Buah Pir bikin ibu hamil darah rendah? Cek fakta sebenarnya berikut ini

lead image

Segudang manfaat buah pir untuk ibu hamil yang jarang diketahui.

Ada begitu banyak kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu hamil. Beberapa diantaranya tentang anjuran dan larangan mengonsumsi buah untuk ibu hamil.

Beberapa ibu hamil percaya, buah pir merupakan salah satu buah yang dilarang selama kehamilan. Sebab buah pir dapat menyebabkan rasa lemas dan pusing akibat tekanan darah rendah.

Faktanya, Rebecca Malachi seorang ahli Nutrisi Kehamilan dan Gaya Hidup bersertifikat mengatakan buah pir merupakan salah satu buah terbaik yang dapat dikonsumsi ibu hamil. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi di dalam buah pir.

Artikel terkait: 5 buah ini bisa berbahaya dikonsumsi ibu hamil, Bumil wajib tahu!

Buah untuk ibu hamil, kandungan pir yang bermanfaat bagi Bumil

buah untuk ibu hamil

Pir termasuk buah untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi,

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pir merupakan salah satu buah terbaik yang dapat dikonsumsi ibu hamil. Berikut ini beberapa manfaat buah pir yang sangat berguna untuk ibu hamil.

1. Kalori dalam buah pir

Selama kehamilan, ibu hamil mengonsumsi makanan untuk memenuhi nutrisi tubuh dan janinnya. Oleh karena itu ibu hamil membutuhkan lebih banyak makanan padat energi daripada sebelumnya.

Energi sangat penting untuk semua proses tubuh, termasuk pertumbuhan janin, perkembangan kehamilan, produksi ASI dan sebagainya. Meskipun pir termasuk buah yang rendah kalori, tetapi pir masih menjadi sumber karbohidrat buah yang sehat untuk ibu hamil. Untuk itu dapat dikatakan bahwa buah pir ialah aman dikonsumsi sebagai buah untuk ibu hamil.

2. Vitamin C dalam buah pir

buah untuk ibu hamil

Vitamin C adalah antioksidan yang sangat penting karena mengatur beberapa fungsi dalam tubuh manusia. Seperti:

  • Melawan radikal bebas dalam sel yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dan mengganggu reaksi seluler. Hal ini penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan produksi energi.
  • Mendorong perkembangan neurologis pada janin serta keterampilan kognitif pada bayi kecil.
  • Memperkuat gusi dan gigi pada janin serta wanita hamil.
  • Membantu menyerap nutrisi dari makanan, terutama zat besi. Zat besi sangat penting dalam perkembangan bayi, misalnya seperti dalam pembentukan darah dan sistem peredaran darah.

3. Kalium dalam pir

Pir mengandung potasium dalam jumlah kecil tetapi masih bertanggung jawab atas beberapa fungsi tubuh pada tingkat sel dan jaringan. Misalnya seperti:

  • Membantu dalam pemeliharaan tingkat tekanan darah serta denyut jantung pada janin dan wanita hamil.
  • Membantu menyeimbangkan elektrolit yang ada dalam darah serta cairan jaringan, menjaga tubuh berfungsi secara efisien.
  • Mengurangi kemungkinan kram di perut atau kaki yang meningkatkan kenyamanan selama kehamilan.
  • Menstabilkan sistem saraf, meningkatkan fungsi motorik, dan koordinasi tubuh.

buah untuk ibu hamil

4. Vitamin A dalam pir

Tak dapat diragunakan lagi posisi buah pir sebagai buah untuk ibu hamil. Sebab buah pir sangat kaya akan vitamin A. Nutrisi ini sangat penting selama kehamilan dari trimester pertama hingga persalinan.

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan masalah parah dengan kehamilan. Adapun manfaat vitamin A untuk ibu hamil ialah:

  • Membantu membangun sistem kekebalan bersama dengan nutrisi lain, mengurangi kemungkinan tertular penyakit menular. Ini berasal dari beta-karoten yang membantu mencegah penyakit yang berasal dari bakteri patogen.
  • Dikenal dapat meningkatkan kualitas penglihatan, mempromosikan perkembangan mata pada janin, dan menjaga kesehatan mata pada ibu.
  • Vitamin A dapat bermanfaat untukpertumbuhan dan perkembangan janin, misalnya, sistem pernapasan, sistem saraf, sistem peredaran darah, dan sebagainya. Selain itu, vitamin A juga dapat bermanfaat untuk organ-organ seperti ginjal dan tulang.

5. Tembaga dan magnesium dalam pir

buah untuk ibu hamil 1

Pir buah untuk ibu hamil

Tembaga dan magnesium adalah zat gizi mikro penting yang memiliki peran besar selama kehamilan. Kedua hal ini bermanfaat untuk:

  • Produksi sel darah merah bersama dengan zat besi dan vitamin B. Ini sangat penting karena wanita hamil memiliki sekitar satu liter darah lebih banyak daripada orang dewasa yang tidak hamil.
  • Membantu dalam pengembangan beberapa organ dan sistem organ, seperti tulang, hati, pembuluh darah, dan sebagainya.
  • Tembaga diperlukan dalam pemeliharaan berkelanjutan dari sistem kerangka, sehingga memperkuat tubuh.
  • Magnesium sangat penting dalam melemaskan otot-otot tubuh selama kehamilan, sehingga mengurangi stres fisik dan kelelahan.

6. Serat dalam pir

Serat sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan. Seperti yang kita ketahui, ibu hamil mengalami banyak masalah pencernaan karena penyempitan ruang yang disebabkan oleh rahim yang membesar. Diet kaya serat akan membantu meringankan komplikasi seperti sembelit.

Konsumsi serat pada ibu hamil telah dikaitkan dengan pengaturan tekanan darah, seperti hipertensi kehamilan. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan ibu hamil mengembangkan kondisi berbahaya seperti preeklampsia.

buah untuk ibu hamil

7. Vitamin B6 dalam pir

B6 vitamin adalah satu set nutrisi penting bagi ibu hamil. Sebab vitamin ini sangat berkaitan erat dengan risiko cacat janin.

Berikut ini beberapa manfaat vitamin B6 untuk ibu hamil:

  • Mendukung perkembangan fungsi kognitif dan motorik pada janin dan bayi baru lahir. Vitamin ini juga membantu dalam pertumbuhan jaringan saraf janin.
  • Membuat tubuh tetap sehat dengan mengatur respon imun terhadap infeksi.
    B6 dipercaya dapat mengurangi frekuensi gejala kehamilan seperti mual dan muntah yang terjadi selama beberapa bulan pertama kehamilan.

8. Asam folat dalam pir

Asam folat sangat penting dalam pertumbuhan janin. Beberapa manfaatnya adalah:

  • Mendukung produksi dan pengembangan darah dan sistem peredaran darah.
  • Membantu dalam perkembangan tabung saraf yang sangat penting dalam fungsi sistem saraf bayi.

Artikel terkait: Ingin janin tumbuh sempurna, konsumsi 4 makanan kaya asam folat ini

Aturan mengonsumsi pir saat hamil

Meskipun mengonsumsi pir aman dan sangat bermanfaat untuk kehamilan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi pir saat hamil.

a. Cara memilih pir

buah untuk ibu hamil 3

Pir buah untuk ibu hamil

Saat hendak memilih pir, pastikan pir terlihat segar, tanpa bintik-bintik, memar atau memiliki bercak di kulit. Cium aroma buah pir. Dari situ Anda dapat mengindikasikan bahwa pir sudah terlalu lama disimpan atau tidak

b. Penyimpanan pir

Pir dapat disimpan di lemari es, tetapi sangat penting untuk menyimpannya secara terpisah di dalam kantong belanjaan. Hal ini dikarenakan setiap makanan dengan bau yang kuat di dekat buah pir dapat menyebabkan buah menyerap bau.

Selain itu, pir mentah dapat disimpan dalam gelap pada suhu kamar selama beberapa hari, setelah itu mereka akan matang.

c. Cuci pir sebelum dikonsumsi

buah untuk ibu hamil

American Pregnancy Association memperingatkan bahwa pir yang tidak dicuci mengandung bakteri dan parasit berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti listeriosis dan toksoplasmosis.

Oleh karena itu, pastikan untuk mencucinya dengan baik sebelum dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan patogen berbahaya yang mungkin berada di permukaan buah.

d. Waktu dan jumlah mengonsumsi pir

Pir paling baik dikonsumsi beberapa jam setelah makan. Hal ini dikarenakan asam pada pir dapat mengiritasi lapisan dalam jaringan perut kosong yang menyebabkan diare dan muntah.

Lebih lanjut, menggabungkan buah pir dan susu segar cenderung menghasilkan efek pencahar, jadi ini harus dihindari.

Dosis harian yang disarankan untuk mengonsumsi buah pir selama kehamilan adalah 1-3 buah kecil atau sedang.

 

Referensi: First Cry Parenting, Mom Junction

Baca juga

7 Manfaat buah kiwi untuk ibu hamil yang jarang diketahui, jangan lupa konsumsi, Bun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.