Waspada Bisul di Vagina akibat infeksi, kenali penyebab dan cara mengobatinya

Waspada Bisul di Vagina akibat infeksi, kenali penyebab dan cara mengobatinya

Bisul di vagina bisa terjadi pada siapa saja, dan kadang penderita tidak menyadari hingga bisulnya sudah besar. Kenali penyebab dan cara mengobatinya berikut ini.

Bisul di vagina atau folikulitis pada kemaluan bisa terjadi akibat infeksi dan peradangan hingga timbul nanah. Bisul di vagina tentunya membuat Bunda merasa tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan mungkin tidak bisa melakukan apapun karena rasa sakit yang dialami.

Bisul di vagina biasanya terjadi akibat infeksi kulit di bagian folikel rambut vagina, atau kelenjar minyak yang tersumbat. Diawali dengan kulit yang tampak memerah, lalu bengkak dan timbul benjolan. Lalu sekitar seminggu setelah infeksi, akan muncul nanah di dalam bisul.

Folikulitis pada kemaluan ini bisa muncul di bagian luar vulva, sekitar rambut kemaluan, atau di bibir labia mayora.

Gejala bisul di vagina / Folikulitis pada kemaluan
bisul di vagina, folikulitis pada kemaluan

Bisul di vagina atau folikulitis pada kemaluan awalnya akan terasa gatal, hingga kemudian meradang dan terasa nyeri.

Bisul di kemaluan awalnya akan terlihat seperti ruam atau benjolan yang tidak sakit, lalu akan semakin meradang hingga menjadi bisul. Beberapa gejalanya ialah: 

  • Rasa gatal di vagina
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di bagian yang terinfeksi
  • Ada cairan yang keluar dari benjolan nanah
  • Susah buang air kecil atau pipis yang terasa sakit
  • Demam

Tapi tidak semua bisul di kemaluan menampakkan gejala tersebut, sebagian tidak ada gejala sama sekali, sehingga penderita tak menyadarinya sampai bisul sudah besar dan bengkak.

Penyebab dan faktor risiko bisul di vagina / folikulitis pada kemaluan

Kebanyakan infeksi bisul terjadi karena bakteri Staphylococcus, yang masuk lewat luka kecil di kulit. Bisa juga terjadi karena ada benda asing yang masuk ke kulit, atau kelenjar minyak yang tersumbat sehingga mengakibatkan infeksi.

Folikulitis pada kemaluan juga bisa muncul akibat kebiasaan mencukur rambut kemaluan dan rambut yang baru tumbuh ke dalam kulit. 

Penyebab terjadinya bisul di kemaluan

bisul di vagina

1. Infeksi menular seksual

Salah satu penyebab terjadinya bisul di kemaluan ialah penyakit IMS, diantaranya:

  • Herpes
  • Sifilis
  • chlamydia
  • donovansis
  • Beberapa penderita HIV juga bisa mengalami bisul di kemaluan

Artikel terkait : Kenali dan waspadai 9 Penyakit Infeksi Menular Seksual ini

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur di vagina juga bisa menyebabkan bisul. Beberapa gejala infeksi jamur ialah rasa sakit saat berhubungan intim, garal, dan cairan vagina yang berlebihan.

3. Infeksi virus dan bakteri

Berikut ini adalah beberapa virus yang menyebabkan bisul:

  • Epstein-Barr virus
  • cytomegalovirus
  • varicella zoster (virus penyebab cacar air)

Bakteri yang menyebabkan bisul di kemaluan terjadi: 

  • Streptococcus
  • mycoplasma

4. Penyebab lainnya 

  • Tonsilitis, infeksi saluran pernapasan, dan diare juga bisa menyebabkan bisul
  • Reaksi terhadap obat anti peradangan
  • Kanker vulva
  • Reaksi kulit pada bahan kimia sabun kewanitaan atau gesekan pada pakaian dalam
Faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan terkena bisul di kemaluan:
  1. Penderita diabetes
  2. Gangguan sistem imun
  3. Gizi buruk
  4. Kebersihan tubuh yang tidak terjaga, terutama daerah kemaluan
  5. Kebiasaan mencukur rambut vagina yang tidak tepat
  6. Iritasi kulit kemaluan akibat paparan bahan kimia atau pakaian dalam yang tidak tepat.
Beberapa cara mengobati bisul di vagina

bisul di vagina

Umumnya, bisul di kemaluan termasuk ringan sehingga tidak perlu penanganan medis di rumah sakit. Bisul akan pecah sendiri ketika nanahnya sudah matang. Untuk membantu meringankan rasa sakit, Anda bisa mengompres bisul dengan air hangat, agar nanah di dalam bisul segera naik ke permukaan. 

Setelah pecah, keluarkan semua nanah dan darah dari dalam bisul. Biarkan bisul mengering sendiri. Jagalah kebersihan area yang terkena infeksi bisul dengan dibilas air bersih dan cairan antiseptik. 

Apabila hal ini tidak efektif dan bisul justru tambah parah, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan membuat sayatan kecil di bisul lalu mengeluarkan nanah dari bisul dengan alat yang steril. Setelah ituia akan memberikan resep antibiotik untuk membantu penanganan infeksi.

 
*** 
Menjaga kebersihan area kemaluan, dan memilih pakaian dalam yang nyaman bisa membantu Anda terhindar dari bisul di kemaluan. Terapkan perilaku hidup bersih, hindari pemakaian sabun kewanitaan secara berlebihan. 

Semoga bermanfaat. 

 

Sumber referensi: Healthline, Alodokter

Baca juga: 

Sariawan vagina bisa memengaruhi ASI, ibu menyusui harus waspada

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner