti dia sedang lapar. Ikuti keinginan si kecil untuk makan walau bertentangan dengan jadwal makannya yang ketat.

Hal ini diyakini akan mampu mengurangi kebiasaan mengisap jempol anak.

3. Alihkan perhatiannya

Membuat jari anak sibuk sendiri juga dapat menjadi cara yang ampuh. Alihkan perhatiannya untuk tidak mengisap jempol dengan cara bermain suatu permainan yang membutuhkan kerja jari-jarinya.

Mempelajari bahasa isyarat untuk bayi juga bisa menjadi solusi lain dalam mengalihkan perhatiannya. Di saat yang bersamaan, Anda juga akan meningkatkan kosa kata yang ia pelajari dan memberikan cara tambahan untuk mengekspresikan diri mereka sendiri.

4. Mengganti kebiasaan

Cobalah mengganti kebiasaan mengisap jempol dengan yang lain. Anda juga bisa membantunya dengan memperhatikan kapan saja jempol sering diisap olehnya, seperti saat menonton tv karena jari-jarinya tidak melakukan aktivitas apapun.

Untuk itu coba berikan mainan yang bisa dia remas-remas saat menonton TV.

5. Tunjukkan seperti apa akibatnya

Bagi anak yang lebih tua, Anda dapat meminjamkan buku dan gunakan mainan yang memperlihatkan gigi yang tonggos untuk menjelaskan kepadanya mengapa kebiasaan mengisap jempol itu adalah sesuatu yang buruk.

6. Jempol yang pahit

Untuk si kecil yang sudah tumbuh besar, Anda dapat membeli cat kuku yang pahit dan tentunya juga aman demi mencegah kebiasaan mengisap jempol.

Sebagian pakar parenting menolak keras cara ini sementara beberapa praktisi medis merasa tidak ada salahnya apabila cara ini dicoba. Apalagi di saat si kecil semakin sering mengalami infeksi akibat dari kebiasaannya mengisap jempol.

Semoga tips-tips ini dapat membuat si kecil berhenti dari kebiasa mengisap jempolnya ya, Parents.

 

Referensi: New Age Parent.

Baca juga:

6 Tips Agar Anak Berhenti Ngempeng

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ardi

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Bahaya Mengisap Jempol pada Anak dan 6 Tips Mengatasinya
Bagikan:
  • 470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

    470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

  • Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

    Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

  • 570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

    570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

  • 470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

    470 Nama Bayi Laki-laki Huruf R Bernuansa Islami hingga Modern

  • Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

    Ini Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal, Jangan Sampai Salah!

  • 570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

    570 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Jepang yang Jarang Digunakan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti