Jangan sampai salah, kondisi ini membuat gigi anak perlu dicabut oleh dokter

Jangan sampai salah, kondisi ini membuat gigi anak perlu dicabut oleh dokter

Ada dua kondisi di mana cabut gigi anak harus dilakukan oleh dokter. Seperti apa?

Melihat gigi si kecil sudah mulai goyang, biasanya orangtua akan merasa ‘geregetan’. Tidak sabar untuk cabut gigi anak sendiri, atau menunggu hingga gigi tanggal.

Umumnya, gigi susu akan mulai tanggal sekitar usia enam sampai tujuh tahun. Meskipun begitu, ada beberapa anak yang mengalaminya lebih dini karena berlubang atau masalah kesehatan gigi lainnya.

Pertanyaannya, apakah aman bila Parents mencabut gigi anak sendiri di rumah, ketika mendapati gigi susu si kecil goyang?

Artikel terkait: Dental phobia? Begini 7 gejala dan cara mengatasinya

Aman nggak sih cabut gigi anak di rumah?

Dalam hal ini drg. Stella Lesmana, Sp.KGA., menjelaskan sebenarnya memang tidak masalah jika menggoyang-goyangkan gigi anak supaya lepas. Namun, tetap saja ada beberap hal yang perlu diperhatikan.

“Kalau saya pribadi, nggak apa kalau mau goyang-goyangin sendiri biar lepas. Tapi kalau memang waktunya gigi sudah mau lepas lho ya!,” ujar drg. Stella.

cabut gigi anak

Dua kondisi cabut gigi anak harus dilakukan oleh dokter

Selanjutnya drg. Stella mengatakan, ada beberapa kondisi di mana si kecil harus cabut gigi di dokter gigi. Artinya, cabut gigi anak tidak bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga ahli.

Pertama, pada saat kondisi saat anak sudah mengeluh sakit. Kedua ketika gigi tetapnya sudah mulai tumbuh.

“Tapi memang saya bilang ada dua kondisi yang harus dicabut ke dokter gigi. Pertama, kalau misalnya anak udah ngeluh sakit, goyang banget tapi nggak lepas-lepas, kan sakit dipakai makan,” ujarnya.

“Yang kedua, kalau gigi tetapnya sudah tumbuh tapi gigi susunya belum copot, jadi numpuk. kalau itu harus dibantu dokter untuk cabut karena memang nggak bisa lepas sendiri,” tambahnya.

Apakah berbahaya bila orangtua cabut gigi anak sendiri di rumah?

cabut gigi anak 1

Ada pendapat yang mengatakan bahwa cabut gigi di rumah bisa berisiko sebabkan kebutaan. Namun hal ini dibantah oleh drg. Stella. “Itu mitos, cabut gigi di rumah nggak bikin buta, kok.”

Walau pun demikian, drg. Stella mengingatkan, apabila Parents ragu melakukannya memang akan lebih baik cabut gigi dilakukan oleh dokter gigi.

Mengingat sampai saat ini masih banyak orangtua yang melakukan praktik cabut gigi anak menggunakan benang, drg. Stella mengingatkan sebaiknya tidak perlu dilakukan apabila kondisi gigi anak memang belum terlalu goyang.

“Sebenarnya nggak perlu dipaksa untuk mencabut gigi anak dengan benang. Jika memang sudah waktunya, biasanya gigi anak akan copot dengan sendirinya, kok. Banyak juga kan yang akhirnya lepas sendiri, misalnya saat anak sedang makan,”

Orangtua juga perlu memperhatikan dengan detail saat ada gigi susu anak yang berlubang. Sebab, ada gigi berlubang yang cukup parah sehingga menyebabkan gigi goyang. Padahal gigi tersebut sebenarnya belum waktunya tanggal.

“Nah, cuma perlu ortu perhatikan juga, ada gigi yang lubangnya parah sehingga menyebabkan gigi goyang, padahal belum waktunya gigi itu ganti. Makanya perlu banget kontrol rutin. Supaya ketauan lebih cepat bila ada masalah,” tutup drg. Stella.

Tips merawat gigi anak

cabut gigi anak 2

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat gigi anak tetap bersih dan sehat.

a. Sikat 2 kali sehari setiap pagi dan malam dengan pasta gigi berfluoride untuk mencegah gigi berlubang.

Untuk bayi baru lahir, usap gusi dengan kain atau alas basah untuk menjaga mulut tetap bersih. Adapun untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun, gunakan pasta gigi berfluoride dalam jumlah seukuran beras.

Sementara untuk anak-anak 3 tahun ke atas, gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong. Bantu anak menyikat gigi selama 2 menit sampai Bunda merasa yakin bahwa dia telah menyikat semua sisi giginya dengan baik.

b. Bersihkan di gigi mereka dengan benang secara teratur.

Gunakan benang khusus gigi untuk membersihkan makanan di antara gigi dan di bawah gusi. Ini dapat mencegah gigi berlubang.

c. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi anak.

Segera lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi setelah dia memiliki gigi susu. Biasanya ini terjadi setelah ulang tahun pertamanya.

Kunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan. Dokter gigi dapat memberi tahu Anda apakah anak  memiliki plak atau gigi berlubang, kapan harus mengharapkan gigi bayi berikutnya, dan bagaimana cara merawat gigi anak Anda dengan baik.

d. Perhatikan makanan anak.

Sebisa mungkin perhatikan apa yang dimakan dan diminum anak. Beberapa minuman termasuk jus buah dan soda bisa membuat gigi anak berlubang karena mengandung gula atau asam yang cukup tinggi.

Tak ada salahnya pula untuk membatasi camilan manis seperti kue. Ini dapat membuat kulit terluar (enamel) gigi lemah dan membuat gigi lebih berisiko untuk berlubang.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Parents. Ingat juga untuk selalu mengajak si kecil rajin menyikat gigi.

***

Jangan sampai salah, kondisi ini membuat gigi anak perlu dicabut oleh dokter

Baca juga

Takut ke dokter gigi sering dialami anak, ini tips yang perlu Parents lakukan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner